Hanya Orang Yang Sempurna Puasanya, Yang Akan Masuk Surga Melalui Ar-Royyan

Hanya Orang Yang Sempurna Puasanya, Yang Akan Masuk Surga Melalui Ar-Royyan. Tidak ada pintu masuk yang lebih menyenangkan hati orang yang memasukinya dari pada pintu-pintu surga. Kelak setiap pintu surga akan memanggil siapa yang berhak melewatinya. Pintu shalat akan memanggil orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam shalatnya. Pintu haji akan memanggil orang-orang yang telah mendapatkan haji mabrur, pintu jihad memanggil orang-orang yang ikhlas berperang melawan orang-orang kafir demi menegakkan agama Islam, pintu Rayyan (puasa) akan memanggil orang-orang yang benar dalam menjalankan puasanya.

Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘banyak sekali orang yang bepuasa, tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar dan haus’. Ketika mendengar hadits tentu para ulama meneliti sedara mendalam mengapa pahala puasa yang besar itu tidak didapatkan oleh orang yang berpuasa. Bahkan dikatakan di dalam hadits qudsi Allah berfirman, ‘seluruh amal ibadah untuknya kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya (karena amat besar pahalanya). Para ulama kemudian menemukan bahwa orang-orang yang berpuasa itu tidak memperhatikan kebersihan hatinya ketika berpuasa. Oleh karena itu mereka membagi orang-orang yang berpuasa menjadi beberapa tingkatan.

Tingkatan yang paling bawah adalah tingkatan orang-orang awam, mereka berpuasa hanya menahan diri dari makan dan minum saja, akan tetapi anggota badan yang lainnya masih bermaksiat (seperti menggunjing, berdusta, sumpah paslsu, atau memandang lawan jenis dengan pandangan syahwat). Tiangkatan di atasnya adalah tingkatan orang khusus dimana mereka bisa berpuasa dan mencegah anggota badannya dari perbuatan dosa dan maksiat, tetapi di dalam hatinya masih ada harapan untuk mendapatkan balasan pahala dan surga. Dan tingkatan yang paling atas adalah tingkatan orang-orang khusus dimana orang-orang ini bisa mencegah dari segala hal yang membatalkan puasa dari makan, minum, dan bermaksiat, dan hatinya tidak mengharapkan apa-apa kecuali ridla Allah SWT. Selama berpuasa ia merasakan pengawasan Allah setiap saat.

عَنْ سَهْلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ (رواه البخاري)

Dari Sahal ra, bahwa Nabi Saw bersabda: “Dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang pada hari qiyamat tidak akan ada orang yang masuk ke surga melewati pintu itu kecuali para shaimun (orang-orang yang berpuasa). Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Lalu dikatakan kepada mereka; Dimanakah para shaimun? Maka para shaimun masuk melaluinya. Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Apabila mereka telah masuk semuanya, maka pintu itu ditutup dan tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut” (HR. Bukhari, hadits no. 1763)

Hikmah Hadits ;

  1. Bahwa orang2 yang berpuasa, dan menjalankan ibadah puasanya dengan baik dan benar, didasari dengan niat tulus ikhlas mengharap ridha Allah Swt, maka kelak bagi meraka disediakan satu pintu khusus untuk masuk surga. Pintu tersebut disebut dengan pintu “Ar-Rayyan”. Allah Swt menyediakan pintu ini bagi sha’imin, sebagai bentuk pemuliaan Allah terhadap orang2 yang menjalankan ibadah puasa dengan baik. Sekaligus juga menggambarkan betapa mulianya ibadah puasa Ramadhan.
  2. Maka hendaknya setiap kita berupaya untuk melaksanakan ibadah puasa sebaik mungkin, bukan sekedar menggugurkan kewajiban dengan menahan diri dan makan dan minum saja, sebagaimana umumnya manusia (shaumul umum/ puasa awam). Namun hendaknya ditingkatkan menuju shaumul khusus (puasa khusus), yang kriterianya adalah sebagai berikut :

#1. Hifzul Lisan (menjaga lisan), yaitu menjaga lisan dari perkataan keji, kotor, kasar, ghibah, dan perkataan2 lain yang tidak bermanfaat.

#2. Kaffus Sam’i (menjaga pendengaran), yaitu menjaga pendengaran dari segala hal yang tidak manfaat dan atau mengandung unsur dosa.

#3. Ghaddul Bashar (menjaga pandangan), yaitu menjaga pandangan dari hal2 yang diharamkan atau dimakruhkan. Seperti mandang lawan jenis yang bukan mahramnya, memandang aurat, dsb.

#4. Kaffu baqiyatil abdan minal atsam (menjaga badan dari perbuatan dosa dan tdk beanfaat), yaitu menghindarkan diri dari segala perbuatan yg tidak manfaat dan atau mrngandung dosa.

#5. ‘Adamul israf indal ifthar (tidak berlebih2an ketika berbuka puasa) yaitu tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan dan minuman saat berbuka puasa. Karena berlebihan ketika berbuka puasa akan menghilangkan esensi puasa, dan berpotensi mengurangi pahala ibadah puasanya.

#6. Al-Khauf war Raja’ indal ifthar (hatinya antara takut dan harap ketika berbuka puasa), yaitu takut dan khawatir jika ibadah puasanya tdk diterima Allah Swt, lantaran banyaknya perbuatan yg dilakukan, namun ia tetap berharap agar Allah menerim ibadah puasanya. Dan hal tersebut diwujudkan dengan memperbanyak dzikir dan doa ketika akan berbuka puasa.

  1. Mudah2an Allah Swt menerima ibadah puasa kita dan menjadikan kita semua termasuk ke dalam golongan orang2 yang kelak layak masuk ke dalam surga melalui pintu Ar-Rayyan. Amiiin Ya Rabbal Alamiin.Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: