Sedekah Tidak Hanya Dengan Harta

Sedekah Tidak Hanya Dengan Harta. Allah adalah Dzat yang maha adil. Setiap hamba-Nya memilki hak untuk mendapatkn rahmat-Nya tanpa terkecuali. Pintu-pintu untuk mendapatkan rahmat dibuka selebar-lebarnya sesuai dengan kadar dan kemampuannya. Setiap manusia memiliki kelemahan di satu bidang namun Allah juga memberikan kelebihan di bidang yang lain. Kekurangannya harus ia jadikan pembelajaran untuk melatih kesabaran dan menyadari kekurangannya sebagai seorang hamba. Sedangkan kelebihannya harus ia jadikan sebagai sarana untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang banyak yang merupakan ekspresi dari syukur kepada Dzat yang memberikan naugerah dan karunia.

Sedekah merupakan salah satu ibadah yang utama dan sangat dianjurkan oleh Allah SWT. Semua bisa bersedekah. Segala apa yang diberikan Allah kepada hamba-Nya pada hakekatnya dituntut untuk disedekahkan kepada yang berhak dan membutuhkan. Jika tidak, maka hal itu akan menjadi penyakit bagi tubuh dan hatinya. Orang yang pandai dan berilmu dituntut untuk menyedekahkan ilmunya dengan cara mengajarkan apa yang diketahiinya kepada orang-orang yang belum tahu. Jika ia mau menyedekahkan ilmunya kepada saudaranya maka Allah akan menambah ilmunya lagi, dan Ia kan memberikan pahala yang berlipat ganda ketika ilmu itu diamalkan dikemudian hari sampai hari kiamat. Jika tidak mau mengajarkan ilmunya maka diakherat ia termasuk orang yang dianggap menyembunyikan ilmu yang akan berhadapan dengan pengadilan Allah SWT. Adapun orang yang berharta bersedekah dengan hartanya, orang yang memiliki tenaga bersedekah dengan tenaganya, dst.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم،َ يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُور،ِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ، قَالَ أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُون؟َ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَة،ً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَة،ٌ وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَة،ٌ وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَة،ٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا (رواه مسلم)

Dari Abu Dzar ra berkata, bahwa beberapa sahabat Nabi Saw bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi meninggalkan kita dengan membawa pahala yang banyak. Mereka shalat sebagaimana kita shalat, mereka berpuasa sebagaimana kita puasa namun mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Maka beliau pun bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara kepada kalian untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, amar ma’ruf nahi munkar adalah sedekah, bahkan pada berhubungan suami istri dari kalian pun adalah sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah salah seorang diantara kami menyalurkan nafsu syahwatnya, dia mendapatkan pahala?” beliau menjawab: “Bagaimana sekiranya kalian meletakkannya pada yang haram, bukankah kalian berdosa? Begitu pun sebaliknya, bila kalian meletakkannya pada tempat yang halal, maka kalian akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim, hadits no 1674).

Hikmah Hadits ;
1. Luasnya cakupan dan makna sedekah dalam kehidupan, yaitu bahwa sedekah merambah pada semua sisi kehidupan manusia. Karena segala dzikir adalah sedekah, mengajak kebaikan dan menghindarkan manusia dari kemungkaran juga sedekah, memberikan senyuman adalah sedekah, menyingkirkan duri dari jalan juga sedekah, bersilaturrahim ke kerabat keluarga juga merupakan sedekah, bahkan hingga hubungan suami istri juga dihitung sebagai sedekah. Karena pada dasarnya segala kebaikan yang kita lakukan terhadap orang lain, baik bersifat memberikan materi maupun non materi semuanya adalah sedekah.

  1. Keutamaan para sahabat yang memiliki kelebihan harta, dimana selain melaksanakan amal ibadah sebagaimana para sahabat lainnya, mereka juga selalu gemar berinfak shadaqah dengan kelebihan harta yang mereka miliki. Inilah yang menjadikan sebagaian sahabat lainnya yg miskin menjadi gusar, karena mereka tdk mampu bersedekah sebagaimana mereka bersedekah. Walaupun pada akhirnya Nabi Saw menghibur mereka dengan berbagai hal yang dapat menyamai pahala sedekah, namun tetap saja hal2 tersebut tdk dapat menyamai keutamaan dan pahala sedekah sebagaimana yang dilakukan para sahabat yang memiliki kelebihan harta. Jadi, tersirat adanya keutamaan dan keistimewaan orang yang selalu bersedekah dengan kelebihan rizki mereka, dan oleh karenanya kita sangat dianjurkan untuk mendawamkan sedekah dalam kehidupan kita.
  2. Sedekah utamanya diberikan kepada kerabat terdekat kita; semakin dekat dengan kita semakin baik. Berbeda dengan zakat yang semakin jauh penerimanya dengan kita adalah semakin bagus (secara kekerabatan). Maka tradisi “memberikan” uang lebaran kepada kerabat keluarga yg biasa dilakukan di hari raya, insya Allah bernilai sedekah jika diniatkan ikhlas sebagai sedekah krn Allah, bukan sekedar kesenangan dan bagi-bagi uang saja. Maka mari ikhlaskan niat utk saling memberi hanya karena Allah Swt yang insya Allah akan bernilai pahala yg mulia di sisi Allah kelak…Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: