Allah Akan Memberikan Pahala Atas Niat-Niat Yang Baik

Allah Akan Memberikan Pahala Atas Niat-Niat Yang Baik. Allah menjadikan niat sebagai rukun yang pertama pada setiap ibadah. Rukun adalah sesuatu yang harus ada pada pelaksanaan ibadah. Jika ada salah satu rukun yang tidak dilakukan maka ibadahnya akan batal, dan ia harus mengulang kembali. Tempat niat ada di dalam hati, adapun gerakan lisan hanya memudahkan gerakan hati. Niat dilakukan bersamaan denan pelaksanaan rukun yang pertama dalam sebuah ibadah. Ketika seseorang berwudlu maka niatnya adalah ketika membasuh bagian pertama dari rukun yang pertama, yaitu ketika membasuh dahi dari wajah. Dan ketika seseorang mengerjakan shalat maka niatnya bersamaan dengan takbiratul ihraam.

Allah SWT memberikan balasan atas semua amal ibadah manusia sesuai dengan niatnya. Jika seseorang bersedekah karena niat mencari ridla Allah maka Allah akan meridloinya. Jika niatnya karena pahala maka Allah akan memberinya pahala, jika untuk manusia maka ia akan mendapatkan pujian dari manusia, jika untuk menjunjung tinggi kehormatan dan nama baiknya maka ia akan mendapatkannya. Semua tergantung niat. Niat yang baik akan membuahkan kebaikan, sedangkan niat yang buruk akan membuahkan keburukan.

Terkadang kita melihat seseorang merasa kesulitan dalam meletakkan niat di dalam takbiratul ihram ketika akan memulai shalat. Hal ini karena syetan tidak rela jika kita mampu menumbuhkan niat yang benar di dalam hati. Oleh karena itu seorang muslim dituntut untuk menjaga hatinya agar ia mudah memunculkan niat-niat yang baik. Ia harus senantiasa memperbaharui niat dan imannya setiap saat dengan mengistiqomahkan dalam mewiridkan kalimah thoyyibah laa ilaa ha illaallah. Ketika hatinya telah menjadi bersih karena dzikir-dzikir yang selalu ia baca setiap hari maka ia akan mudah menggerakkan niat di dalam hati.

Dikatakan dalam hadits bahwa niatnya seorang mukmin lebih baik dari pada amalnya. Maksudnya bahwa mungkin seseorang mengerjakan amal ibadah yang sangat banyak, misalnya bersedekah sampai berjuta-juta, namun ia tidak memiliki niat yang baik, maka amalnya tidak akan diterima oleh Allah. Amalnya akan sia-sia dan di akherat nanti ia tidak akan mendapatkan balasannya. Dan sebaliknya, ketika ia berniat yang ikhlas dan yakin hanya karena Allah, meskipun uang yang ia sedekahkan hanya beberapa ribu, tetapi di mata Allah itu bernilai besar sebab kebenaran niatnya. Bahkan Allah akan memberikan pahala atas niat-niat yang baik, sebelum niat-niat itu benar-benar terlaksana.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا هَمَّ عَبْدِي بِسَيِّئَةٍ فَلَا تَكْتُبُوهَا عَلَيْهِ، فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا سَيِّئَة،ً وَإِذَا هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا فَاكْتُبُوهَا حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا عَشْرًا (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra berkata, “Bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Allah berfirman (kepada Malaikat): ‘Apabila hamba-Ku berniat melakukan keburukan maka janganlah kamu mencatatnya, namun jika dia mengerjakan keburukan tersebut, maka tulislah sebagai satu keburukan. Dan apabila dia berkeinginan untuk kebaikan namun belum melakukannya maka tulislah ia sebagai satu kebaikan. Dan jika dia melakukan kebaikan tersebut, maka tulislah ia sebagai sepuluh kebaikan’.” (HR. Muslim, hadits no 183)

Hikmah Hadits ;
1. Luasnya rahmat Allah Swt kepada para hamba-Nya. Dimana Allah Swt menetapkan bahwa suatu keburukan yang terlintas di dalam hati seorang hamba dan ingin dillakukannya, tidaklah dicatat sebagai satu keburukan. Kecuali jika ia melakukannya, maka barulah akan dicatat sebagai satu keburukan. Bahkan, jika ia sudah berniat melakukan keburukan namun tidak jadi melakukannya, maka justru dicatat sebagai satu kebaikan.

  1. Sebaliknya, setiap niatan kebaikan yang terbesit dalam diri setiap hamba yang beriman meskipun belum dilaksanakan, maka akan dicatat oleh Allah Swt sebagai satu kebaikan. Bahkan jika ia melakukan kebaikan sebagaiaman yang telah diniatkannya, maka ia akan mendapatkan catatan melakukan 10 kali kebaikan. Subhanallah, betapa luasnya rahmat dan karunia Allah Swt kepada para hamba-Nya.
  2. Bahwa catatan amal kebaikan itu nyata dan benar adanya. Dan bahwasanya kelak di akhirat sana, kita semua akan diberikan laporan catatan segala amal perbuatan kita sebagaimana firman Allah Swt, “Dan diletakkanlah (diberikanlah) kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”. (QS. Al-Kahfi ; 49).
  3. Maka, marilah kita menoreh catatan kebaikan dalam kitab kita sendiri, dengan cata memperbanyak melakukan amal ibadah dan amal shaleh lainnya. Dan mudah2an kelak, kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang tersenyum dan berseri-seri wajahnya ketika menerima buku catatan amal perbuatan kita… Amiiin Ya Rabbal Alamiiin…Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: