Setelah Puasa Ramadhan Semakin Tidak Sombong

Setelah Puasa Ramadhan Semakin Tidak Sombong. Sebelum manusia keluar dari alam dunia untuk menuju alam lain maka ia harus menyelesaikan dahulu urusan hatinya, terutama yang berkaitan dengan sifat sombong. Karena sifat inilah yang akan menghalanginya dari mendapatkan kebahagiaan hakiki, surga-Nya yang abadi. Sungguh celaka orang yang meninggal sementara di hatinya masih ada kesombongan meski itu hanya sebesar biji sawi. Meski hanya sebesar biji sawi itu tetaplah bentuk maksiat yang akan dibalas oleh Allah dengan sifat adil-Nya. Dan sungguh beruntung orang yang meninggal sedangkan ia tidak membawa kesombongan, karena insyaAllah ia termasuk penghuni surga yang akan mendapatkan kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah dirasa oleh lidah, belum pernah didengar oleh telinga, belum pernah dicium oleh hidung, dan belum pernah disentuh oleh kulit.

Ramadhan telah usai, namun hikmahnya masih terasa sampai sekarang dan harus terus kita pegang sampai datang ramadhan berikutnya. Diantara hikmah dari berpuasa adalah mengikis sifat kesombongan di dalam diri. Bagaimana puasa bisa memberikan pelaran itu?, ketika ia berpuasa maka badan menjadi lemas, ia menjadi tidak berdaya untuk bekerja berlama-lama di bawah terik matahari. Sebelumnya ia merasa kuat lalu bekerja seharian untuk menumpuk harta bahkan sampai tega meninggalkan kewajiban shalat. Sungguh sikap sombong yang nyata. Namun ketika merasa lemah ia menjadi pribadi yang tawadhu’, ia baru bisa merasakan keagungan Allah melalui betapa berharganya nilai sepiring nasi yang merupakan salah satu rizki yang datang dari Allah SWT.

Empatinya kepada kaum dzu’afa dan orang-orang yang susah juga semakin besar. Laparmya mengingatkannya pada laparnya orang-orang susah yang harus ia tolong. Hartabenda yang selamaini menjadi harapan dan cita-citanya ia keluarkan sedikit untuk mengenyangkan perut-perut mereka yang lapar. Dulu ia mengatakan bahwa kemiskinannya karena mebodohannya, jarena kemalasannya, karena kedunguannya. Ia hanya mengumpat dan tidak mengeluarkan bantuan untuk mereka. Namun sekarang ia cegah umpatannya dan tangannya yang maju untuk memberikan sedekah dan zakatnya.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ – رواه مسلم

Dari Abdullah bin Mas’ud dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda, Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji dzurrah berupa kesombongan.” Seorang sahabat bertanya, (wahai Rasulullah SAW) bagaimana jika seseorang menginginkan pakaiannya bagus dan alas kakinya bagus?. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Adapun kesombongan adalah menentang kebenaran dan merendahkan manusia. (HR. Muslim)

Terdapat beberapa hikmah yang dapat dipetik dari hadits ini. Diantara hikmah-hikmah tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Kesombongan merupakan sikap yang tidak terpuji

yang berakibat pada diharamkannya seseorang dari surga Allah SWT. Karena kesombongan akan membawa dampak negatif baik bagi diri pribadi seseorang yang sombong tersebut, terlebih-lebih bagi orang lain. Karena dari kesombongan ini akan melahirkan rasa sakit hati, tidak suka dan penghindaran orang lain terhadapnya serta dampak-dampak negatif lainnya.

  1. 2. Hakekat kesombongan adalah seseorang yang tidak mau menerima kebenaran (baca ; al-haq) dan senantiasa merendahkan orang lain

Artinya manakala kebenaran itu telah Allah tampakkan dengan jelas didepan matanya, namun ternyata ia tetap mengingkarinya dan senantiasa bergelut dengan kebathilannya tersebut. Selain itu, masuk juga dalam kategori kesombongan adalah seseorang yang senantiasa merendahkan orang lain, dan merasa bahwa dirinya lebih baik dari orang lain.

  1. Memiliki pakaian yang bagus dan alas kaki yang bagus bukanlah merupakan suatu kesombongan

Rasulullah SAW dengan jelas mengatakan dalam hadits di atas bahwa Allah itu Maha Indah dan sangat menyukai keindahan. Jadi kesombongan bukan terletak pada pakaian atau alas kaki seseorang, namun kesombongan muncul dari hati, yang tercerminkan secara dzahir berupa penentangan terhadap Al-Haq dan sikap merendahkan orang lain yang berarti dia merasa bahwa dirinya lebih baik dari orang lain.

  1. Hakekat ini juga memberikan arti bagi kita bahwa seseorang diperbolehkan memiliki kekayaan yang lebih

yang salah satu bentuknya adalah memiliki pakaian dan alas kaki yang indah yang dikenakannya. Sifat seperti ini tidak termasuk dalam kesombongan selagi ia tidak mengingkari kebenaran dan merendahkan orang lain. Namun sebaliknya jika seseorang yang bahkan tidak memiliki pakaian dan alas kaki yang bagus, namun ia mengingkari kebenaran dan senantiasa merendahkan orang lain, maka ini merupakan bentuk kesombongan.

5.Kesombongan tidak ada artinya sama sekali bagi manusia.

Karena di dunia dirinya akan dibenci orang, sementara di akhirat ia akan dimasukkan ke dalam api neraka, na’udzu billah min dzalik :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ – رواه مسلم

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, ada tiga golongan yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak mensucikan mereka, tidak melihat pada mereka dan mereka akan mendapatkan azab yang pedih; orang tua yang berzina, raja yang pendusta dan orang miskin yang sombong. (HR. Muslim)

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: