Manusia Sangat Mencinta Harta, Dan Tega Mendzolimi Saudaranya

Manusia Sangat Mencinta Harta, Dan Tega Mendzolimi Saudaranya. Ada ayat Al-Qur’an yang mengatakan bahwa manusia itu sangat cinta kepada harta. Memang tidak bisa dipungkiri, semua manusia mulai dari anak-anak sampai usia lanjut sangat mencintai perhiasan duniawi. Hal ini karena Allah meletakkan syahwat ke dalam diri mereka, dan ia selalumengajak tuannya untuk mencintai sesuatu selain Allah. Dan ketika ia mencintai selain Allah maka di dalam hatinya tidak ada lagi cinta kepada Allah dan ia akan melupakan ibadah kepada-Nya.

Syahwat adalah ujian bagi manusia. Barangsiapa yang menuruti keinginanya maka ia akan dimurkai Allah dan siapa yang menolak keinginanya ia akan disayang Allah. Karena tidak ringannya perjuangan melawan nafsu syahwat hingga nabi mangistilahkannya dengan jihad. Diriwayatkan dalam hadits bahwa ketika nabi dan para sahabatnya pulang dari sautu peperangan, nabi berkata, ‘kita telah pulang dari jihad kecil pada jhad yang besar’. Para sahabat bertanya, ‘apa itu jihad yang besar wahai Rasulullah!’, nabi menjawab, ‘itulah jihad melawan hawa nafsu’.

Setiap orang memiliki kecenderungan nafsu yang berbeda-beda. Ada yang sangat mencintai harta, hingga seluruh waktunya hanya ia gunakan untuk mengumpulkan harta. Meskipun simpanannya telah menggunung ia tetap tidak berhenti mengejar harta. Oleh karena itu dikatakan bahwa ketika manusia telah memiliki segunung emas ia tidak akan merasa puas dengannya, ia akan terobsesi untuk mendapatkan gunung emas yang kedua. Ketika kedua gunung emas telah dikuasainya ia masih belum puas dan mencari yang ketiga, dan begitu seterusnya.

عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ وَرَجُلٌ مِنْ كِنْدَةَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ الْحَضْرَمِيُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَذَا قَدْ غَلَبَنِي عَلَى أَرْضٍ لِي كَانَتْ لِأَبِي، فَقَالَ الْكِنْدِيُّ هِيَ أَرْضِي فِي يَدِي أَزْرَعُهَا لَيْسَ لَهُ فِيهَا حَق،ٌّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْحَضْرَمِيِّ أَلَكَ بَيِّنَة؟ٌ قَالَ لَا، قَالَ فَلَكَ يَمِينُه،ُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الرَّجُلَ فَاجِرٌ لَا يُبَالِي عَلَى مَا حَلَفَ عَلَيْهِ وَلَيْسَ يَتَوَرَّعُ مِنْ شَيْء،ٍ فَقَالَ لَيْسَ لَكَ مِنْهُ إِلَّا ذَلِكَ، فَانْطَلَقَ لِيَحْلِف،َ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا أَدْبَرَ، أَمَا لَئِنْ حَلَفَ عَلَى مَالِهِ لِيَأْكُلَهُ ظُلْمًا لَيَلْقَيَنَّ اللَّهَ وَهُوَ عَنْهُ مُعْرِضٌ (رواه مسلم)

Dari Alqamah bin Wail dari bapaknya dia berkata, “Ada seorang laki-laki dari Hadramaut dan dari Kindah mendatangi Nabi Saw. Lalu orang Hadramaut itu berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang ini telah mengalahkanku atas tanah milikku yang dahulu milik bapakku.’ Maka orang Kindi pun berkata, ‘Itu adalah tanahku yang berada dalam genggamanku, dan aku telah menanaminya, maka dia tidak memiliki hak atasnya.” Maka Rasulullah Saw kemudian bertanya kepada orang Hadramaut tersebut: ‘Apakah kamu memiliki bukti? ‘ Dia menjawab, ‘Tidak’. Beliau bersabda: ‘Kamu mendapatkan sumpahnya.’ Lelaki dari Hadramaut itu pun berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ia (orang Kindi) adalah seorang laki-laki durhaka, yang tidak akan mengindahkan atas sesuatu yang dia sumpahi, karena dia tidak akan takut terhadap sesuatu pun.’ Maka Beliau bersabda: ‘Kamu tidak mendapatkan darinya kecuali sumpahnya itu.’ Ketika laki-laki dari Kindi itu akan bersumpah, maka Rasulullah Saw bersabda kepadanya, ‘Ketahuilah, jika dia bersumpah untuk menguasai hartanya dengan zhalim, maka ia kelak akan bertemu Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya’.” (HR. Muslim, hadits no. 199)

Hikmah Hadits :

  1. Kecenderungan manusia terhadap harta pada dasarnya adalah fitrah yang Allah anugerahkan kepada setiap manusia. Namun terkadang, manusia sering digelapkan dengan nafsu syahwat terhadap harta, lantaran tiada pernah puas dengan apa yang telah didapatkannya. Sehingga acap kali ia gelap mata, lalu menempuh jalan yang salah, demi mendapatkan harta semata.
  2. Diantara cara dalam mengambil harta secara haram adalah dengan “mengklaim” kepemilikan satu aset yang sebenarnya bukanlah miliknya, agar dapat berpindah tangan menjadi miliknya. Terlebih jika klaim tersebut disertai dengan “sumpah” membawa nama Allah Swt, sekedar sebagai pembenaran atas ambisinya terhadap harta tersebut dengan cara yang batil, sebagaimana disebutkan dalam riwayat di atas. Maka, jika seseorang sudah berani bersumpah atas nama Allah demi harta, maka kelak ia akan langsung berhadapan dengan Allah Swt pada hari kiamat kelak.
  3. Jika ia benar dengan sumpahnya atas harta yang diklaimnya tersebut, maka ia akan bisa selamat dari murka dan azab Allah Swt. Namun bila ia ternyata berdusta dengan menggunakan nama Allah hanya demi harta dunia, maka kelak di akhirat Allah tiada sudi untuk berjumpa dengannya, kecuali dalan keadaan murka. Maka oleh karenanya, hendaknya kita harus bisa mengndalikan nafau syahwat terhadap harta, agar terhindar dari mengambil harta secara batil. Dan mudah2an kita semua senantiasa diberikan oleh Allah Swt harta yang halal, thoyib dan berkah… Amiiin Ya Rabbal Alamiin.Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: