Mencintai Allah Dengan Cara Mencintai Manusia

Mencintai Allah Dengan Cara Mencintai Manusia. Salah satu sifat Allah adalah ar-rahman (pengasih). Allah senang memunculkan sifatnya yang maha pengasih dan penyayang dari pada sifat-Nya yang lain yang maha memaksa atau yang maha perkasa. Hal ini ditunjukkan dalam permulaan surat Al-Qur’an yang diawali dengan ayat bismillahi ar-rahmani ar-rahiim (dengan nama Allah yang Maha Pengasih Dan Penyayang). Umat Islam juga diperintahkan Allah untuk memulai segala segala sesuatu dengan bismillahi ar-rahmani ar-rahiim. Dikatakan di dalam hadits bahwa barangsiapa yang memulai aktifitasnya tanpa memulainya dengan bismillahi ar-rahmani ar-rahiim maka ia termasuk orang yang terputus (dari rahmat/kasih sayang Allah).

Uraian di atas menunjukkan bahwa Allah senang diketahui dengan sifat kasih sayang-Nya, karena pada kenyataannya Allah memang Dzat yang Maha Kasih dan sayang melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya bahkan kasih sayang makhluk apapun. Jika Allah tidak memiliki sifat kasih sayang maka Allah akan langsung menghukum orang yang menyekutukan-Nya atau orang yang berbuan maksiat kepada-Nya, tetapi nyatanya rizkinya masih terus mengalir kepada umat manusia, baik yang muslim, yang kafir, dan yang fasik. Jika Allah tidak memiliki kasih sayang yang besar maka Allah akan mencabut rasa nikmat dalam maksiat, akan tetapi Allah masih memberikan rasa nikmat dalam perbuatan-perbuatan maksiat itu. Jika Allah tidak luas kasih sayang-Nya maka Allah akan menolak taubat dari para pendosa dan orang-orang yang gemar berbuat dzolim, namun nyatanya Allah masih memberikan kesempatan taubat sampai batas sabelum sakaratul maut meskipun dosanya sebesar gunung dan kedzolimannya memenuhi langit dan bumi.

Apabila Allah saja maha sayang kepada manusia-manusia yang terus menerus berbuat salah pada-Nya, mengapa kita tidak bisa berbuat sayang kepada saudara kita sesama manusia. Bukankah mereka tidak pernah menyakitimu, bukankah mereka hanya membuat kesalahan-kesaahan yang kecil, bukankah mereka tidak terus-menerus menyaktimu. Sesungguhnya Allah sangat sayang kepada orang yang senang mengasihi saudaranya. Jika engkau memang tidak bisa menyayangi manusia maka jadikan Allah sebagai alasan perbuatan sayangmu pada orang lain. Bukanlah engkau membutuhkan kasih sayang Allah?, bukankah membutuhkan selamat dari segala bentuk kejahatan?, bukankah engkau membutuhkan selamat dari siksa nereka?, bukanlah kalian butuh masuk ke dalam surga?, bukankah engkau butuh pada ridlo Allah SWT?. Oleh karena itu sayangilah manusia.

Apa yang kita lakukan maka itu pula yang akan kita dapatkan. Jika kita menyayangi manusia maka kita juga akan disayang oleh manusia, bahkan kita akan disayang oleh Malaikat, disayang oleh para nabi, dan Allah SWT. Namun jika kita membenci manusia maka kita juga akan dibenci oleh manusia, dibenci oleh Malaikat, para nabi, dan oleh Allah SWT. Dibenci oleh manusia saja kita merasa hidup kita tidak nyaman, apalagi jika dibenci oleh Allah SWT. Jika kita masih terasa berat untuk menyayangi mungkin kita masih belum sadar dan terbuka mata hati kita bahwa sesungguhnya segala apa yang ada di dunia ini adalah makhluk ciptaan Allah yang harus dijaga, diperlakukan dengan baik, dihormati dan disayangi. Dan salah satu cara untuk menyayangi Allah adalah dengan cara manyayangi makhluk-makhluk-Nya, dan makhluk Allah yang terbaik adalah manusia.

عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرْحَمُ اللَّهُ مَنْ لَا يَرْحَمُ النَّاسَ (رواه اليخاري)
Dari Jarir bin Abdullah ra berkata, “Bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Allah tidak akan menyayangi seseorang yang tidak menyayangi sesama manusia.” (HR. Bukhari)

Hikmah Hadits :

  1. Anjuran menebar rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama manusia. Karena mengasihi sesama manusia adalah salah satu tanda keimanan seseorang dan orang yang menyayangi sesama manusia, maka kelak ia akan mendapatkan cinta dan kasih sayang dari Allah Swt.
  2. Diantara bentuk dan wujud rasa kasih sayang sesama manusia adalah dengan cara mencintai dan mengasihi keluarga, ramah, memberikan senyuman, saling tegur sapa, mengucapkan salam, saling menanyakan kabar, saling bantu dan tolong menolong antara sesama muslim, care terhadap musibah dan penderitaan orang lain dsb. Nabi Saw bahkan digambarkan, dalam riwayat dari Abu Hurairah ra berkata; “bahwa Rasulullah Saw pernah mencium Hasan bin Ali sedangkan disamping beliau ada Aqra’ bin Habis At Tamimi yg sedang duduk, lalu Aqra’ berkata; “Sesungguhnya aku memiliki sepuluh orang anak, namun aku tidak pernah mencium mereka sekali pun, maka Rasulullah Saw memandangnya dan bersabda: “Barangsiapa yang tidak mengasihi maka ia tidak akan dikasihi.” (HR. Bukhari)
  3. Saling menyayangi akan mendapatkan keutamaan yang banyak, selain akan mendapatkan cinta dan kasih sayang dari Allah Swt, ternyata juga akan mendapatkan cinta dan kasih sayang dari para penghuni langit, yaitu para Malaikat yang mulia. Nabi Saw bersabda, ‘…berkasih sayanglah kepada siapapun yang ada dibumi, niscaya akan mengasihi kalian Yang ada di langit.”(HR. Tirmidzi)Wallahu A’lam

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: