Muhammad Nabi Yang Termulia

Muhammad Nabi Yang Termulia. Makhluk yang paling mulia di muka bumi ini adalah Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW tidak menjadi mulia karena dirinya mulia, akan tetapi karena Allah berkehendak nanbi Muhammad menjadi mulia. Dialah kekasih Allah yang dipilih-Nya sejak zaman azali. Dan orang yang menjadi kekasih Allah dipastikan ia orang yang mulia.

Di dalam hadits dikatakan bahwa hal pertama yang diciptakan Allah akan nur muhammad (cahaya Muhammad). Dari hadits ini dapat disimpulkan bahwa Allah tidak menciptakan sesuatu yang pertama kecuali sesuatu itu pasti hal yang paling mulia. Di hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda, ‘aku adalah nabi yang terakhir kali diutus, tetapi aku yang pertama kali diciptaka’. Dikatakan pula di dalam hadits bahwa setelah Muhammad diciptakan, nabi Adam masih berupa lumpur.

Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa nabi Muhammad adalah nabi yang paling mulia diantara para nabi. Banyak hal lain yang menunjukkan kemuliaan nabi Muhammad SAW. Telah kita ketahui bersama bahwa satu-satunya nabi yang diijinkan Allah untuk sampai ke ‘Arsy Allah hanya nabi Muhammad SAW bersama dengan terompah yang dipakainya. Oleh karena itu oleh para kaum sholeh gambar terompah nabi muhammad SAW dapat dijadikan sebagai pelindung atas segala bahaya ketika dipakai oleh badan atau ditempelkan di suatu tempat dengan niat mencari berkah.

Kemuliaan nabi Muhammad diantara para nabi juga tampa ketika isra’ dari masjidil haram menuju masjidil aqsa. Ketika berada di Masjidil Aqsa arwah semua nabi diperintahkan Allah untuk melaksanaan shalat berjama’ah dan yang menjadi imamnya adalah Sayyidina Muhammad SAW. Tidak dijadikan imamnya para nabi kecuali ia adalah nabi yang paling mulia. Kemuliaan lainnya adalah keberadaan mukjizat Al-Qur’an yang masih bisa dijumpai oleh umatnya sampai saat ini dan sampai hari kiamat kelak. Hal ini berbeda dengan mukjizat nabi-nabi yang lain yang tidak kita jumpai saat ini.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فُضِّلْتُ عَلَى الْأَنْبِيَاءِ بِسِتٍّ أُعْطِيتُ جَوَامِعَ الْكَلِمِ وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمُ وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ طَهُورًا وَمَسْجِدًا وَأُرْسِلْتُ إِلَى الْخَلْقِ كَافَّةً وَخُتِمَ بِيَ النَّبِيُّونَ (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Aku diberi keutamaan dibandingkan denga  para nabi lainnya dengan enam perkara: pertama, aku diberi Jawami’ al-Kalim. Kedua, aku ditolong dengan rasa takut (yang dihunjamkan di dada-dada musuhku). Ketiga, ghanimah dihalalkan untukku. Keempat, bumi dijadikan suci untukku dan juga sebagai masjid. Kelima, aku diutus kepada seluruh makhluk. Keenam, para nabi ditutup dengan kerasulanku.” (HR. Muslim, hadits no. 812)

Hikmah Hadits ;
1. Keistimewaan kenabian Rasulullah Muhammad Saw dibandingkan dengan para Nabi dan Rasul shalawatullahi alaihim ajma’in lainnya. Hal ini sebagaimana disebutkan Nabi Saw dalam hadits di atas, bahwa beliau diberi enam keistimewaan dibandingkan Nabi dan Rasul lainnya, yaitu :

#1. Nabi Saw diberikan “jawami’ul kalam”, yaitu kalimat yang singkat, ringkas dan sederhana namun sarat akan nilai dan makna. Maka kita melihat banyak sekali redaksi hadits-hadits Nabi Saw yang singkat dan ringkas, namun maknanya luas dan mendalam.

#2. Nabi Saw dianugerahi “rasa takut para musuh-musuhnya”, khususnya ketika para musuh-musuh Allah Swt tersebut akan berperang melawan Nabi Saw dan para sahabat serta umat Islam. Mereka sudah akan dihantui rasa takut, jauh sebelum berperang melawan Nabi Saw, para sahabat dan umatnya.

#3. Dihalalkannya ghanimah bagi Nabi Saw dan umatnya. Ghanimah adalah harta yang ditinggalkan oleh pasukan kafir yang berperang melawan pasukan Islam di tengah2 medan pertempuran. Maka ghanimah tersebut dihalalkan bagi Nabi dan umatnya yang sebelumnya tidak dihalalkan bagi Nabi-Nabi terdahulu.

#4. Dijadikannya bumi suci sebagai masjid, di belahan bumi manapun. Artinya adalah bahwa Nabi Saw diberi keistimewaan oleh Allah Swt berupa semua tempat dan tanah diseluruh belahan dunia adalah suci bisa digunakan sebagai masjid. Dan hal ini tidak terjadi di masa para Nabi sebelim beliau.

#5. Nabi Saw diutus untuk seluruh umat manusia, mencakup seluruh suku dan bangsa, di seluruh penjuru dunia. Berbeda dengan para Nabi dan Rasul sebelum beliau, yang hanya diutus khusus untuk umatnya saja, bukan untuk seluruh umat manusia.

#6. Bahwa Nabi Saw merupakan penutup para Nabi dan Rasul, atau dengan kata lain bahwa Nabi Muhammad Saw adalah Nabi dan Rasul terakhir, yang tidak ada seorang Nabi dan Rasul pun sesudah beliau, hingga hari Kiamat kelak.

Itulah diantara keistimewaan Rasulullah Muhammad SAW yang tidak Allah berikan kepada Nabi dan Rasul sebelum beliau. Maka kita sebagai umat beliau, patutlah bersyukur kepada Allah Swt serta senantiasa mengucapkan shalawat kepada beliau, shallallahu alaihi wasalam.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: