Awal Mula Masuknya Islam Ke Indonesia

Awal Mula Masuknya Islam Ke Indonesia. Para ahli sejarah berbeda pendapat tentang pertama kali Islam masuk ke Indonesia. Masing-masing pendapat mengemukakan buktinya masing-masing. Dalam hal itu kita boleh berbeda pendapat karena memang yang benar-benar mengetahuinya hanya Allah. Apa yang kita yakini kebenarannya belum tentu benar dimata orang lain dan Allah, dan sebaliknya apa yang kita yakini kesalahannya belum tentu salah dimata orang lain dan Allah.

Kita sebagai muslim harus sepakat di dalam hal-hal yang memang harus bersepakat, tetapi dalam hal-hal yang tidak wajib bersepakat kita juga harus mau menerima pendapat orang lain. Sungguh keberagaman adalah keniscayaan hidup di dunia. Allah SWT menghendaki keanekaragaman dalam berbagai segi kehidupan, bahkan agama. Sejak zaman sahabat perbedaa dalam masalah fikih (tata cara pelaksanaan ibadah) telah ada. Namun perbedaan tidak menodai persaudaaran mereka karena mereka telah mengetahui bahwa pendapat dan pemikiran adalah satu hal, dan persaudaraan adalah hal lain.

Yang dibolehkan oleh agama adalah perbedaan pendapat dan pemikiran, sedangkan yang dilarang adalah permusuhan dan perkelahian. Agama memberikan toleransi kepada pemeluknya untuk mengambil pendapat-pendapat sahabat dan ulama yang disukainya. Dibolehkan bagi setiap muslim untuk memeluk madzhab yang diyakininya sebagai madzhab yang paling benar dan yang paling ringan bagi dirinya.

Apabila setiap muslim memahami toleransi agama yang diberikan kepada mereka maka perpecahan dan permusuhan tidak akan terjadi. Permusuhan antar sesama muslim tidak akan terjadi selama agama Islam dapat dipahami dengan baik. Jika tidak maka perdamaian tidak akan tercapai, karena perbedaan akan terus ada sampai hari kiamat.

Peran para ulama dan Kyai sangat besar dalam memahamkan masyarakat. Apabila Ulama mendapatkan tempat di dalam masyarakat dan mereka mengikuti apa yang dikatakannya maka sedikit demi sedikit perpecahan umat islam akan cepat berakhir. Namun sayangnya ada beberapa orang yang oleh masyarakat dianggap sebagai ulama, padahala mereka tidak memenuhi kriteria sebagai ulama karena kedangkalan ilmu dan kekeliruan cara berfikir mereka. Sehingga masyarakat yang tidak mengetahui apa-apa akan percaya pada mereka dan meyakininya bahwa inilah pemahaman Islam yang benar. Padahal apa yang mereka katakan adalah salah karena tidak sesuai dengan jalan dan metode para ulama salaf as-Shalih yang telah mendapatkan petunjuk.

Keterangan di bawah ini adalah satu pendapat lain tentang awal mula masuknya Islam ke Indonesia yang jarang atau bahkan belum kita dengar. Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair dalam acara Stadium General (kuliah umum) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kamis (29/9) lalu menceritakan terkait awal mula masuknya agama Islam di Indonesia.

Mbah Maimoen sapaan akrabnya, mengatakan bahwa pondok pesantren Sarang ini merupakan pondok yang kebesarannya dimulai pada tahun 1850 M. Ia menceritakan tentang kebesaran agama Islam di Indonesia dan tidak ada yang menyamainya.

“Saya mendapat cerita dari guru saya Syeikh Yasin al-Fadani, kedatangan Islam di Indonesia mula-mula pada waktu perang Shiffin, yakni antara kelompok Muawiyah dan kelompok Sayyidina Ali,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang tersebut.

Bahwa Negara mayoritas Islam itu pasti Islam datang di zaman-zaman masa keemasan. Kalau dalam Al-Quran disebut as-Sabiqunal al-Awwalun. Yaitu seratus tahun pertama sebagai zaman nabi-sahabat, seratus tahun kedua sebagai zaman tabi’in, dan seratus tahun ketiga zaman tabi’in tabiat.

Pada perang Shiffin, lanjut Mbah Maimoen, itu kemenangan pada kelompok Muawwiyah, sehingga Ali terpecah belah. Terpecah belahnya Ali ini menjadi empat kelompok, ada yang disebut khawarij, adanya kelompok Ali yang fanatik berlebihan, ada yang netral, dan ada kelompok kecil yang disebut anak-anak perahu.

“Anak-anak perahu ini bertekad untuk meninggalkan negeri Arab melalui teluk Persia. Kemudian dengan naik perahu pasrah kepada Allah dimana perahu itu akan sampai, dan dimana akan mendarat. Pertama kali mendarat, perahu mereka sampai di Medan,” ungkap kiai sepuh yang kini berusia 91 tahun tersebut.

Oleh karena itu, di Medan walaupun Islamnya tidak besar tetapi ada sebuah istana yang dikagumi yakni bernama istana Maimoon. “Saya sendiri bertanya, kenapa disana ada istana yang bernama istana Maimoon?” guraunya sembari tertawa ringan didepan ratusan mahasiswa STAI Al-Anwar tersebut.

Dalam acara tersebut turut hadir pula sebagai narasumber utama KH Lukman Hakim Saifuddin yang menjabat sebagai Menteri Agama RI. Hadir pula KH Abdul Ghofur Maimoen (Ketua STAI Al-Anwar), H Abdul Hafidz (Bupati Rembang), KH Majid Kamil Maimoen (Ketua DPRD Rembang) dan beberapa undangan dari MWCNU Sarang.

“Di Medan itu kalau kita lihat, antara Medan dan Padang Panjang ada kuburan-kuburan yang tidak diketahui. Itu kata guru saya Syeikh Yasin merupakan jejak kedatangan dari bangsa Arab masuk ke Indonesia pertama kali sebagai penyebar Islam. Walaupun mereka tidak sengaja untuk menyebarkan, tujuan mereka untuk mengungsikan diri,” tutupnya.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: