Anjuran Untuk Memuliakan Para Penuntut Ilmu

Anjuran Untuk Memuliakan Para Penuntut Ilmu. Dikatakan di dalam hadits nabi, ‘jadilah orang yang mengajarkan, atau belajar, atau mencintai orang yang mengajar danbelajar. Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa di dalam dunia ini yang dianggap penting hanya tiga kelompok orang, yaitu para penuntut ilmu, pencari ilmu, dan yang senang kepada para pencari ilmu dan majlis ilmu. Senang kepada para pecinta ilmu ditunjukkan dengan bentuk-bentuk penghormatan kepada mereka sesuai dengan adat dan budaya yang berlaku pada maisng-masing daerah.

Berikut ini adalah sebuah kisah yang menunjukan akan tingginya derajat pencari ilmu, sehingga manusia tidak diperkenankan untuk berbuat semena-mena apalagi merendahkan mereka.

Sebuah kisah dari Abuya (Ayahanda ), Sayyid Muhammad Bin Alwi Bin Abbas Al Maliki ra dalam biografinya menceritakan,pernah pada bulan Ramadhan,ada seseorang ingin menyediakan untuk beliau dan yang bersama beliau makanan buka puasa. Orang tersebut terus mendesak beliau,akhirnya beliau menyetujuinya agar berbuka puasa di Miqat Ji’ranah.

Setelah tiba di Ji’ranah ,orang tersebut meminta kepada beberapa murid As Sayyid Muhammad untuk membantu menurunkan makanan dari keretanya.Rupanya ada salah satu dari mereka agak keberatan sehingga dihardik oleh orang itu. As Sayyid Muhammad mendengar herdikannya.Maka tampaklah kemarahan di raut wajah beliau seraya berkata; ”Bagaimana anda berbuat seperti ini kepada anak-anak kami,padahal mereka adalah penuntut ilmu dan Nabi Muhammad saw telah berwasiat dan memerintahkan kita untuk menghormati mereka.”

”Sungguh Rasulullah saw telah bersabda; Akan datang kepada kalian sekelompok orang untuk menuntut ilmu,maka jika kalian melihat mereka ,katakanlah : Selamat datang wahai wasiat Rasulullah saw. Lalu ajarilah mereka itu.”

”Wahai Fulan,jangan sekali-kali anda mengira mereka ini perlu kepada makananmu,ketahuilah bahwa mereka dari keluarga yang terhormat dan mampu di Indonesia.Adapun tujuan mereka ke Al Haramain (Makkah dan Madinah) tidak lain adalah untuk menuntut ilmu.”

Setelah itu,beliau memerintahkan murid-muridnya untuk menaiki kereta dan pulang.Setelah kejadian ini,orang tersebut merasa malu dan setelah beberapa hari,dia menemui As Sayyid Muhammad dan meminta maaf atas kesalahannya.

*Sumber dari Kitab ‘Mutiara Ahlu Bait Dari Tanah Haram

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: