Berbagai Fitnah Akhir Zaman

Berbagai Fitnah Akhir Zaman. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa generasi yang terbaik adalah generasiku, kemudian generasi selanjutnya (generasi sahabat), kemudian generasi selanjutnya (tabi’in), dst. Dari hadits di atas kita dapat menyimpulkan bahwa semakin zaman ini mendekati hari kiamat maka generasinya akan semakin rusak. Dan saat ini kita adalah generasi yang paling akhir, karena sebentar lagi kita akan menghadapi hari kiamat. Tanda-tanda kiamat yang digambarkan dalam hadist telah kita saksikan semuanya. Hanya menunggu tanda-tanda besar yang terserah Allah kapan Ia akan memunculkannya.

Oleh karena kita berada di zaman akhir maka kemaksiatan dan keburukan moral telah menjadi santapan mata kita sehari-hari, baik itu yang ada di dunia nyata mauoun dunia maya. Kebanyakan manusia sibuk dengan urusannya masing-masing sehingga tidak lagi peduli dengan kepentingan sosial. Hanya beberapa gelintir orang yang tergerak hatinya untuk membantu saudaranya yang membutuhkan uluran tangan. Kebanyakan manusia pada zaman ini meninggalkan Al-Qur’an sehingga mereka seperti tidak punya waktu untuk membaca Al-Qur’an meskipun beberapa ayat saja. Mereka lebih memilih membaca informasi-informasi terbaru dari surat kabar maupun televisi.

Kebanyakan manusia zaman ini lebih memilih untuk menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah umum dengan harapan agar nantinya ia lebih mudah mendapatkan pekerjaan-pekerjaan yang mmeberikan gaji dan bayaran yang besar. Para orang tua tidak peduli dengan pendidikan agama anaknya, yang terpenting mereka bisa memiliki rumah dan mobil mewah. Kebanyakan orang di zaman ini lebih suka berkumpul di pasar dari pada berkumpul di masjid untuk melakukan shalat berjama’ah. Kebanyakan orang di zaman ini lebih memilih untuk duduk bersama dengan orang-orang awam lalu membicarakan keburukan dan aib orang lain, dari pada membicarakan kisah-kisah ulama dan orang soleh bersama dengan orang-orang yang sholeh.

Sungguh keburukan dan kebaikan di zaman ini sangat susah untuk dibedakan. Antara orang yang benar-benar mengajak manusia untuk menuju Allah dengan orang yang berpura-pura juga susah untuk dibedakan. Banyak orang-orang baik difitnah sehingga tampak jahat di mata banyak orang, dan orang-orang yang aslinya jahat terlihat baik. Di televisi kita melihat artis yang pada pagi hari ia memakai busana muslim untuk membawakan acara-acara rohani, namun pada malam harinya ia lepas jilbabnya untuk membawakan acara yang mengumbar aurat wanita.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِم،ِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra, Bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Bergeralah kalian melakukan amal (kebaikan) karena kelak akan muncul fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita. Dimana (ketika fitnah itu terjadi) ada seseorang yang di pagi hari ia beriman, namun di sore harinya ia kafir. Dan ada juga seseorang yang di sore harinya ia beriman, namun di pagi harinya ia kafir. Dia menjual agamanya dengan harta dunia.” (HR. Muslim, hadits no 169)

 

Hikmah Hadits ;

  1. Perintah Nabi Saw agar kita memperbanyak amal shaleh, yaitu segala amal perbuatan yang dimaksudkan untuk mendapatkan keridhaan Allah Swt, baik yang dilakukan dengan lisan, maupun anggota badan. Dan baik dilakukan secara fardi (sendiri) maupun secara jama’l (kolektif). Karena orang yang beramal shaleh akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, sebagaimana firman Allah Swt, ‘Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.’ (QS. An-Nahl : 97)
  1. Nabi Saw memerintahkan kita untuk waspada akan munculnya suatu fitnah yang sangat kelam. Dan kelamnya fitnah tersebut adalah seperti gelap gulitanya pertengahan malam yang sangat mencekam. Dimana dalam keadaan gelap gulita, umumnya manusia tidak dapat melihat kemana arah jalan. Bahkan terjalnya jurang pun tidak akan terlihat olehnya, yang tentunya jika tidak berhati2, justru akan menjerumuskan mereka terperosok pada jurang yang dalam.
  1. Kelamnya fitnah di masa tersebut, diperparah lagi dengan munculnya sosok yang oportunis, yang obsesinya hanya duniawi semata. Ia “rela” menjual agamanya, demi “recehan” dunia. Kadang, di pagi hari mereka beriman, mengerjakan kebiasaannya layaknya orang beriman. Namun di sore harinya ia kafir, lantaran statement dan pernyataannya yang bertentangan dengan hukum dan aturan syariat Allah Swt. Atau sebaliknya, di sore hari ia beriman, namun di pagi harinya ia kafir. Gambaran betapa mudahnya ia menjual agamanya demi harta dunia. Dan yang lebih menyedihkan lagi, ketika mereka ini adalah orang2 yang dianggap sebagai ulama, tokoh, pemimpin yang mengerti agama, namun justru pada hakekatnya mereka justru menyesatkan umat, yang lebih cinta kepada orang kafir dan musuh Allah, dibandingkan dengan umat Islam sendiri. Semoga Allah Swt hindarkan kita dari kelamnya fitnah di masa teraebut dan dari oportunisnya orang yang menjual agamanya, demi gemerlapnya harta dunia.

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: