Iman Adalah Kunci Surga, Sedangkan Istiqamah Beribadah Adalah Derajat-Derajatnya.

Iman Adalah Kunci Surga, Sedangkan Istiqamah Beribadah Adalah Derajat-Derajatnya.. Iman adalah kunci yang akan membukakan bagi seorang mukmin atas pintu surga. Iman adalah syarat orang yang ingin masuk surga, karena tanpa iman tidak mungkin seseorang masuk surga. Sedangkan amal sholeh adalah derajat-derajat yang ada di surga. Sebagaimana kehiudpan di dunia yang menampilkan derajat dan kedudukan yang berbeda-beda, kehidupan akherat juga akan begtu. Orang yang sedikit amal dan kebaikannya akna menematui derajat surga yang rendah, sedangkan yang banyak amal ibadahnya akan mendapatkan derajat-derajat yang tinggi. Pahala dan upah di akherat sesuai dengan lelahnya beribadah dan bekerja ketika di dunia. Oleh karena ituorang yang cerdas akan memanfaatkan waktu hidupnya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak mau ada sedetik waktu yang terlewat tanpa kebaikan.

Orang yang sadar akan waktu adalah orang yang telah disadarkan dari tidur yang panjang. Mata hatinya yang tadinya tertutup telah terbuka, dan inilah yang dinamakan dengan hati yang hidup. Sungguh beruntung orang yang memiliki hati yang hidup dan sungguh celaka orang yang memiliki hati yang mati, na’udlubillahi min dzalik. Apabila kita melihat seorang alim yanng terus mengajarkan ilmunya sepanjang waktu, orang kuat yang menggunakan tenaganya untuk membantu orang lain sepanjang waktu, orang kaya yang menggunakan kekayaannya untuk dakwah Islam sepanjang wkatu, kita harus iri pada mereka, karena mereka telah diberi oleh Allah hati yang hidup. Dan apabila kita melihat orang yang sepanjang hari memanjakan matanya, telinganya, mulutnya, tangannya, kulitnya, dan kelaminnya demi menuruti hawa nafsunya, maka ketahuilah itulah orang-orang yang memiliki hati yang mati.

Hati adalah tempatnya iman, oleh karena itu agar iman semakin besar setiap harinya seseorang harus selalu membersihkan hatinya. Ketika hati bersih maka iman akan semakin tebal dan akibatnya ia menjadi ringan untuk melakukan ibadah dan amal sholeh. Ia terus istiqomah dalam perjalanan menuju Allah dan tidak tertarik untuk berbelok menju jalan-jalan lainnya. Apabila ia tergelincir atau masuk ke dala lubang maka ia segera bangkit dan mengarahkan jalannya kembali pada jalanyang benar. Dan sebaliknya, hati yang tidak pernah dibersihkan dengan air dzikir dan wirid akan menjadi kotor, dan iman tidak mau masuk ke dalam hati yang kotor. Sehingga semakin tipislah imannya bahkan sampai lepas dari hatinya. Jika iman telah lepas maka ia tidak lagi peduli dengan apa yang dikatakan dan dilakukannya. Apa yang diinginkannya dilakukannya tanpa peduli apakah perbuatan itu dibenci Allah atau bukan, Apa yang ingin dilihatnya maka dilihatnya tanpa peduli apakah yang dilihat itu dilarang atau tidak, Apa yang diingin dimakan dimakannya tanpa peduliapakah makanan itu haram atau halal. Hal itu karen ia sudah tidak iman, tidak yakin dengan adanya surga, neraka, siksa kubur, hari perhitungan amal, dll.

عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ؟ قَالَ قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ (رواه مسلم)

Dari Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi ra berkata, Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, beritahukanlah padaku dalam Islam suatu perkataan yang mana aku tidak perlu menanyakannya kepada orang lain selain kepadamu?’ Maka beliau menjawab: ‘Katakanlah, ‘aku beriman kepada Allah’ lalu beristiqamahlah.” (HR. Muslim, hadits no 55)

Hikmah Hadits :

  1. Obsesi yang tinggi pada kehidupan akhirat, merupakan salah satu karaktristik para sahabat Nabi Saw. Sehingga ketika bertemu dengan Nabi Saw, selalu mereka pergunakan sebaik2nya untuk menanyakan perihal kebaikan kehidupan akhirat. Maka tidak heran, ketika Nabi Saw bersabda, bahwa ‘sebaik2 masa adalah masaku, lalu masa orang2 sesudahku (sahabat), lalu masa orang2 sesudahku (tabi’in).’
  2. Iman merupakan pondasi dasar kebahagiaan seseorang dalam menjalani kehidupan. Dengan iman, seseorang akan menjadi mulia dan bernilai di hadapan Allah Swt. Sebaliknya, tanpa Iman, seseorang tidak akan mempunyai nilai dan arti apapun baik ketika di dunia ini, terlebih di akhirat kelak. Oleh karenanya, Nabi Saw menekankan pada pondasi dasarnya, yaitu keimanan. Ulama mengemukakan bahwa Iman adalah keyakinan yang mengakar di dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan diimplementasikan oleh seluruh anggota badan.
  3. Selain iman, amalan mulia lainnya yg menjadi perhatian Nabi Saw untuk dilaksanakan adalah istiqamah. Istiqamah adalah berjalan lurus dan kontinou dalam ketaatan kepada Allah Swt. Karena ketika iman dengan segala konsekwensinya yang diiringi dengan keistiqamahan dalam implementasinya, maka akan menjadi sempurnalah agama seseorang, atau dengan kata lain, ia menjadi hamba paripurna yang akan mendapatkan kebahagiaan duniawi dan ukhrawi. Mudah2an kita semua termasuk ke dalam golongan hamba2-Nya yang memiliki keimanan yang kokoh dan keistiqamahan yang langgeng sepanjang hayat kita… Amiiin Ya Rabbal Alamiin…Wallahu A’lam

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: