Puasa Para Nabi

Puasa Para Nabi. Kita semua adalah umat nabi yang terakhir, umat nabi akhir zaman yang dikatakan sebagai umat yang terbaik. Sudah sepantasnya kita bersyukur sebagai umat nabi makhluk termulia, nabi Muhammad SAW. Kita mengetahui syareat puasa dari hadiss-hadits nabi yang diampaikan oleh para ulama. Lalu kita menjalankannya sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasululillah SAW.

Akan tetapi apakah sama puasa kita dengan puasa nabi-nabi terdahulu, kita akan segera membacanya.

Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

Imam Al Alusi dalam tafsirnya menjelaskan yang dimaksud orang-orang sebelum kalian adalah para Nabi sejak masa Nabi Adam AS.

Inilah kisah puasa para Nabiyullah sebelum turun perintah puasa pada bulan ramadhan.

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ibadah puasa diwajibkan selama tiga hari setiap bulannya, seperti yang dilakukan oleh para Nabi tapi kewajiban ini dihapus dan diganti berpuasa pada bulan ramadhan.

Menurut Ibnu Abbas kaum Nashrani pada masa itu biasa berpuasa 10 hari diawal bulan dan 10 hari diakhir bulan dan mereka biasa berpuasa diantara musim dingin dan musim panas.

Dalam sebuah riwayat Nabi Adam AS. berpuasa pada 10 Muharram sebagai rasa syukur karena bertemu dengan isitrinya Siti Hawa dipadang Arafah.

Ada pula yang mengatakan Nabi Adam AS. berpuasa sehari semalam setelah diturunkan dari surga ke bumi. Nabi Adam juga berpuasa 40 hari 40 malam untuk mendoakan keturunannya, Nabi Adam juga berpuasa pada hari Jumat untuk mengenang peristiwa diturunkannya kemuka bumi dan Allah menerima taubat atas dosanya memakan buah Khuldi sebagaimana dikisahkan dalam sebuah hadits Nabi, “Sesungguhnya Allah menjadikan Adam pada hari Jumat, diturunkan ke bumi pada hari jumat, ia bertobat atas dosanya memakan buah khuldi pada hari Jumat dan wafat pun pada hari Jumat”. (HR. Bukhari)

Walaupun Al Quran dan hadits Nabi tidak menjelaskan secara detail bagaimana bentuk puasa Nabi Adam dan generasi sesudahnya tapi dari berbagai petunjuk diketahui bahwa Nabi Nuh AS. biasa berpuasa tiga hari setiap bulan mengikuti jejak ajaran puasa Nabi Adam AS.

Puasa seraya bertobat kepada Allah juga diperintahkan Nabi Nuh terhadap kaumnya saat terkatung-katung dalam perahu besar ditengah samudera. Setelah bencana banjir besar yang memusnahkan sebagian besar kaumnya.

Nabi Ibrahim AS. juga biasa berpuasa terutama saat hendak menerima wahyu, semua wahyu Allah kemudian dituangkan dalam suhuf Ibrahim, ajaran puasa Nabi Ibrahim kemudian dilanjutkan oleh putra-putranya Nabi Ismail dan Nabi Ishaq.

Nabi Yaqub AS. juga biasa dikenal berpuasa untuk mendoakan keselamatan putra-putranya terutama untuk keselamatan putra tersayangnya Nabi Yusuf AS.

Sedangkan Nabi Yusuf As. selalu berpuasa saat berada dalam penjara, kebiasaa berpuasa dilanjutkan saat menjadi pembesar kerajaan karena Nabi Yusuf selalu berkata: “Aku khawatir jika aku kenyang nanti aku akan melupakan perut fakir miskin”.

Lain lagi kisah Nabi Ayyub AS. yang berpuasa dalam kondisi kekurangan dan menderita penyakit selama bertahun-tahun sampai Allah melepas cobaan kesabaran pada Nabiyullah ini.

Beberapa hal tadi membuktikan bahwa ajaran puasa sudah tertulis dalam kitab-kitab terdahulu kitab Taurat, Zabur hingga Injil.

Puasa Nabi Daud As termasuk cara puasa yang masih dipakai dan populer hingga saat ini, puasa Nabi Daud dilaksakan sehari berpuasa sehari tidak, selain Raja Nabi Daud juga ahli perang yang berhasil menumbangkan prajurit raksasa Goliath.

Ajaran puasa Nabi Daud ini dilanjutkan oleh putranya Nabi Sulaiman As. dan nabi-nabi setelahnya.

Sementara Nabi Musa As. melaksanakan puasa yang lebih berat dari nabi-nabi lainnya. Nabi Musa berpuasa 40 hari 40 malam saat berada digunung Sinai untuk menerima 10 perintah Allah seperti yang tertulis dalam kitab perjanjian lama.

Setelah menjalankan puasa digunung Sinai Nabi Musa mengalami perubahan yang maha dahsyat dari wajahnya keluar cahaya yang menakjubkan karena ia berbicara dengan Allah Ta’ala.

Kata shoum digunakan dalam kitab perjanjian lama untuk menunjukkan makna yang sama seperti yang diyakini ummat Islam yaitu menghentikan aktifitas makan, minum dan menahan hawa nafsu dari berbuat dosa.

Inilah syariat puasa yang dijalankan para Nabi, puasa menjadi sarana untuk mendekatkan diri pada Allah dan untuk menjadi hamba-hambanya yang dicintainya. Wallahu a’lam.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dalam Abdullah bim Amr bin Ash Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah bersabda: “Shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Daud dan puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Daud, dia Daud tidur seperdua malam, bangun disepertiganya tidur lagi diseperenamnya dan berpuasa sehari serta berbuka sehari”. (HR. Bukhari)

Inilah dalil tentang keutamaan puasa Daud, jika memang mampu maka lakukanlah sehari berpuasa sehari berbuka, salah satu puasa yang dilarang adalah puasa dahar atau puasa setiap hari sepanjang tahun karena ditakutkan akan melupakan kewajiban dan mengabaikan hak orang lain serta hak tubuhnya sendiri.

Untuk puasa Sunnah Rasulullah mencontohkan berpuasa pada hari Senin dan Kamis suatu saat Rasulullah ditanya oleh para sahabat mengapa berpuasa pada hari Senin, Beliau menjawab ia adalah hari kelahiranku, hari aku diutus dan hari diturunkan Al Quran padakua. (HR. Muslim)

Tapi jangan diartikan hadits ini sebagai anjuran kita berpusa pada hari kelahiran sendiri, hadits ini hanya memaparkan keutamaan berpuasa pada hari senin.

Pada hadits lain Rasulullah juga bersabda: “Berbagai amalan diperhadapkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika Aku amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa”. (HR. Tirmidzi)

Sejatinya puasa bukan hanya mendapatkan lapar dan haus, menahan emosi dengan tetap menjalankan amaliah dalam berpuasa juga bukan tantangan ringan, menjaga wara’ dan kesabaran dalam berpuasa adalah keutamaan dalam berpuasa.

Walau pun marah dalam keadaan berpausa tidak membatalkan namun sangat dilarang oleh Rasulullah, dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa adalah membentengi diri, maka bila salah seorang kamu dihari dia berpuasa janganlah berkata kotor dan jangan teriak-teriak, dan jika seseorang memakinya atau mengajaknya bertengkar hendaklah ia mengatakan, sesungguhnya aku sedang berpuasa”. (HR. Bukhari-Muslim)

Rasulullah mengajarkan kita untuk mendahulukan puasa, semua hinaan, cacian dan tantangan orang untuk berkelahi sebaiknya diacuhkan demi menjaga wara’ dan ketaqwaan kita kepada Allah Azza wa Jalla karena ibadah puasa yang sedang dijalani sejatinya milik Allah jadi harus menjadi puasa yang terbaik.

Jauh lebih mudah untuk kita untuk menahan makan dan minum tapi dari kisah para Nabi kita dapat melihat bahwa puasa mendidik untuk menata emosi dan cara kita melihat taqwa.

Kewajiban berpuasa mengajarkan kita akan keikhlasan dari yang tadinya terpaksa berpuasa menjadi menikmati berpuasa, bahkan berpuasa menjadi sebuah kebutuhan akan ada rasa sedih ketika ramadhan hampir usai, rasa rindu muncul padahal berpisah dengan ramadhan pun belum, bisa jadi inilah manusia unggulan yang lulus dari ujian berpuasa.

Berpausa dibulan Ramadhan tidak diisi oleh ramainya makan pembuka dimeja makan, puasa satu hari tapi makannya bisa untuk dua hari, satu gelas es kelapa muda ditambah satu gelas es teh manis dan satu gelas kolak tersedia tiga gelas menanti satu jam sebelum berbuka, padahal satu kali teguk bisa jadi langsung mengeyangkan. Belum lagi jajanan ringan, dari gorengan tahu, serabi hangat dan aneka kue manis penuh tersusun rapi dalam satu piring besar, rasanya puasa kali ini sangat menyenangkan sekali.

Bagi mereka yang hanya berpikir soal perut dan dahaga semata, tidak ada yang salah  dari itu selama hakikat berpuasa tetap dijaga bahwa berpuasa adalah milik Allah, dipersembahkan untuk Allah maka jadikanlah puasa kita puasa yang terbaik, semoga Allah akan membalas puasa kita dengan rahmat terbaik bagi kita didunia dan diakhirat.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: