Mengapa Harus Memilih Akherat Dari Pada Dunia?

Mengapa Harus Memilih Akherat Dari Pada Dunia? Allah adalah Tuhan yang berkehendak melakukan apa saja. Tidak ada makhluk apa pun yang bisa mencegah keinginan Allah SWT. Semua yang diinginkan-Nya pasti terjadi dan terlaksana. Allah berkehendak untuk menciptakan alam semesta dari yang semula tidak ada. Allah menciptakan makhluk-makhluk yang mengisi alam-Nya. Ada malaikat, iblis, jin, manusia, hewan, tumbuhan dll. Setiap makhluk menempati alamnya masing-masing.

Aada makhluk yang ditundukkan hanya untuk taat dan menyembah kepada Allah, mereka adalah malaikat. Allah tidak meletakkan hawa nafsu di dalam diri mereka, sehingga mereka dengan tanpa berat bisa terus-menerus bersujud dan menyucikan Allah SWT. Ada iblis yang oleh Allah diciptakan untuk senantiasa menggoda manusia dari jalan yang benar, agar manusia terjerumus pada jalan yang salah dan akhirnya masuk ke dalam neraka bersama denagn kaum iblis.

Ada hewan dan tumbuhan yang diciptakan Allah untuk kemanfaatan umat manusia. Sebagian hewan dan tanaman dijadikan Allah sebagai makanan untuk kelangsungan kehidupan manusia di dunia. Ada sebagian lagi yang berguna sebagai bahan tempat tinggal, pakaian, obat-obatan dan keperluan-keperluan lainnya. Sedangkan manusia dan jin diciptakan oleh Allah untuk menyembah kepada-Nya dengan tanpa paksaan untuk tunduk (sebagaimana yang terjadi pada Malaikat). Karena Allah juga mneciptakan hawa nafsu disamping menciptakan hati. Manusia harus memilih antara kebaikan atau keburukan, memilih antara kesenangan sessaat atau kesenangan yang kekal abadi, antara surga atau neraka. Karena sebab adanya hawa nafsu di dalam dirinya maka mereka agak merasa berat untuk melaksanakan ibadah dan ketaatan. Dan jika mereka telah benar-benar mengalahkan nafsunya dan memilih kebaikan maka mereka akan mendapatkan pahala dan derajat yang melebihi derajat yang diperoleh oleh malaikat.

Dunia adalah alam yang Allah khususkan untuk umat manusia. Di dalamnya manusia akan terus diuji, apakah ia layak untuk mendapatkan surga atau tidak. Apakah ia berhak untuk menjadi manusia yang layak dimuliakan di akherat nanti atau tidak. Apakah ia berhak untuk mendapatkan kenikmatan yang tiada batas atau tidak. Apakah ia berhak berdekatan dengan Allah dan para utusan-Nya atau tidak. Manusia yang cerdas tentu akan memilih kenikmatan yang kekal abadi di surga meskipun ketika di dunia ia harus menanggung kesabaran yang tidak mudah.

عن مُسْتَوْرِدًا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاللَّهِ مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ، وَأَشَارَ يَحْيَى بِالسَّبَّابَةِ فِي الْيَم،ِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِع (رواه مسلم)

Dari Mustaurid ra (beliau adalah salah seorang dari bani Fihr) berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Demi Allah, tidaklah dunia ini dibandingkan dengan akhirat, kecuali hanya sebanding dengan jari telunjuk salah seorang dari kalian yang dimasukkan ke dalam lautan samudra,  maka perhatikanlah apa yang terbawa di jari tersebut?.” (HR. Muslim, hadits no. 5101)

Hikmah Hadits ;

  1. Dunia dan segala pernak pernik dan kemilaunya adalah pesona yang menipu dan memperdaya manusia. Siapapun dia, selagi dia masih merupakan seorang manusia, baik laki2 maupun perempuan, tua maupun muda, besar maupun kecil, mengerti ilmu agama ataupun awam terhadap ilmu agama, semuanya punya daya tarik yang sama, yaitu terpesona dengan kemilaunya dunia. Dunia dalam maknanya yang luas tidak hanya terbatas pada harta bendanya saja, namun mencakup pada 5-Ta, yaitu ; harta, tahta, wanita, kata (pujian dan eksistensi) dan cinta (popularitas, dicinta dan di elu-elukan dimana-mana).
  2. Itulah dunia, dengan segala kemilau dan pesonanya yang kerap kali menjadi sumber perpecahan dan sumber malapetaka. Siapa yang tidak terpesona melihat uang yang melimpah ruah? Mobil yang mewah? Rumah yang megah? Wanita cantik yang senyumnya merekah? Pujian dari banyak orang yang membuat perasaan bangga dan membuncah? Atau juga dicintai dan dipuja-puji banyak orang di seluruh tempat dan wilayah? Itulah dunia, yang terkadang dapat membuai manusia hingga membuat suami istri bertengkar karenanya, saudara kandung saling gontok-gontokan olehnya, teman sekantor saling konflik akibatnya,  bahkan bisa terjadi organisasi Islam dan lembaga Da’wah, terpecah belah dan “terkubu-kubu-kan” lantarannya.
  3. Padahal, jika dibandingkan dengan akhirat, kehidupan dunia dengan segala kemilau dan pesona yang tersimpan di dalamnya; hartanya, tahtanya, wanitanya, katanya dan cintanya, pada hakekatnya hanyalah seumpama jari telunjuk yang dicelupkan ke dalam luasnya lautan samudra yang membentang. Maka air yang tersisa dan melekat di jari telunjuk kita diantara luasnya air samudra adalah ibarat dunia dan segala isinya. Sementara bentangan air laut dan samudra nan membentang dari timur ke barat, utara dan selatan, adalah kebahagiaan dan keaenangan kehidupan akhirat yang abadi dan kekal selamanya.

Masya Allah…jika kita mau jujur, betapa ternyata telah jauh kita terperdaya dengan kehidupan dunia. Pagi, siang, sore dan malam, kita letih lantaran berlari mengejar dunia…Ya Allah.. ampunilah kami.. Tunjukilah jalan kami, agar kami dan keluarga kami terhindar dari tipu daya dan kemunafikan-kemunafikan kehidupan dunia….

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: