Gus Dur Kenapa Tinggal Di Ciganjur, Ini Alasannya

Gus Dur Kenapa Tinggal Di Ciganjur, Ini Alasannya. Banyak tulisan yang membahas tentang Gus Dur. Gus Dur memang manusia luar biasa yang multi talenta, hingga siapa pun bisa menggali apa saja dari dirinya sesuai dengan kapasitas keilmuan dari sang penggali. Kali ini kita akan membahas tentang tempat tinggal Gus Dur yang berada diCiganjur. Kira-kira apa alasan Gus Dur dan keluarganya tinggal di Ganjur, berikut penjelasannya.

Kesultanan Demak terletak di Glagah, Demak, Jawa Tengah. Raden Fatah, yang bernama asli Tan Eng Hwa, adalah raja pertamanya. Atas restu Dewan Ulama, yang kita kenal dengan Walisongo, Raden Fatah mengumpulkan balatentaranya (rakyatnya) sejumlah 350 ribu untuk membalas kedzaliman Majapahit. Yang mana dulu para orangtua mereka telah dibunuh oleh orang-orang Majapahit.

Ditunjuklah seorang panglima untuk memimpin tentara sebanyak itu, yaitu Sayyid Abdurrahman asal Ngroto Demak (sekarang masuk wilayah Grobogan Purwodadi). Beliau sosok yang cerdas, jendral yang pandai membuat taktik. Ki Ageng Genjur, adalah sebutan untuknya waktu memimpin tentara. Genjur adalah alat musik tradisional di bawahnya Gong. Dalam bahasa Jawa disebut Thuthukan, di dalam dunia perwayangan. Dinamai Genjur karena saat beliau memimpin tentara memberikan aba-aba dengan suara “Thung!” satu kali untuk berhenti. “Thung, thung” dua kali untuk berjalan. 350 ribu tentara kompak mengikuti irama alat musik Genjur tersebut.

Hingga sampailah mereka di Bengawan Solo, kemudian Bengawan Brantas di Kediri. Waktu itu belum ada perahu. Atas inisiatif Ki Ageng Genjur dibuatlah “gethek” (perahu kecil dari potongan-potongan bambu) untuk menyeberangkan semua tentara di dua bengawan besar tersebut. Dengan taktik itu beliau mampu menyeberangkan 350 ribu tentaranya dengan selamat, tidak ada satu pun yang mati.

Setelah pensiun dari kepanglimaan, beliau pergi ke Banten untuk berziarah ke Sultan Hasanudin. Beberapa saat diam di situ, kemudian dilanjutkan ke Jakarta. Daerah Jakarta yang didiami beliau itulah yang kemudian dinamai Ciganjur, saat itu masih sepi. Kemudian sekarang menjadi tempat kediaman almarhum Gus Dur. Karena Ki Ageng Genjur adalah kakek-moyangnya Gus Dur. Maka berdiamnya Gus Dur di Ciganjur sama artinya kembali ke keluarga mbahnya (kakek-buyut). Warga Ciganjur sebenarnya masih saudara satu family dengan Gus Dur.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: