Kebaikan Kecil Adalah Besar Dan Penting Untuk Kehidupan Akherat

Kebaikan Kecil Adalah Besar Dan Penting Untuk Kehidupan Akherat. Allah adalah Dzat yang Maha Pemurah sehingga setiap kebaikan yang dilakukan oleha hamba-Nya akan dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang banyak dan berlipat ganda. Bahkan setiap hal yang mubah apabila diniatkan karena Allah maka itu bernilai pahala. Makan dan minum adalah perkara mubah yang tidak bernilai pahala, namun jika sebelum makan dan minum kita berdoa lalu berniat mensyukuri nikmat Allah maka itu bernilai pahala. Tidur dan istirahat juga hal mubah, namun jika ia seseorang berniat dengan tidur ia bisa sejenak berhenti dari maksiat, atau untuk menyegarkan badan agar ia dapat melakukan ketaatan selanjutnya, maka tidurnya akan bernilai ibadah.

Bercengkrama adalah hal yang mubah, namun jika ia berniat untuk menyenangkan hati orang yang diajak bercengkrama maka akan bernilai ibadah, apalagi di dalam cengkrama itu ada nasehat-nasehat untuk mengingat Allah SWT. Bernyanyi juga termasuk hal yang mubah, namun jika di dalam nyanyian itu ia melantunkan syair shalawat yang mengandung puji-pujian kepada baginda nabi Muhammad SAW maka tentu akan bernilai pahala yang banyak, sebagaimana pahala orang yang membaca shalawat.

Jalan-jalan di sekeliling juga meruapakan hal mubah yang bisa menjadi ibadah, yaitu dengan cara dengan jalan-jalan ini ia berniat melihat tanda-tanda kekuasaan Allah di dalam mahluk-makhluk-Nya yang tersebar di muka bumi ini. Memelihara burung juga bisa menjadi ibadah jika dengan burung itu ia bisa semakin merasakan keagungan Allah melalui keindahan bulu dan suaranya. Memberi makan untuk binatang juga ibadah yang diberi balasan.

Tidak ada yang tidak bisa menjadi ibadah. Semua kegiatan manusia bisa bernilaipahala asal diniati karena Allah. Dikatakan di dalam hadits bahwa segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Jika ia berniat karena Allah maka ia akan mendapatkan Allah (pahala dan suega), namun jika ia berniat dunia maka ia juga akan mendapatkan dunia (sedangkan di akherat ia tidak mendapatkan bagian apa-apa).

Niat karena Allah berbanding terbalik dengan hawa nafsu. Orang yang belum mendidik nafsunya akan berat melakukan sesuau karena Allah. Jika ia makan pasti ia makan karena nafsunya. Jika ia minum pasti karena nafsunya. Jika tidur juga karena nafsunya. Jika bercengkrama dengan kawan-kawannya juga dengan nafsunya, sehingga seringkali apa yang keluar dari mulutnya itu kata-kata kotor yang tidak enak di dengar, gunjingan, celaan, fitnah, dll. Bahkan bagi orang yang telah menjadi budak nafsu, ibadah ritual pun bisa tidak menjadi ibadah. Ia mengerjakan shalat karena agar dianggap sebagai orang sholeh. Ia berpuasa untuk mendapatkan pujian, ia bersedekah agar dianggap dermawan, ia naik haji agar dipanggil pak haji, dll.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk ke dalam hamba-hamba-Nya yang mampu menundukkan hawa nafsu dan bisa meniatkan segala aktivitasnya karena tujuan mencari Ridha Allah SWT.

عن عَائِشَةَ تَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِي آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلَاثِ مِائَةِ مَفْصِلٍ، فَمَنْ كَبَّرَ اللَّهَ، وَحَمِدَ اللَّه،َ وَهَلَّلَ اللَّهَ، وَسَبَّحَ اللَّهَ، وَاسْتَغْفَرَ اللَّهَ، وَعَزَلَ حَجَرًا عَنْ طَرِيقِ النَّاسِ، أَوْ شَوْكَةً أَوْ عَظْمًا عَنْ طَرِيقِ النَّاسِ، وَأَمَرَ بِمَعْرُوفٍ أَوْ نَهَى عَنْ مُنْكَرٍ، عَدَدَ تِلْكَ السِّتِّينَ وَالثَّلَاثِ مِائَةِ السُّلَامَى، فَإِنَّهُ يَمْشِي يَوْمَئِذٍ وَقَدْ زَحْزَحَ نَفْسَهُ عَنْ النَّارِ  (رواه مسلم)

Dari Aisyah ra berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya setiap manusia dari anak cucu Adam terlahir dengan tiga ratus enam puluh ruas persendian. Barangsiapa yang bertakbir, bertahmid, bertahlil, bertasbih serta memohon ampun Allah, menyingkirkan bebatuan, duri-durian atau tulang belulang dari jalan yang biasa dilewati manusia, serta menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar adalah sebanding dengan tiga ratus enam puluh jumlah persendian kebaikan. Sungguh pada hari itu ia akan berjalan sedang ia telah menjauhkan dirinya dari adzab api neraka.” (HR. Muslim, hadits no. 1675).

Hikmah Hadits :
1. Setiap kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim yang ditujukan untuk mendapatkan keridhaan Allah Swt baik berupa tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar,  menyingkirkan duri, batu, tulang belulang dari jalanan, menganjurkarkan yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran, serta segala kebaikan lainnya akan dihitung sebanyak 360 kali kebaikan sama persis dengan jumlah seluruh ruas persendian dalam diri manusia.

  1. Bahwa setiap kebaikan yang dilakukan seseorang apapun bentuknya, maka selain akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt menjadi 360 kali kebaikan, ternyata juga akan menjadi penyebab dihindarkannya ia dari api neraka.
  2. Maka alangkah indahnya apabila dalam keseharian kita, atau dalam setiap detik waktu yang menghantarkan kita pada perputaran zaman, senantiasa kita iringi dengan segala bentuk amal kebajikan, karena dengan demikian insya Allah akan menjadikan kita mendapatkan dua kebaikan sekaligus, yaitu dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt menjadi 360 kebaikan dan dihindarkannya kita dari dahsyatnya azab neraka…Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: