Ada Apa dibalik Adzan dan Iqomah

Ada Apa dibalik Adzan dan Iqomah. Salah satu jenis ibadah yang mendapatkan perhatian dari agama adalah shalat berjama’ah. Banyak sekali hadist-hadits yang menunjukkan keutamaan shalat berjama’ah dari pada shalat sendirian. Oleh karena itu mayoritas ulama mengatakan bahwa hukum shalat berjama’ah adalah sunnah. Bahkan ada sebagian mereka yang berpendapat bahwa hukumnya wajib. Hikmah dibalik perhatian yang tinggi dari Allah pada shalat berjamaah mungkin karena dengan berjama’ah akan menumbuhkan sikap toleransi, saling peduli, dan tanda kekompakan umat Islam sehingga agama akan semakin kokoh dengan adanya shalat berjama’ah.

Untuk mengumpulkan banyak orang agar mau datang ke masjid untuk berjama’ah, Rasulullah SAW mengajarkan adzan sebagai kesunahan yang harus dikerjakan oleh mu’adzzin sebelum pelaksanaan shalat berjama’ah. Adzan adalah panggilan khusus dengan menggunakan lafadz-lafadz khusus untuk ibadah yang khusus, yaitu shalat berjama’ah. Tentu kita semua telah mengetahui apa kalimat-kalimat utama yang terkandung di dalam adzan mulai awal sampai akhir. Keseluruhannya mengandung pengagungan atas Dzat Allah yang Maha Besar, Kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah, ajakan untuk mengerjakan shalat, dan ajakan untuk mendapatkan kebahagiaan.

Lafadz adzan yang sebagaimana kita dengar tidak boleh diganti dengan lafadz lainnya, karena memang seperti itulah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, kita juga tidak boleh merubahnya sesuai dengan keinginan kita. Jika kita berani mengubahnya maka kita dianggap melakukan perbuatan bid’ah (membuat hal-hal yang baru di dalam agama). Dan bagi para pelaku bid’ah, Allah telah mengancam kita dengan neraka, na’udlubillahi mindzalik.

Akan tetapi ada sebagian ulama yang membolehkan menambahkan kata sayyidina sebelum lafazd ‘Muhammad’, dengan tujuan mengagungkan dan menghormatinya. Karena mereka menganggap bahwa meskipun ini termasuk bid’ah tetapi hal ini bukanlah bid’ah yang dilarang. Justru ini termasuk bid’ah yang sunnah karena mengikuti kaedah-kaedah hukum sunnah yang menganjurkan untuk menghormati dan memuji nabi Muhammad SAW.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ لَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِين،َ فَإِذَا قُضِيَ التَّأْذِينُ أَقْبَلَ، حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَر،َ حَتَّى إِذَا قُضِيَ التَّثْوِيبُ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطُرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ لَهُ اذْكُرْ كَذَا وَاذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ مِنْ قَبْلُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ مَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى (رواه مسلم)


Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw bersabda, “Apabila dikumandangkan adzan, maka syaitan akan lari berpaling, dia memiliki kentut hingga dia tidak mendengarkan suara adzan. Dan apabila adzan telah selesai, maka dia kembali lagi. Dan apabila iqamatkan dikumandangkan, dia lari berpaling, hingga apabila iqamah telah selesai, maka dia kembali lagi hingga mengingatkan antara seseorang dengan dirinya, dia berkata, ‘Ingatlah ini, ingatlah itu, untuk sesuatu yang tidak dia ingat sebelumnya, hingga senantiasa seseorang tidak mengetahui berapa raka’at dia telah melakukan shalat’.” (HR. Muslim, hadits no. 585)

Hikmah Hadits ;
1. Keutamaan adzan, bahwa adzan selain merupakan tanda masuknya waktu shalat dan merupakan panggilan agar kaum muslimin menunaikan shalat berjamaah di masjid, adzan juga memiliki keutamaan lain yang demikian dahsyatnya yaitu akan dapat mengusir syaitan. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Saw dalam hadits di atas, bahwa ketika ada suara adzan yang berkumandang, maka syaitan akan lari terbirit-birit, bahkan sampai terkentut-kentut, atau ia sengaja untuk kentut agar suara adzan tidak lagi terdengar di telinganya.

  1. Hal tersebut adalah lantaran dalam adzan, kalimat-kalimat yang dikumandangkan adalah kalimat dzikir yang menyebut dan menganggungkan asma Allah Swt, juga kalimat syahadat, ajakan untuk shalat dan ajakan untuk menggapai kemenangan serta kalimat tauhid. Kalimat2 tersebut merupakan kalimat yang ditakuti oleh syaitan. Dan ditambah lagi, bahwa adzan dikumandangkan dengan suara yang keras, sehingga menambah ketakutan bagi syaitan dan membuatnya berlari terbirit-birit menghindari suara adzan.
  2. Bahwa syaitan adalah benar-benar makhluk penggoda, yang ingin menyesatkan dan memalingkan manusia dari ibadah dan mengingat Allah Swt. Memang benar syaitan lari ketika mendengar suara adzan dan iqamah, namun ia kembali lagi dan menggoda manusia ketika adzan dan iqamah usai dikumandangkan. Bahkan, ketika manusia shalatpun, ia kembali datang dengan berbagai bisikan-bisikannya, godaan-godaannya, mengingatkan hal-hal yang tidak terlintas saat tidak shalat, membuai dan membuat angan-angan dsb, sehingga mengakibatkan orang sedang shalat, menjadi lupa telah berapa rakaat ia shalat, sehingga hilang kekhusyu’an dan konsentrasi shalatnya, atau bahkan menjadi rusak shalatnya, na’udzubillahi min dzalik. Maka agar terhindar dari godaan syaitan hendaknya lisan dan hati kita selalu basah dengan dzikir meningat Allah Swt dalam setiap waktu dan keadaan kita. Semoga Allah Swt menghindarkan kita dari segala tipu daya dan godaan syaitan yang memperdaya…. Amiin Ya Rabbal AlamiinWallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: