Muslim Harus Memilih Memiliki Tangan Di Atas Dari Pada Tangan Di Bawah

Muslim Harus Memilih Memiliki Tangan Di Atas Dari Pada Tangan Di Bawah. Semakin besar keimanan seseorang maka semakin besar pula sedekahnya. Abu Bakar As-Shiddiq adalah sahabat nabi Muhammad SAW yang memiliki keimanan yang paling besar, sehingga beliau mendapatkn gelar as-shiddiq (yang paling membenarkan pada kerasulan Muhammad SAW). Beliau ikhlas menginfakkan seluruh hartanya untuk dakwah Islam. Dan ketika ditanya bagaimana nanti istri dan keluarganya, beliau menjawab, ‘aku titipkan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya’.

Sahabat Umar bin Khattab adalah sahabat yang tingkat keimanannya berada satu tingkat di bawah sahabat Abu Bakar, dan beliau menginfakkan setengah dari hartanya untuk dakwah Islam. Subhanallah, meskipun sedekah adalah amal ibadah yang berat namun hati yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya akan mudah melakukannya, meskipun dengan jumlah yang sangat banyak.

Orang yang rela bersedekah memahami bahwa dirinya dan apa yang melekat padanya adalah miliknya dan ia nanti juga akan kembali kepadanya. Oleh karena itu ia tidak merasa memiliki harta bendanya, sehingga ia menjadi mudah untuk membantu orang lain dengan hartanya. Hartanya adalah milik Allah dan harus digunakan karena perintah Allah SWT. Bahkan Allah telah menjanjikan pahala yang berlipat ganda dari apa yang disedekahkan dengan ikhlas karena-Nya.

Allah SWT telah berfirman bahwa sedekah yang dikeluarkan dengan ikhlas bagaikan benih yang akan menumbuhkan tujuh ranting, dan setiap ranting akan menumbuhkan 100 biji, sehingga jumlahnya menjadi 700 biji bahkan lebih. Sedekah juga tidak akan membuat harta menjadi berkurang, tetapi justru akan bertambah banyak sebagaimana kesaksian dan pengalaman dari banyak orang.  Oleh karena itu salah apabila seseorang mau bersedekah setelah ia menjadi kaya, justru jika ia tidak bersedekah ia akan menjadi miskin. Bersedekahlah karena sedekah akan menjadikan seseorang menjadi kaya.

Seberapa pahala sedekah kita, seberapa berat kita mengeluarkannya. Jika kita memiliki uang Rp.10.000,- maka sulit baginya untuk bersedekah sebanyak Rp. 5.000,-, namun jika ia tetap mengeluarkan sedekah maka pahalabnya sangat besar. Berbeda dengan orang yang memiliki Rp.100.000,-, bersedekah Rp.5.000,- baginya sangat mudah sehingga pahalanya juga akan sedikit. Jika ia ingin menambah kualitas pahala sedekahnya maka ia harus mengeluarkn sedekah lebih banyak lagi.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَذْكُرُ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ عَنْ الْمَسْأَلَةِ، الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى، وَالْيَدُ الْعُلْيَا الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى السَّائِلَةُ (رواه مسلم)

Dari Abdullah bin Umar ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, sedangkan beliau berkhutbah di atas mimbar. Beliau menganjurkan sedekah dan melarang meminta-minta. Sabda beliau: “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang dibawah. Tangan di atas adalah tangan pemberi sementara tangan yang di bawah adalah tangan peminta-minta.” (HR. Muslim, hadits no. 1715).

Hikmah Hadits ;

  1. Sedekah berasal dari kata shadaqah yang secara bahasa tersusun dari huruf shad (ص), dal (د) dan qaf (ق) yang secara bahasa berarti benar dan jujur. Memberi sesuatu kepada orang lain, baik bersifat materi maupun inmateri dinamakan shadaqah yang berarti benar, adalah karena orang yang imannya benar, insya Allah dia akan rajin, rutin dan sering bershadaqah. Membenarkan hal ini adalah firman Allah Swt, dimana ketika orang diberi tangguh dari ajalnya, maka yang akan pertama dia lakukan adalah bersedekah ; “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS.  63 : 10)
  2. Selain merupakan tanda iman, shadaqah juga termasuk amalan terbaik, yang kelak akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt, bahkan hingga mencapai 700 kali lipatnya (sebagaimana substansi firman Allah Swt QS. 2 : 261). Dan juga bahwa tangan orang yang selalu bersedekah dan memberi, dia akan lebih baik dan lebih mulia dibandingkan dengan tangan orang yang selalu meminta atau menerima pemberian orang lain. Maka alangkah indahnya jika setiap kita senantiasa berusaha untuk selalu memberi atas kelebihan yang dia miliki. Karena ia akan menjadi yang terbaik di mata Allah Swt.
  3. Bahwa bersedekah, walaupun konotasi utamanya adalah pada mensedekahkan harta, namun sesungguhnya dia tidak harus berwujud harta. Beberapa riwayat menjelaskan, memberikan wajah ceria (senyuman) adalah sedekah, menyingkirkan duri dari jalanan juga sedekah, dan setiap kebaikan juga meripakan sedekah. Maka, bersedekahlah dengan “kelapangan” apapun yang Allah berikan kepada kita. Kita bisa bersedekah dengan harta benda kita, atau bersedekah dengan fikiran kita, dengan tenanga kita, dengan ilmu kita, dengan waktu kita, atau dengan apa saja yang kita miliki. Karena insya Allah setiap kebaikan yang ditujukan untuk orang lain, dengan makaud mengharap keridhaan Allah Swt adalah termasuk sedekah. Mudah2an kita semua termasuk ke dalam ahli shadaqah…Wallahu A’lam

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: