Apa Saja Hal-Hal Yang Dapat Menggerogoti Amal-Amal Baik

Apa Saja Hal-Hal Yang Dapat Menggerogoti Amal-Amal Baik

  1. Al istighlal bi’uyubil kholqi (sibuk dengan aib orang lain) Sehingga lupa pada aib sendiri. Semut diseberang kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan.

Orang yang membicarakan aib orang lain akan menyebabkan tumbuhnya sikap sombong di dalam dirinya, karena ia akan merasa lebih baik dari orang lain. Kegiatannya hanya melihat keburukan-keburukan orang lain, sehingga yanng tampak olehnya hanya kebaikan-kebaikannya. Dan jika yang tampak hanya kebaikannya pasti ia akan menjadi takabbur. Padahal Allah sangat membenci orang yang di dalam hatinya ada sifat takabur.

  1. Qaswatul qulub (hati yang keras)
    Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasehat.

Kerasnya hati disebabkan jauhnya seseorang dari Allah. Orang yang jauh kepada Allah pasti dengan dengan dunia, syetan, dan hawa nafsu. Orang yang kegiatannya hanya memperturutkan hawa nafsunya akan menyebabkan hatinya menjadi keras. Dan untuk mmbuatnya lunak ia harus berusaha keras untuk meninggalkan semua itu kemudian teguh pendirian untuk berjalan menuju Allah SWT.

  1. Hubbun dunya (cinta mati terhadap dunia)
    Merasa hidupnya hanya di dunia aja maka segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat.

Apabila kemerlapnya dunia telah menarik hati seseorang maka ia akan berat meninggalkannya. Padahal tertarik pada dunia adalah awal cintanya pada dunia. Dan apabila ia telah jatuh cinta pada dunia maka ia akan segera melakukan keburuan-keburukan. Nabi SAW bersabda bahwa cinta pada dunia adalah pangkal dari segala kejelekan.

  1. Qillatul haya’ (sedikit rasa malunya)
    Jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa.

Orang yang tidak punya rasa malu berarti hatinya mati.Hati yang mati adalah hati yang tidak merasakan pengawasan Allah SWT, sehingga ia tidak juga merasakan akan tanggung jawab yang harus ia hadapi di akherat kelak. Oleh karena itu ia akan bebas melakukan apa saja dengan sekehendak hawa nafsunya tanpa mengindahkan aturan Allah SWT. Apabila Allah tidak memberinya hidayah maka ia akan terus-menerus dalam keadaan seperti itu sampai ajal menjemput.

  1. Thulul amal ( panjang angan- angan)
    Merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat.

Orang yang terpennjara dengan harapan, keinginan, angan, dan cita-cita akan lupa bahwa mati kapan-kapan menjemputnya. Angannya yang telah terlanjur melambung tinggi menutupi akalnya bahwa matilah yang harus dipersiaokan setiap saat, karena ia adalah hal paling dekat dengan manusia yang kapan saja bisa datang menghampirinya.

  1. Dhulmun la yantahi (kezhaliman yang tak pernah berhenti) Perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut.

Maksiat adalah kegelapan yang terus menodai hati yang suci. Semakin ia melakukan maksiat maka hatinya yang suci akan semakin hitam pekat. Dan apabila sudah sangat hitam maka akan sangat sulit untuk disucikan kembali meskipun ia dekat dengan cahaya. Dibutuhkan kerja keras dan kesabaran untuk kembali suci kembali.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: