Anda Pemilik Hati Yang Putih Atau Hitam

Anda Pemilik Hati Yang Putih Atau Hitam. Rasulullah SAW bersabda bahwa mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari pada mukmin yang lemah. Kuat yang dimaksud dalam hadits di atas lebih ditekankan pada kekuatan hati untuk menjaga dari segala hal yang merusak hati. Hati yang kuat adalah hati yang sabar menerima segala musibah dan cobaan dari Allah SWT, sedangkan hati yang lemah akan senantiasa mengaduh-aduh kepada manusia bahkan terkadang sampai menyalahkan Allah SWT. Hati yang kuat akan terus beristiqomah dalam jalan menuju Allah, sedangkan hati yang lemah akan tergoda dengan jalan-jalan yang lain. Terkadang ia akan mencoba untuk melangkan menuju jalan dunia, jalan syetan, atau jalan hawa nafsu.

Hati yang kuat akan tetap putih dan ia akan berfungsi dengan baik sebagai tempat meminta petunjuk sebagaimana perintah Rasulullah untuk meminta fatwa kepada hati. Hati yang putih pantas diminta fatwa karena ia adalah tempat menampung cahaya ilahi yang turun, sehingga fatwa yang dikeluarkan pasti mengandung kebenaran. Sedangkan hati yang lemah akan kotor karena ia terkontaminasi dengan sesuatu selain Allah. Hati yang kotor tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai pemberi fatwa karena di dalamnya tidak tetrdapat cahaya ilahi, tetapi yang ada adalah syahwat dan syetan.

Tidak mudah bagi seesorang untuk mempertahankan hatinya agar tetap bersih, tetapi jika ia terus berusaha dan memasrahkan urusannya kepada Allah maka Allah pasti akan menjadikannya bersih dan suci. Jika Allah telah menghendaki, maka terjadilah. Dan beruntunglah hati-hati yang dibersihkan Allah karena mereka akan berjumpa dengan Allah dengan membawa hati-hati yang selamat. Dan tiada kebahagiaan di akherat melebihi kebahagiaan perjumpaan dengan Allah, sedangkan Allah ridla atasnya.

عن حُذَيْفَة سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا، فَأَيُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاء،ُ وَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ، حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ؛ عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلَا تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتْ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لَا يَعْرِفُ مَعْرُوفًا وَلَا يُنْكِرُ مُنْكَرًا إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاه (رواه مسلم

)
Dari Hudzaifah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Fitnah dibentangkan pada hati manusia, seperti tikar yang diurai sehelai demi sehelai. Hati mana saja yang ternoda oleh fitnah, niscaya akan membekas menjadi bintik-bintik hitam (dalam hatinya). Hati mana saja yang terhindar sari fitnah, maka akan terbentuk dalam hatinya bintik-bintik putih. Sehingga hati tersebut akan menjadi satu diantara dua hati: menjadi putih bagaikan batu licin yang tidak lagi terkena fitnah, selama langit dan bumi masih ada. Atau menjadi hitam kelam, seperti bekas tembaga berkarat, yang tidak mengenal kebaikan dan tidak pula melarang kemungkaran, kecuali sesuatu yang diserap oleh hawa nafsunya. (HR. Muslim, hadits no 207)

Hikmah Hadits ;

  1. Bahwa hati adalah anugrah Allah terhadap semua manusia, yang sekaligus juga menjadi tolak ukur kemuliaan seseorang. Apabila hati seseorang itu baik, maka baik pula seluruh tubuhnya, namun jika hatinya jelek, maka jelek pula seluruh tubuhnya. Demikianlah makna yang terkandung dalam sebuah hadits shahih muttafaqun alaih.
  2. Oleh karenanya, hati harus selalu dijaga, dirawat, disirami dan dihindarkan serta dilindungi dari berbagai bentuk virus hati (baca ; fitnah) yang apabila ia menghinggapi hati, maka akan menjadikan hati ternoda dengan menjadi bintik-bintik hitam yang akan menyelimutinya. Virus2 hati atau fitnah dalam bahasa hadits di atas, bisa berbentuk melakukan perbuatan maksiat, atau angan2 duniawi yang menjadi obsesi, atau mengambil dan mengkonsumsi rizki yang syubhat dan haram, atau mendzalimi hak oran lain, atau melanggar aturan dan syariat Allah Swt, dsb. Membiarkan hal tersebut menghinggapi hati, berarti membiarkan hati lambat laun menjadi hitam kelam dan keras seperti batu. Dan jika itu yang terjadi, maka selamanya hatinya akan tertutup; tidak akan pernah bisa mengenali cahaya kebenaran, apatah lagi mengikuti kebenaran. Langkahnya menjadi langkah hawa nafsu dan mengikuti syaitan.
  3. Sebaliknya, melindungi hati dari berbagai virus atau fitnah2 hati sebagaimana di atas dengan berusaha menghindarkan diri dari maksiat, berhati2 dari rizki syubhat atau yang tidak halal, memperbanyak dzikir dan amal ibadah, melaksanakan segala hukum dan syariat Allah Swt, maka insya Allah akan menjadikan hati sebagai hati yang putih bersih, bercahaya yang akan menerangi langkahnya menuju keridhaan Allah Swt. Dan jika sudah menjadi hati yang putih dan bersih, maka selamanya ia akan terhindar dari virus2 hati duniawi, seolah sudah terbentuk semacam imunitas hati yang menjaganya dari noda-noda dan kotoran hati. Mudah2an kita semua termasuk ke dalam golongan orang2 yang terjaga hatinya, dan memiliki hati yang putih bersih dan mulia…. Amiiin Ya Rabbal Alamiiin..Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: