Mengetahui Apa Makna Tawasul Menurut Bahasa Dan Istilah

Mengetahui Apa Makna Tawasul Menurut Bahasa Dan Istilah

Banyak orang Islam yang salah ketika memahami makna tawasul. Untuk mengetahui maknanya kita harus mengetahui terlebih dahulu arti tawasul secara bahasa dan secara syar’i. Setelah itu kami akan membahas banyak hal mengenai hukum tawasul dengan nabi Muhammad SAW.

Wasilah/tawasul secara bahasa berarti kedudukan, derajat, dan kedekatan. Seorang dikatakan bertawasul kepada Allah ketika ia melakukan suatu perbuatan yang mengantarkannya mendekat kepada Allah SWT. Oleh karena itu bertawasul harus dilakukan dengan praktek ibadah. Wasilah juga berarti hubungan -yang bentuk jamaknya adalah wasa’il (lisaanul ‘arob, Ibnu Mandzur).

Makna tawasul secara syar’i tidak berbeda jauh dengan makna tawasul secara bahasa. Tujuan hidup hakiki setiap muslim adalah untuk mendekat kepada Allah SWT dan memperoleh rahmat-Nya. Diantara bagian dari rahmat Allah SWT kepada umat manusia adalah Ia menciptakan berbagai macam bentuk ibadah yang menjadi jalan untuk mendekat kepada-Nya.

Setiap muslim bebas memilih ibadah mana yang ia sukai ketika ia hendak mendekat kepada Allah. Ketika seorang muslim sedang melaksanakan shalat, maka ia sedang mendekat kepada Allah dengan cara shalat. Dan berarti is sedang bertawasul dengan cara shalat.

Kitab suci al-Qur’an telah menganjurkan manusia untuk melakukan tawasul dan mendekat kepada Allah SWT. Allah menyebutkan lafadz wasilah pada dua tempat. Yang pertama firman Allah,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya. (QS. Al-Maidah: 35).

Dan yang kedua firman Allah,

أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. (QS. Al-Isra’:57)

Prof. Dr. Ali Jum’ah, Al-bayan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: