Kesunahan Dan Keutamaan Makan Sahur

Kesunahan Dan Keutamaan Makan Sahur. Allah SWT mewajibkan puasa kepada orang-orang beriman sebagaimana telah mewajibkan kepada orang-orang sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

Islam memerintahkan kepada orang yang akan berpuasa untuk makan sahur. Tentu saja ajaran Islam ini selaras dengan akal sehat manusia. Orang yang makan sahur tentu akan merasa lebih kuat dari pada yang tidak. Badan yang dimasuki dengan karbohidrat dan bebagai macam vitamin dan gizi akan merasa aman untuk diajak berlapar-lapar seharian penuh. Sungguh Islam adalah agama yang mudah, maka janganlah dipersulit. Sesungguhnya Allah menghendaki kemudahan atas hamba-hamba-Nya dan tidak menghendaki kesulitan.

Ketika seseorang menjalankan puasa dengan tenang maka ia tidak akan mengeluhkan akan rasa lapar dan haus yang sangat, sehingga nilai puasanya akan unggul di sisi Allah dari pada orang yang terus-menerus mengeluhkan akan lemasnya badan sepanjang hari. Tentu nilai puasanya tidak akan baik di sisi Allah SWT.

Rasulullah Saw menyuruh makan sahur sebagai pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab. Dari Amr bin ‘Ash ra, Rasulullah Saw bersabda: “Pembeda antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim)

Lalu apa keutamaan makan sahur?

Pertama, makan sahur adalah barokah. Dari Salman ra, Rasulullah Saw bersabda: “Barokah itu ada pada tiga perkara: al-Jama’ah, ats-Tsarid dan makan Sahur.” (HR At Thabrani)

Dari Abdullah bin al-Harits dari seorang sahabat Rasulullah Saw: Aku masuk menemui Nabi Saw ketika itu beliau sedang makan sahur, beliau bersabda: “Sesungguhnya makan sahur adalah barakah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan.” (HR An-Nasa’i)

Keberadaan sahur sebagai barakah sangatlah jelas, karena dengan makan sahur berarti mengikuti sunnah, menguatkan dalam puasa, menambah semangat untuk menambah puasa karena merasa ringan orang yang puasa.

Dalam makan sahur juga (berarti) menyelisihi Ahlul Kitab, karena mereka tidak melakukan makan sahur. Oleh karena itu Rasulullah Saw menamakannya dengan makan pagi yang diberkahi sebagaimana dalam dua hadits al-Irbath bin Syariyah dan Abu Darda ra: “Marilah menuju makan pagi yang diberkahi, yakni sahur.”

Kedua,
Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur. Mungkin barakah sahur yang tersebar adalah (karena) Allah SWT akan meliputi orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya, memenuhi mereka dengan rahmat-Nya, malaikat Allah memintakan ampunan bagi mereka, berdoa kepada Allah agar mema’afkan mereka agar mereka termasuk orang-orang yang dibebaskan oleh Allah di bulan Ramadhan.

Dari Abu Sa’id al-Khudri ra, Rasulullah Saw bersabda: “Sahur itu makanan yang barakah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk setengah air, karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.”

Oleh sebab itu seorang muslim hendaknya tidak menyia-nyiakan pahala yang besar ini dari Rabb Yang Maha Pengasih. Dan sahurnya seorang muslim yang paling afdhal adalah korma. Bersabda Rasulullah Saw: “Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah korma.” (HR abu Dawud)

Barangsiapa yang tidak menemukan korma, hendaknya bersungguh-sungguh untuk bersahur walau hanya dengan meneguk satu teguk air, karena keutamaan yang disebutkan tadi, dan karena sabda Rasulullah Saw: “Makan sahurlah kalian walau dengan seteguk air.”

Sunah Mengakhirkan Sahur

Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar, karena Nabi Saw dan Zaid bin Tsabit ra melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi Saw bangkit untuk sholat subuh, dan jarak (selang waktu) antara sahur dan masuknya sholat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di Kitabullah.

Anas ra meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit ra: “Kami makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau sholat.” Aku tanyakan (kata Anas), “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?” Zaid menjawab, “kira-kira 50 ayat membaca al-Qur’an.” (HR Bukhari dan Muslim)

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: