Agama Adalah Nasehat Dan Petunjuk Umat Manusia Menuju Kebahagiaan Hakiki

Agama Adalah Nasehat Dan Petunjuk Umat Manusia Menuju Kebahagiaan Hakiki. Kesempurnaan hanyalah milik Allah dan kekurangan adalah milik semua makhluknya termasuk manusia. Meskipun manusia adalah makhluk yang Dia jadikan sebagai makhluk yang terbaik dan paling sempurna, namun ia masih diliputi banyak kelemahan dan kekurangan. Karena ia bersifat lemah maka ia membutuhkan orang lain dan karena ia bersifat kurang maka ia membutuhkan orang lain untuk menyempurnakan kekurangannya. Oleh karena itu dikatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial, karena ia tidak bisa menjalankan kehidupannya seorang diri.

Manusia tidak menanam padi sendiri, tetapi ia membutuhkan petani yang menanamnya. Ia tidak menjahit pakaiannya sendrii, tetapi ia membutuhkan tukang jahit. Ia juga tidak membangun rumahnya sendiri, tetapi ia membutuhkan tukang bangunan yang akan membangunnya. Ia tidak terampil dengan sendirinya, tetapi ia membutuhkan seoranh ahli untuk mengajarkan suatu ketrampilan. Ia tidak berilmu dengan sendirinya, tetapi ia memerlukan guru yang mengajarinya. Ia tidak baik dengan sendirinya, tetapi ia membutuhkan nasehat dan petunjuk. Siapapun orangnya pasti akan membutuhkan orang lain, karena manuisa adalah makhluk Allah yang bersifat faqiir (senantiasa memerlukan pihak-pihak lain).

Sesungguhnya hal terpenting yang paling dibutuhkan manusia adalah kebutuhan akan agama. Hal ini karena agamalah satu-satunya jalan yang akan memberikan nasehat-nasehat baik dan petunjuk yang akan mengantarkan manusia menuju kebahagiaan yang kekal dan abadi. Selama manusia memegang teguh agamanya dalam hidupnya maka ia akan diliputi dengan kebaikan dan kemuliaan. Begitupun sebaliknya orang akan diliputi dengan keburukan dan kehinaan ketika jauh dari agama.

Islam adalah satu-satunya agama yang benar, karena ialah satu-satunya agama yang turun dari langit, yang bersumber dari Allah SWT. Agama yang diturunkan kepada Rasul-Nya Muhammad SAW melalui Malaikat-Nya Jibril AS. Dan Muhammad SAW diperintahkan untuk menyampaikan agama itu kepada seluruh umatnya yang dakwahnya masih kita rasakan sampai saat ini. Karena Allah adalah Tuhan yang menciptakan seluruh makhluk maka Dia pula yang mengetahui apa saja hal-hal yang menjaga dan menyelamatkan mereka dan apa saja hal-hal yang merusak dan membinasakannya. Agama memberikan perintah yang harus dijalankan dan larangan yang harus dijauhi. Barangsiapa yang memperhatikan agamanya maka ia akan selamat dan barangsiapa yang tidak peduli maka ia akan hancur dan binasa. Telah berlalu sejarah orang-orang yang patuh pada agamanya yang kehidupannya mulia dan telah berlalu pula sejarah orang-orang yang menentang pada agamanya yangn hidupnya sengsara. Pilihan sepenuhnya ada di tangan kita masing-masing, apakah memilih mulia atau binasa.

عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِم (رواه مسلم)

Dari Tamim ad-Dari ra bahwa Nabi Saw bersabda: “Agama itu adalah nasihat.” Kami bertanya, “Nasihat untuk siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, dan para pemimpin kaum muslimin, serta kaum muslimin secara umum.’ (HR. Muslim, hadits no 82)

Hikmah Hadits ;

  1. Kehidupan sosial bermasyarakat dalam Islam dibangun di atas pondasi saling memberikan nasehat diantara sesama kaum muslimin. Oleh karenanya, Nabi Saw bersabda bahwa ‘agama adalah nasehat.’ Kemudian, bahwa saling memberikan nasehat ternyata merupakan syarat agar manusia terhindar dari ‘kerugian’ di kehidupan akhirat kelak, sebagaimana makna yg terkandung dalam surat Al-Ashr, yaitu bahwa sesungguhnya manusia benar2 berada dalam kerugian, kecuali orang2 yg beriman, beramal shaleh, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran.
  2. Nasehat sebagaimana termaktub dalam hadits di atas, secara bahasa memiliki dua pengertian, (yaitu) pertama tulus, ikhlas, murni dan melaksanakan dengan sungguh2. Sedangkan kedua, nasehat bermakna memberi nasehat, arahan dan bimbingan. Jika kedua makna ini difahami, maka insya Allah akan lebih memudahkan untuk memahami makna dari hadits di atas.
  3. Nasehat kepada Allah maknanya adalah memurnikan keimanan, tulus semata-mata hanya kepada Allah Swt, menjalankan segala amal ibadah secara sungguh2, ikhlas, terhindar dari segala bentuk riya’ dan menjauhi segala bentuk kemusyrikan. Nasehat kepada kitab-Nya, adalah mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an secara baik dan benar, mengajarkannya kepada orang lain, membela dan memperjuangkannya. Kemudian nasehat kepada Rasul-Nya, maknanya adalah meyakini sunnah2 Rasulullah Saw sebagai pedoman dalam kehidupan, mengamalkannya secara benar, tidak parsial, dan mendakwahkannya kepada orang lain. Sedangkan nasehat kepada para pemimpin umat adalah mentaati para pemimpin umat dalam amar ma’ruf nahi mungkar, selama mereka menegakkan agama Allah Swt dan tidak bermaksiat kepada Allah, serta juga mengingatkan mereka dalam kebenaran dan kesabaran. Sedangkan nasehat kepada kaum muslimin secara umum, maknanya adalah memberikan nasehat, arahan dan bimbingan kepada mereka, terhadap ajaran agama Islam dalam kehidupan, sehingga dengan demikian insya Allah akan terwujud masyarakat Islami yang menjadi dambaan umat.Wallahu A’lam

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: