Menghindari Sikap Mengadu Domba Karena Akan Berakibat Pada Neraka

Menghindari Sikap Mengadu Domba Karena Akan Berakibat Pada Neraka. Islam berasal dari bahasa Arab Al-Islaamu yang berarti selamat dan damai. Inilah satu-satunya agama yang bersumber dari Tuhan yang diturunkan dari langit ke bumi dengan tujuan untuk menyelamatkan dan mendamaikan bumi. Seharusnya Islam itu memang mendamaikan bumi, tetapi jika sekarang kita menyaksiakan bannyaknya kelompok-kelompok islam yang bertikai itu karena pemeluk agama Islam yang tidak benar-benar memahami Islam.

Ketika Islam dijalankan oleh individu maka kedamaian akan dirasakannya sendiri, ketika Islam diterapkan dalam keluarga maka keluarga itu akan damai, dan ketika dijalankan oleh suatu masyarakat maka masyarakat itu akan diselimuti dengan kedamaian. Akan tetapi jika ada cacat atau ketidak sempurnaan dalam berislam maka kedamaiaan yang akan dirasakan nanti juga tidak akan sempurna. Sejauh mana kesempurnaan islam dijalankan maka sejauh itu pula kedamaian akan dirasakan, begitu pula sebaliknya.

Islam adalah agama yang sempurna sehingga ia tidak hanya mengatur hal-hal yang dzohir melainkan juga mengatur hal-hal yang batin. Islam memerintahkan berwudhu dengan air yang suci agar anggota wudhu yang dibasuh juga bersih dan suci, namun islm juga memrintahkan untuk mensucikan batinnya dengan menghidupkan niat yang baik, niat yang hanya karena Allah SWT. Islam memrintahkan shalat (yang merupakan perkara dzahir), namun ia juga memerintahkan untuk khusu’ (yang merupakan perkara batin). Allah memerintahkan sedekah (yang merupakan dzohir), namun ia juga memrintahkan untuk ikhlas (yang merupakan perkara batin). Perkara dzoir dan batin harus dijalankan secara sempurna dan beriringan, jika tidak maka Islamnya cacat sehingga kedamaian tidak akan tercapai dengan sempurna.

Hubungan seorang hamba dengan hamba yang lain juga harus dijalankan dengan baik sebagaimana hubungan hamba dengan Allah SWT. Jika tidak maka terjadi cacat dalam agamanya sehingga keselamatan dan kedamaian tidak dirasakan. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah mendapatkan laporan ada seorang wanita yang bagus dalam menjalankan hubungannya dengan Allah. Shalat sunnahnya rajin, puasa, wirid, bangun malam, dll, akan tetapi ia tidak bisa menjauhkan dirinya dari perbuatan menyakiti hati dan perasaan tetangganya. Sebagaimnaa puasanya, mulutnya juga tidak pernah berhenti untuk mneyakiti tetangganya. Ketika mendengar laporan itu lantas Rasulullah SAW bersabda, ‘ia termasuk penduduk neraka’, na’udlubillahi mindzalik.

Oleh karena itu hendaknya kita juga memperhatikan bagaimana mnejaga hubungan baik dengan sesama manusia sebagaimana menjaga hubungan baik denagn Allah SWT. Jika kita tidak menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, misalnya dengan mencaci, menjelekkan, memfitnah, merendahkan, mengadu domba, menyebarkan aib dan keburukan-keburukannya, maka pada hakikatnya kita juga sedang merusak hubungan baik kita dengan Allah SWT. Sehingga di akherat nanti kita akan dihadapkan pada pengadilan Allah yang maha dahsyat.

عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَجُلًا يَنُمُّ الْحَدِيث،َ فَقَالَ حُذَيْفَةُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ (رواه مسلم)

Dari Hudzaifah ra telah disampaikan kepadanya bahwa ada seorang laki-laki yang mengadu domba suatu pembicaraan, maka Hudzaifah berkata, “Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba’.” (HR. Muslim, hadits no 151)

Hikmah Hadits :
1. Dalam Islam, ada perbuatan2 yang bertentangan dengan konsekwensi dan prinsip-prinsip dasar keimanan, yang apabila dilakukan akan menyebabkan pelakunya dianggap “keluar” dari prinsip keimanan, atau bahkan diharamkan dari mendapatkan nikmat surga. Diantara perbuatan tersebut adalah namimah atau namam, yaitu perbuatan suka mengadu domba antara seorang muslim dengan muslim lainnya. Dia datang pada si A, lalu mengatakan bahwa si B begini dan begitu, kemudian ia datang pada si B dan mengatakan bahwa si A begini dan begitu, yang akibatnya terjadilah permusuhan diantara keduanya.

  1. Dalam hadits lainnya digambarkan betapa besarnya dosa orang yang suka mengadu domba, yaitu bahwa selain diharamkan dari surga, orang yang mengadu domba juga akan mendapatkan siksa di dalam kubur, sebagaimana digambarkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra,”Bahwa Rasulullah Saw melalui di dekat dua kuburan, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya keduanya (yg dikubur) ini sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan karena perkara besar. Yang satu disiksa karena tidak bersuci setelah buang air kecil, sementara yang satunya suka mengadu domba….” (Muttafaqun Alaih).
  2. Mengadu domba berarti merusak dan merobek persaudaraan diantara sesama umat Islam, dimana pada hakekatnya, persaudaraan tersebut hukumnya adalah wajib, karena sesama muslim adalah bersaudara. Lagi pula, dalam riwayat lainnya disebutkan oleh Nabi Saw, bahwa sesama muslim adalah haram; darahnya (yaitu haram saling menumpahkan darah), hartanya (yaitu haram saling mengambil harta antara satu dengan yang lainnya) dan kehormatannya (yaitu haram saling mencederai kehormatan sesama muslim). Dan mengadu domba, adalah pangkal dari rusaknya ketiga hal tersebut. Maka pantaslah bila disabdakan oleh Nabi Saw bahwa orang yg mengadu domba, tidak akan masuk ke dalam surga, karena perbuatannya bertentangan dengan prinsip dan konsekwensi keimanan kepada Allah Swt. Semoga Allah Swt menghindarkan kita dari sifat tercela ini. Amiiin Ya Rabbal Alamiin…Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: