Sujud Tawadhu Kepada Allah SWT

Sujud Tawadhu Kepada Allah SWT. Allah adalah Dzat yang maha Mutakabbir (Sombong). Hanya Dia yang berhak untuk bersifat sombong. Dia mengancam hamba-hamba-Nya yang berani untuk memakai sifat-Nya dengan neraka jahannam. Oleh karena itu semua hamba-Nya wajib memiliki sifat tawadhu’. Tawadhu’ adalah merasakan kelemahan diri karena melihat kekuatan Allah. Merasakan kebodohan diri karena merasakan kepandaian Allah, merasakan kehinaan diri karena menatap kemuliaan Allah SWT. Dan ekspresi dari ketawadhu’an seorang hamba adalah sujud.

Sujud adalah ekspresi perendahan diri yang total kepada Allah SWT. Kepala yang merupakan anggota badan yang termulia diletakkan di lantai, lebih rendah dari pantat yang merupakan tempat keluarnya kotoran. Siapa yang mau bertawadhu’ kepada Allah mka Allah akan mengangkat derajatnya. Dan bagi yang enggan maka Allah akan merendahkan dan menghinakannya. Apalah arti kesombongan jika pada akhirnya nanti ia akan menjadi orang yang hina di neraka jahannam, na’udlubillahi min dzalik.

Orang yang memiliki hati yang tawadhu’ kepada Allah pasti juga akan bersikap tawadhu’ kepada sesama makhluk Allah. Ia akan melihat dirinya lebih hina dari siapapun, dan semua makhluk lebih mulia dari dirinya. Para ulama mengatakan bahwa jika dirinya masih merasa lebih baik dari yang lain maka di hatinya masih ada rasa sombong. Sedangkan hadits nabi mengatakan bahwa tidak akan masuk surga siapa yang di hatinya masih ada kesombongan meskipun seberat biji sawi.

Syekh Abdul Qadir Jailani mengajarkan kepada kita semua bagaimana cara untuk menumbuhkan sifat tawadhu di dalam hati kita. Jika kita sedang bertemu dengan orang tua maka katakanlah di dalam dirimu bahwa orang tua ini tentu lebih baik dariku karena usianya lebih banyak, tentu ibadahnya juga lebih banyak. Jika sedang bertemu dengan anak muda katakanlah di dalam dirimu bahwa anak muda ini tentu lebih baik dariku karena ia belum banyak berbuat dosa. Jika bertemu dengan orang yang alim maka katakanlah bahwa orang alim ini pasti lebih baik dariku karena ia beribadah dengan ilmu, sedangkan aku beribadah tidak dengan ilmu, sehingga orang alim ini pasti lebih besar kemungkinan diterima ibadahnya. Jika bertemu dengan orang bodoh maka katakanlah bahwa orang bodoh ini lebih baik dariku karena dosanya lebih mudah diampuni oleh Allah, sedangkan aku sulit diampuni karena aku melanggar maksiat yang sudah aku ketahui.

Jika bertemu dengan binatang katakanlah dalam dirimu bahwa binatang ini lebih baik dariku karena ia tidak akan melalui alam barzah dan hari perhitungan amal, sedangkan aku harus menghadapi ketakutan alam barzah dan kengertian hari perhitungan amal. Jika bertemu dengan orang kafir katakanlah dalam dirimu bahwa orang kafir ini lebih baik dariku, karena mungkin sekarang dia kafir tetapi nanti di akhir hidupnya ia bertaubat dan meninggal dalam keadaan muslim. Sedangkan aku sekarang muslim, tetapi siapa tahu nanti aku mati dalam keadaan kafir, na’udlubillah min dzalik.

عن ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ أَعْمَلُهُ يُدْخِلُنِي اللَّهُ بِهِ الْجَنَّة؟َ… فَقَالَ عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّه،ِ فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَة،ً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً (رواه مسلم)
Dari Tsauban ra berkata, aku bertanya kepada Rasulullah Saw, ‘Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang jika aku kerjakan niscaya Allah akan memasukkanku ke dalam surga?… Maka Rasulullah Saw bersabda, ‘Perbanyaklah bersujud kepada Allah Swt. Karena tidaklah kamu bersujud kepada Allah dengan satu kali sujud, melainkan Allah akan meninggikan mu satu derajat dengan sujud tersebut, dan Allah akan menghapuskan satu dosa darimu dengannya’.” (HR. Muslim, hadits no. 753)

Hikmah Hadits ;

  1. Obsesi para sahabat yang demikian besarnya dalam rangka mengejar kebahagiaan di kehidupan akhirat. Hal ini terlihat dari pertanyaan yang mereka tujukan kepada Rasulullah Saw, dimana mereka sangat berkeinginan kuat untuk bisa masuk ke dalam surga. Sehingga yang mereka tanyakan adalah amalan-amalan apa yang dapat mengantarkan mereka untuk bisa masuk ke dalam surga.
  2. Nabi Saw juga demikian bijaknya terhadap para sahabat, dimana ketika ditanyakan amalan yang dapat mengantarkan ke surga, beliau juga memberikan jawaban yang sederhana dan mudah untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Maka Nabi Saw mengatakan bahwa amalan yang dapat memasukkan seseorang ke dalam surga adalah “memperbanyak sujud kepada Allah Swt”. Adapun maksud dari memperbanyak sujud kepada Allah adalah dengan senantiasa menjaga dan mengerjakan shalat fardhu yang 5 waktu, dan mengerjakan shalat-shalat yang sunnah, baik yang sunnah mu’akkadah maupun yang ghairu mu’akkadah.
  3. Karena insya Allah dengan memperbanyak sujud dalam shalat, maka Allah Swt akan memberikan dua benefit sekaligus, yaitu Allah akan mengangkat satu derajatnya sekaligus akan menghapuskan satu kesalahan dari setiap satu sujud yang dilakukannya. Lagi pula sujud merupakan implementasi dari makna “penghambaan” kita kepada Allah Swt, serta sebagai bentuk meluapkan membuncahnya rasa kebergantungan kita sebagai hamba, hanya kepada-Nya. Maka mari kita jaga shalat dan amal ibadah kita, dan mudah2an kita semua termasuk ke dalam golongan orang2 yang senantiasa bersujud kepadaNya dalan segala amaliyah dan aktivitas kita…. Amiin Ya Rabbal Alamiin.Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: