Anak Adalah Cermin Orang Tua

Anak Adalah Cermin Orang Tua. Anak tidak menjadi sholeh dengan seketika, akan tetapi kesholehan anak itu diupayakan dengan sungguh-sungguh. Barangsiapa yang gigih membentuk anak-anaknya menjadi sholeh insyaAllah mereka akan jadi sholeh. Namun orang tua yang tidak besabar dan memperturutkan hawa nafsunya akan mendapati anaknya tidak sholeh karena tidak mendapatkan perhatian dan pendidikan agama dari orang tuanya.

Al-Habib Mundzir pernah bercerita: Hasan pernah menghilang dari majelis, saya melirik ke kiri dan kanan, ia tak ada, dan datang ditengah acara dengan wajah penuh airmata dan cemberut, selepas majelis saya tanya kenapa, ia berkata :

“hasan lupa membawa peci, hasan tidak mau masuk masjid tanpa peci”, hasan nangis diluar, lalu ada jamaah yg membelikan hasan peci, baru Hasan masuk masjid dan hasan jadi telat.

Demikian pula Muhammad, muhammad pernah menghilang dari panggung majelis pergi entah kemana, diakhir acara ia baru muncul, ia katakan :
“muhammad mau pipis, tapi banyak perempuan, jadi muhammad malu dan tidak mau ke kamar mandi yg banyak perempuan”, akhirnya muhamamad diantar jamaah kerumah yang jauh untuk pipis di toilet yg tidak ramai perempuan, padahal usianya baru 7 tahun.

mereka tentunya ada nakalnya, namun nakalnya adalah hal yang luhur, mereka sangat senang berkemah bahkan acapkali mereka bertiga tidur dikemah di halaman rumah, karena mereka sering dengar Nabi Saw sering berkemah saat safar, mereka juga paling suka bermain pedang2an dan panah dan berenang, saya sering kesal melihat barang2 berantakan dirumah saat pulang, ternyata mereka main perang2an dan membuat keadaan berantakan, namun saya tak marah dengan itu, karena itu adalah kebaikan yang wajar pada anak anak bahkan hal yang mulia

mereka tak pula suka menonton televisi, mereka lebih suka menonton film vcd cerita para Nabi, vcd majelis majelis, lalu masing masing ribut membahasnya.

sungguh didikan didikan ini muncul dari tarbiyah ilahiyah diluar kemampuan saya, demikian pula fatimah yg kini sudah membeli cadar pula, saat ke majelis majelis ia bercadar, saya sempat menegur istri saya, untuk apa ia pakai cadar usianya masih kecil, kalau dibiarkan saja, nanti ia bisa jatuh tersandung..

kata istri saya, fatimah menabung berbulan bulan sendiri di celengannya untuk membeli cadar.. Maka saya diam saja tak mau mengecewakannya. Mereka sering mendapatkan hadiah dari jamaah, mereka menyimpannya di celengannya, saya tanya untuk apa kalian menyimpan uang itu?, mau beli apa?, sepeda?, mobil2an?, atau apa?, mereka katakan :

“Kami mau menabung untuk bisa pergi ke madinah untuk ziarah Nabi Saw, kami mau beli pesawat sendiri, jadi bisa mengajak jamaah majelis ramai ramai ke madinah, muhamad jadi pilotnya, hasan jadi kondekturnya, dan fatimah jadi pramugarinya…

Saya hanya bisa geleng geleng dan membiarkan saja

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: