Ramadhan Telah Terlewati, Apakah Lailatul Qadar Telah Menghampiri?

Ramadhan Telah Terlewati, Apakah Lailatul Qadar Telah Menghampiri?. Alhamdulillahirabbil alamin senantiasa kita panjatkan kepada Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberikan kenikmatan-kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya. Dan termasuk nikmat yang sangat besar yang baru saja kita rasakan bersama adalah nikmat menjalankan ibadah dan ketatan di bulan Ramadhan, bulan termulia. Di bulan ramadhan itu kita semua telah mendapatkan taufik dari allah SWT sehingga kita mau dan mampu untuk menjalankan puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, bersedekah, bersilaturrahim, tidak berbohong, tidak memfitnah, dsb.

Apabila Allah tidak berkenan memberikan taufiknya pasti kita tidak akan mau menjalankan semua ibadah itu. Seklai lagi mari kita memuji Allah dengan pujian yang paling agung sebagaimana pujian yang dikatakan oleh manusia terkasih, baginda Muhammad SAW.  Beliaulah kecintaan Allah yang juga harus kita cintai dengan sepenuhnya. Darinyalah seluruh kebaikan berasal. Barangsiapa yang menginginkan kebaikan dan kebahagiaan maka mendekatlah kepadanya. Lalu bagaimana cara mendekatkan diri kepadanya?, Yaitu dengan banyak membaca shalawat kepadanya membaca keteladaan dalam setiap perjalanan hidupnya, dan bersaha untuk mengikuti apa-apa yang menjadi sunnah-sunnahnya.

Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu Al-Qur’an oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril As. Di dalamnya mengandung pedoman hidup dan petunjuk kebahagiaan bagi orang yang mau memahami maknanya. Dan diantara petunjuk dan informasi di dalam Al-Qur’an yang telah disampaikan oleh nabi Muhammad kepada umatnya adalah informasi tentang adanya malam lailatul qadar. Satu malam diantara 30 malam di dalam bulan ramadhan yang mana beribadah di dalamnya bernilai pahala 1000 bulan.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti di malam tanggal berapa lailatul qadar itu turun. Hanya Allah yang mengetahui di malam keberapa ia akan turun, sedangkan nabi Muhammad hanya memberikan sedikit informasi mengenai hal itu. Barangkali Allah sengaja menyembunyikannya agar hamba-Nya tidak melewatkan meski hanya satu malam. Jika ia ingin mendapatkannya maka ia harus beribadah penuh selama 30 malam. Karena jika ia bisa menjaga ketigapuluh mala itu maka dipastikan ia mendapatkan malam lailatul qadar.

Setelah kita semua melewati bulan ramadhan kita bertanya-tanya pada diri kita, ‘apakah aku ini termasuk orang yang mendapatkan lailatul qadar atau tidak?’. Untuk mengetahui hal itu kita bisa memperhatikan diri kita sendiri, apakah setelah ramadhan amal ibadah kita yang meningkat atau kemaksiatannya yang meningkat. Apabila kita menjadi prbadi yang lebih baik dari sebelumnya maka kemungkinan kita telah mendapatkan lailatul qadar, namun apabila kita menjadi lebih buruk dari sebelumnya maka kemungkinan kita belum mendapatkannya.

Agar kita bisa mendapatkannya pada ramadhan yang akan datang maka mulaisekarang kita harus membiasakan diri kita dengan amal-amal ibadah agar ketika ramadhan telah datang kita tidak malas beribadah karena kita telah terbiasa.

Suatu keberuntungan bagi orang yang mendapatkan berkah Lailatul Qadar yang hanya terjadi setahun sekali. Apa saja tanda-tanda orang yang mendapatkannya?

“Tanda orang yang dapat ada 3:

Pertama, dia senantiasa ingin berusaha menjadi yang terbaik di mata Allah maupun kepada manusia. Selalu mengerjakan yang terbaik di mata Allah,” ujar Ustad H Ahmad Zaky ketika berbincang dengan detikRamadan.

Kedua, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar, dalam beribadah selalu merasa kurang. Padahal ibadah wajib, seperti salat dan puasa serta ibadah sunah seperti tahajud dan tarawihnya tidak pernah absen.

“Tapi merasa masih kurang saja, masih kurang. Ketiga, bila sehari-harinya dia bertemu dengan siapa pun baik atasan atau bawahan, dia senantiasa menjadi orang yang biasa-biasa saja. Tidak mentang-mentang seperti ‘Ini gue atasan lu’,” jelasnya.

Kemudian orang yang mendapat berkah Lailatul Qadar ini lebih ‘bersinar’ wajahnya dan enak dipandang. Namun tanda ini hanya bisa diketahui oleh orang-orang yang dekat kepada Allah.

“Bersinarnya bukan seperti sering facial ya, jangan diartikan seperti itu. Bersinar dalam arti wajahnya mencerminkan hati yang sejuk, jika dia bicara menyejukkan hati orang-orang yang mendengarnya,” tutur Zaky.

Dan orang yang mendapat lailatul qodar akan mengalami peristiwa spiritual, sensasi spiritual yang tidak bisa diceritakan dengan kata-kata. Pengalaman spiritual sifatnya pribadi dan pastinya akan sangat membekas di hatinya sehingga bertambah kuatlah keimanannya bertambah baik perilakunya karena orang yang beriman pastilah juga beramal shaleh. Artinya adalah ibadah-ibadah yang dilakukannya akan tercermin dari perilakunya sehari-hari seperti senang sedekah, mampu mengendalikan diri, dan lebih toleran pada seluruh manusia apapun agama, suku, golongannya.

Bukankah Nabi SAW diturunkan ke bumi untuk menyempurnakan ahlak? jadi sehebat apapun ibadah yang dilakukan jika tidak memiliki ahlak yang baik maka akan sia-sia belaka karena tidak memahami tujuan daripada ibadah itu sendiri. Ahlak itu sendiri diperlukan dalam upaya mewujudkan perdamaian di muka bumi karena salah satu arti Islam adalah perdamaian : damai kepada diri sendiri, damai kepada orang lain dan damai kepada Allah Penguasa Alam Semesta.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: