Allah Memerintahkan Kepada Orang Yang Beriman Agar Mereka Menutupi Aib Saudaranya

Allah Memerintahkan Kepada Orang Yang Beriman Agar Mereka Menutupi Aib Saudaranya. Aib adalah sifat hamba, oleh karena itu setiap manusia pasti memiliki aib. Akan tetapi Allah memerintahkan kepada orang yang beriman agar mereka menutupi aib saudaranya ketika ia menyaksikannya. Menyimpannya di dalam hati dan pikiran dan tidak disebarkan kepada sekelompok orang. Allah SWT telah menjamin kepada orang yang mau menutupi aib saudaramya dengan surga. Di dalam hadits dikatakan bahwa orang yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akherat kelak. Setelah membaca hadits ini kita bisa menimpulkan bahwa orang itu akan di akherat akan diampuni seluruh dosa-dosanya, sehingga Allah akan memasukkannya ke dalam surga.

Dalam sebuah kesempatan Sulthonul Qulub Al Habib Munzir bin Fuad Al Musawa menyampaikan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa barangsiapa yang menutupi ( aib ) seorang muslim di dunia (tidak membicarakannya), maka Allah subhanahu wata’ala akan menutup aib atau dosa-dosanya di dunia dan di akhirat.

Namun yang terjadi di zaman sekarang, justru aib-aib orang lain dikupas habis dan dipaparkan di khalayak ramai, bahkan terkadang orang yang tidak memiliki aib sekalipun akan dilontarkan kepadanya, atau mungkin hanya sekedar dugaan saja, seperti demo yang sering terjadi tentang tuduhan terhadap orang lain akan perbuatan korupsi yang kemudian dengan cepat meminta untuk menangkap dan mengadilinya atau memasukkannya ke dalam penjara.

Berkaitan dengan permaslahan korupsi dan demo, seperti yang tadi telah disampaikan oleh ustaz Musthafa, bahwa jika kita menuduh orang lain sebagai koruptor terhadap harta maka setiap diri kita adalah seorang koruptor terhadap Allah subhanahu wata’ala, mengapa demikian?, karena setiap waktu yang diberikan oleh Allah kepada kita sebagai makhlukNya dalam kehidupan ini, hanyalah untuk beribadah kepadaNya, namun berapa banyak waktu yang telah kita lewatkan untuk hal-hal diluar ibadah bahkan untuk bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ( الذاريات : 56 )

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” ( QS. Adz Dzaariyaat : 56 )

Bentuk ibadah kepada Allah subhanahu wata’ala tidaklah terbatas dalam perbuatan tertentu saja namun begitu beragam dan sangat banyak bentuknya, seperti berbudi pekerti yang baik kepada kedua orang tua, kepada tetangga dan kerabat, kepada teman, serta kepada semua manusia baik yang seagama atau yang berbeda agama dengannya, hal-hal demikian yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita, adapun lepas dari perbuatan tersebut maka sungguh hal itu adalah termasuk ke dalam perbuatan korupsi terhadap Allah subhanahu wata’ala.

Jika kita perbuat hal-hal yang diluar ibadah selama satu detik maka berarti kita telah melakukan korupsi selama satu detik, jika selama satu menit, maka kita telah melakukan korupsi selama satu menit, jika satu hari maka kita telah melakukan korupsi selama satu hari, hukuman seorang koruptor sehari di neraka bagaikan hukuman 100 tahun di dunia, maka waspada dan berhati-hatilah akan hal ini.

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: