Islam Sangat Memperhatikan Kebersihan Dzohir Maupun Batin

Islam Sangat Memperhatikan Kebersihan Dzohir Maupun Batin. Allah adalah Tuhan menyukai kebersihan, hal ini ditunjukkan dengan firman-Nya, ‘sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang yang membersihkan diri. Kebersihan mencakup dua hal yaitu kebersihan dzohir dan kebersihan batin. Perintah Allah mengenai kebersihan mencakup keduanya, kebersihan dzohir ditunjukkan dengan perintah untuk membersihkan najis dan bersuci dari hadats kecil dan hadats besar. Adapun kebersihan batin ditunjukkan dengan ayat AL-Qur’an, ‘sungguh beruntung orang yang membersihkan hatinya. Karena kebersihan dzohir saja tidaklah cukup bagi seorang muslim karena hadits nabi mengatakan, ‘sesungguhnya Allah tidak melihat pada dzohir kamu tetapi Allah melihat pada batinmu’.

Menjaga kebersihan badan dan hati harus menjadi tugas setiap orang yang beriman setiap hari. Ia harus berusaha agar ia senantiasa terhindar dari kotoran badan dan hati. Sebagaimana kotoran akan mengakibatkan penyakit pada badan, maka kotoran hati juga bisa menimbulkan penyakit hati. Oleh karena itu apabila dalam perjalanan hidupnya seseorang terkena kotoran maka ia harus segera membersihkannya, agar kotoran itu tidak semakin menumpuk dan menimbulkan bahaya pada dirinya. Jika kotoran jasmani cara membersihkannya dengan dibasih menggunakan air yang suci, maka kotoran hati cara menghilangkannya dengan dzikir dan beribadah kepada Allah. Di dalam hadits dikatakan bahwa ikutilah keburukan dengan kebaikan karena kebaikan itu akan menghapus keburukan.

Semua jenis ibadah berpotensi untuk menghapus dosa-dosa yang lalu. Bacaan tahmid, tasbih, tahlil, dan takbir, puasa, haji dan umrah, sedekah, membaca Al-Qur’an, menyebarkan ilmu, menyenangkan hati orang yang sedang kesusahan, dst. Ada banyak dalil-dalil yang menunjukkan bahwa puasa satu hari tertentu akan menghapus dosa satu tahun yang lalu dan yang akan datang. Dan disamping menghapus dosa suatu ibadah tertentu memiliki nilai pahala yang besar sehingga hal ini akan bisa mengalahkan kadar dosa-dosa yang telah dilaukannya. Seperti dikatakan di dalam hadits bahwa apabila seseorang mampu menahan diri dari membicarakan urusan duniawi dan mengisinya dengan ibadah antara maghrib dan isya’ maka seolah-olah ia telah beribadah belasan tahun, dsb.

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآَنِ أَوْ تَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْض،ِ وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَان،ٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْك،َ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا (رواه مسلم)

Dari Abu Malik al-Asy’ari ra, “Bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Kebersihan adalah setengah dari keimanan, (dzikir) alhamdulillah akan memenuhi timbangan, (dzikir) subhanallah dan alhamdulillah keduanya, atau salah satunya akan memenuhi apa yang ada antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah petunjuk, kesabaran adalah sinar, dan al-Qur’an adalah hujjah untuk amal kebaikanmu dan hujjah atas amal kejelekanmu. Setiap manusia adalah berusaha, maka ada orang yang menjual dirinya sehingga membebaskannya atau menghancurkannya.” (HR. Muslim, hadits no. 328)

Hikmah Hadits ;

  1. Bahwa Islam adalah agama yang didirikan di atas tonggak kebersihan. Semua ibadah yang dilaksanakan, harus didahului dengan proses thaharah (pembersihan diri/ bersuci). Dan semua ibadah yang dilakukan juga memiliki tujuan untuk membersihkan diri dari segala dosa dan noda dalam kehidupan. Sehingga kelak ia bisa bertemu Allah Swt dalam keadaan bersih dan suci baik secara lahir maupun bathin. Ada beberapa cara untuk membersihkan diri sebagimana dijelaskan dalam hadits di atas, yaitu :

#1. Banyak berdzikir, diantaranya dengan mengucapkan subhanallah dan alhamdulillah. Kedua dzikir ini keutamannya akan memiliki pahala yang timbangan kebaikannnya seakan memenuhi ruang antara langit dan bumi.

#2. Senantiasa mendirikan shalat, karena shalat adalah cahaya yang dapat menerangi “jalan” kehidupan seseorang. Tanpa shalat, akan menjadi gelaplah arah tujuan seseorang di dunia.

#3. Senantiasa memperbanyak infak dan shadaqah, termasuk di dalamnya mengeluarkan zakat. Karena zakat juga merupakan bagian dari shadaqah. Bahkan dalam Al-Qur’an, Allah mengistilahkan zakat dengan shadaqah dalam beberapa ayat.

#4. Mempertebal kesabaran. Karena kesabaran adalah kontrol dan pengendali jiwa. Dalam hadits di atas, Nabi Saw mengistilahkannya dengan “dhiya’ ” yang secara bahasa berarti cahaya yang terang benderang.

#5. Memperbanyak membaca Al-Qur’an, mentadaburinya dan mengamalkannya dalam kehidupan. Karena Al-Qur’an dapat memberi syafaat bagi pembacanya di hari akhirat. Namun ia juga dapat memberatkan, yaitu bagi yang tidak membacanya, atau tidak mengamalkannya, atau bahkan mengingkari isi kandungannya. Na’udzubillahi min dzalik.

  1. Kelima hal di atas adalah cara untuk menuju kebersihan diri, yang apabila diamalkan maka berarti ia telah berbuat dan berusaha untuk menyelamatkan dirinya dari  dahsyatnya api neraka. Sebaliknya apabila tidak mau melakukannya, atau melakukan perbuatan berdasarkan hawa nafsunya, maka berarti ia telah menghancurkan dan membinasakan dirinya serta menjerumuskannya ke dalam kobaran api neraka. Semoga kita semua termasuk orang2 yang membersihkan dirinya dan diselamatkan dari dahsyatnya api neraka. Amiiin Ya Rabbal Alamiiin…Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: