Menjauhi Hal-Hal Yang Menjadikan Manusia Binasa

Menjauhi Hal-Hal Yang Menjadikan Manusia Binasa. Hidup di dunia hanya sekali. Tidak ada seorang pun yang akan dikembalikan lagi ke dunia untuk mengulangi kehidupannya setelah ia mati. Oleh karena itu waktu dan umur harus dimanfaatkan sebaik dan semaksimal mungkin. Karena pentingnya waktu sehingga tidak heran jika Allah sendiri bersumpah denagn waktu. Di dalam Al-Qur’an Allah berfirman, ‘demi masa!, sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, dan yang saling nasehat-menasehati dalam taqwa dan sabar.

Berkaitan dengan waktu manusia Rasulullah SAW juga bersabda, ‘tanda baiknya keislaman seseorang adalah dengan meninggalkan hal-hal yang tidak berguna’. Muslim yang baik tidak akan pernah menyia-nyiakan umurnya. Ia akan menggunakan waktunya untuk melakukan kebaikan, ibadah, dan segala hal yang mendatangkan kemanfaatan bagi sesama manusia dan alam sekitar. Muslim yang baik akan heran kepada orang yang menggunakan waktunya untuk maksiat. Bukankah apa yang dilakukannya malah akan mendatangkan murka Allah yang berakibat pada kebinasaannya. Bagaimana jika sedang melukakan maksiat, tiba-tiba malaikat Izra’il datang menghampirinya, bukankah ia akan mati dalam keadaan su’ul khotimah (akhir yang buru), dan ia harus siap menghadapi siksaan kubur yang sangat dahsyat, na’udlubillahi min dzaalik.

Oleh karena itu manusia dituntut oleh Allah untuk mnejadi pendakwah bagi diri dan keluarganya, Karena kehidupan memang tidak selamanya berjalan mulus. Adakalanya ia tergelincir hingga membutuhkan orang yang memegangi tangannya. Adakalanya ia terjatuh hingga ia membtuhkan orang yang mengangkatnya. Adakalanya ia tercebur lumpur hingga ia membutuhkan orang yang menarik tangannya lalu memandikannya. Adakalanya ia berbelok arah hingga membutuhkan petunjuk yang akan mengembalikannya pada jalan yang benar. Adakalanya ia salah jalan hingga ada yang mengingatkannya untuk berbalik kembali, dst.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَات،ِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُن؟َّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّه،ِ وَالسِّحْر،ُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيم،ِ وَأَكْلُ الرِّبَا، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Hendaklah kalian menghindari tujuh dosa yang dapat menyebabkan kebinasaan.” Dikatakan kepada beliau, “Apakah ketujuh dosa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan haq, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan pertempuran, dan menuduh wanita mukminah baik-baik berbuat zina.” (HR. Muslim, hadits no 129)

Hikmah Hadits ;
1. Ada 7 perkara yang harus dihindari oleh setiap orang yang beriman, yang apabila tidak dihindari maka akan dapat mencelakakan dan membinasakan dirinya, yaitu menyebabkannya mendapat siksa di dalam kobaran api neraka. Ketujuh perkara yang merupakan dosa besar tersebut adalah;

#1. Syirik, menyekutukan Allah Swt dengan menyembah sesuatu selain Allah Swt, atau menganggap ada yg dapat memberikan keselamatan atau kebaikan selain Allah Swt. Seperti meyakini benda2 yg dianggap keramat, meyakini hari, tanggal, nomer atau tempat2 tertentu yang dianggap membawa sial, dsb.

#2. Sihir, guna2, tenung dan yang sejenisnya. Perbuatan tersebut masih termasuk dalam kategori syirik kepada Allah Swt, karena umumnya dilakukan dengan menggunakan perantaraan dukun, yang mendatanginya saja dapat menyebabkan tidak diterimanya shalat selama 40 hari.

#3. Menghilangkan atau membunuh nyawa orang lain tanpa haq. Baik karena motivasi dendam, merampas harta, solidaritas pertemanan, dsb. Dalam Islam, hukuman bagi pembunuh adalah qishas, yaitu dihukum mati. Gambaran betapa besarnya dosa membunuh.

#4. Mengambil harta atau memakan harta milik anak yatim. Baik harta anak yatim peninggalan dari orang tuanya, maupun hasil pemberian orang lain. Masuk dalam kategori ini, “menjual” nama anak yatim untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

#5. Memakan riba, seperti mengambil bunga dari penyimpanan uang atau tabungan, depisito, di bank konvensional, hasil klaim dari asuransi konvensional, hasil investasi dari saham, reksadana yang non syariah, dsb.

#6. Meninggalkan medan pertempuran tanpa alasan syar’i yang jelas. Bahasa lainnya adalah lari dari medan pertempuran, baik pertempuran dalam makna peperangan fisik, maupun dalam makna yang lain, seperti meninggalkan medan dakwah, atau meninggalkan perjuangan Islam lainnya.

#7. Menuduh wanita muslimah yang shalihah berbuat zina. Karena dengan menuduhnya betarti ia telah mencederai kehormatannya dan menfitnahnya dengan keji. Dan dalam Islam, menuduh zina harus disertai dengan 4 orang saksi yg benar2 melihat langsung perbuatan zina tersebut. Jika tdk bisa mendatangkan saksi, maka si penuduh tidak akan pernah diterima persaksiannya seumur hidupnya.

  1. Maka hendaknya setiap muslim menjaga dan memelihara dirinya dari ketujuh perbuatan dosa besar di atas, agar tidak terjerumus ke dalam lembah kehinaan, khususnya di hari kiamat kelak.Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: