Hormati Dan Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua

Hormati Dan Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua. Salah satu tanda kesholehan seseorang adalah apabila ia hormat kepada orang tuanya. Banyak sekali hadits-hadits dan ayat-ayat Al-Qur’an yang memerintahkan seorang muslim untuk berbuat baik kepada orang tua. Bagaimana kita tidak berbuat baik, sementara orang tua kitalah yang menjadi penyebab lahirnya kita di dunia. Pengorbanannya tidak bisa dibayarkan dengan apapun.

Diceritakan, Al-Habib Hasyim bin Yahya, kakek Habib Luthfi bin Yahya, walaupun sudah terkenal kealiman dan namanya, tapi beliau mengkhususkan mencuci baju ayah dan ibunya sendiri. Dan melarang siapa saja yang hendak mencuci pakaian kedua orangtua beliau kecuali beliau sendiri yang mencucinya. Itu semua dilakukan karena baktinya yang luar biasa terhadap ayah dan ibunya. Bagaimana pangkatnya tidak luar biasa, namanya saja ridha Allah tergantung ridha orangtua?

Bagaimana mungkin bisa punya anak saleh yang mendoakan kedua orangtuanya, kalau orangtuanya saja ingkar dan tidak pernah mendatangi para kyai, ulama dan orang saleh. Ayah Imam al-Ghazali itu bukan ulama, akan tetapi beliau hormat, mendekat dan mencintai ulama. Meskipun penghasilannya tidak seberapa, beliau menyisihkan untuk membeli manisan yang ia hadiahkan kepada para ulama, seraya memohon kepada Allah agar dianugerahi anak saleh seperti ulama-ulama yang ia kagumi.

Allah kemudian menganugerahinya dua putra yang saleh, keduanya menjadi ulama besar, keduanya terkenal di dunia Islam. Pertama, Muhammad bin Muhammad al-Ghazali, kedua Ahmad bin Muhammad al-Ghazali. Orang biasa bisa melahirkan dua orang hebat karena cinta dan hormatnya kepada para ulama. Kita sekalian meskipun orang biasa, bukan keturunan kyai, bukan keturunan ulama, bisa mempunyai anak-anak yang saleh. Jangan berkecil hati, berdoa, dan mendekatlah kepada para kyai, para ulama. Allah Maha Mendengar, akan mengabulkan doa hamba-hambaNya.

Engkau menghormati ulama tapi tidak menghormati orangtuamu, itu sama seperti engkau melakukan sunnah tapi meninggalkan yang wajib. Hal seperti yang sering terjadi di masyarakat kita. Sama seperti engkau sedang salat sunnah Dhuha atau Tahajud, saat khusyuknya tiba-tiba orangtua memanggilmu. Tapi kamu malah tetap melanjutkan salat. Itu tidak baik. Karena menjawab panggilan orangtua itu lebih wajib dari nilai kamu melakukan salat sunnah itu tadi. Kecuali engkau sedang melakukan salat fardhu atau wajib, maka lanjutkanlah salatmu atau keraskanlah bacaan salatmu sehingga orangtuamu mengerti kamu sedang salat.
wa’allahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: