Rubath Tarim, Yaman, Mencetak Ratusan Ribu Ulama

Tarim adalah kota di Negara Yaman yang sangat kental dengan kegiatan keilmuan islam. Ratusan Ribu ulama terus bermunculan dari kota ini, sehingga menarik pelajar-pelajar luar negeri untuk mendatanginya. Sehingga semakin banyaklah ulama yang tersebar ke selur penjruu dunia dengan berkah kota Tarim.

Rubath Tarim adalah pondok pesantren terbesar di Hadhramaut dan mencetak 13.000 ulama dan santri yang tersebar di seluruh dunia. Rubath Tarim yang bersejarah itu telah memberikan kota Tarim Al-Ghanna’ (Yang Makmur) keistimewaan dengan banyaknya ulama dan shalihin yang berasal dari keturunan Nabi Muhammad SAW.

Rubath Tarim berdiri pada tahun 1304 H/1884 M atau sekarang sudah berusia sekitar 132 tahun yang lalu. Habib Abdurrahman bin Syaikh Alatas, sebagai wakil Rubath Tarim di Indonesia menjelaskan bahwa Rubath Tarim adalah pendidikan pondok pesantren syalafi, yaitu tidak memakai sistem kelas. Pelajaran ditentukan oleh selesainya satu kitab kecil kemudian naik ke kitab tingkat menengah, dan selanjutnya kitab tingkat tinggi. Dalam saat mengkhatamkan setiap kitab, guru memberikan ijazah kepada muridnya.

Rubath Tarim berdiri sebagai perwujudan dari niat leluhur saadah Alawiyin yang menginginkan adanya sebuah tempat yang dapat menampung para pendatang dari luar kota Tarim atau Hadhramaut yang ingin menimba ilmu di kota ini. Suatu ketika Sayyidina Al-Faqih Al-Muqqadam, leluhur saadah Alawiyin, berjalan melewati kota Tarim dan ketika sampai di tempat yang akan saat ini berdiri Rubath Tarim, dia berkata bahwa suatu saat di atas tanah ini akan berdiri sebuah tempat yang dipimpin salah seorang dari anak cucuku yang akan menjadi menara ajaran Islam ke seluruh penjuru negeri.

Begitu pula diriwayatkan ketika Sayyidina Syaikh Abu Bakar bin Salim, leluhur Alawiyin yang lain, melewati tempat tersebut. Rubath Tarim didirikan di atas tanah yang diwaqafkan oleh beberapa orang pemuka kota Tarim, seperti keluarga Al-Haddad, Al-Junaid, As-Siri, di samping Al-‘Arfan. Sedangkan sebagian besar oleh Habib Umar bin Ahmad Asy-Syathiri, sedang rubath sendiri dibawah asuhan Mufti Negeri Hadhramaut Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur beserta alim ulama lainnya.

Sekembalinya Habib Abdullah bin Umar Asy-Syathiri, salah satu anak Habib Umar Asy Syathiri dari menuntut ilmu di kota Makkah pada tahun 1314 H, maka tampuk kepemimpinan, pengajaran, dan pendidikan diserahkan kepadanya pada tahun itu juga. Habib Abdurrahman Al-Masyhur sendiri lebih banyak berperan di belakang layar. Kepemimpinan Habib Abdullah didukung guru-gurunya, seperti Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi pengubah Maulid Simthud Durar, Habib Ahmad bin Hasan Alatas, Habib Abu bakar bin Abdullah Alatas, dan lainnya.

Habib Abdullah Asy-Syathiri memimpin dan mengasuh para santri di Rubath Tarim selama kurang lebih 48 tahun secara gratis hingga wafatnya pada tahun 1361 H. Lewat keikhlasannya dalam mendidik, maka tampillah melalui tangan dingin, ilmu, dan keberkahan doanya, sekitar 13.000 ulama dan para santri yang tersebar di seluruh dunia. Khususnya di Yaman dan Indonesia. Di antaranya: Al’Alim Al ‘Allamah Al-Arif billah Al-Habib Al-Quthb ‘Alwi bin ‘Abdullah bin Syahab beserta puteranya Al-Habib Al-‘Alim Al-Mustaqim Muhammad bin ‘Alwi bin Syahab, Al-Habib Ismail bin Syekh Abu Bakar bin Salim (Pendiri Rubath Inat), Al-Habib Hamid bin Muhammad as-Siri beserta puteranya Al-Habib Abdurrahman bin Hamid As-Siri, Al-Habib Asy-Syahid Muhammad bin Salim bin Hafidz (Ayahanda Habib Umar bin Hafidz), Al-Habib Abdurrahman bin Syekh Abu Bakar bin Salim (pendiri Rubath Syahr), Al-Habib Umar Bin ‘Alwi Al-Kaf, Al-Habib Ahmad bin Umar Asy-Syathiri (pengarang Kitab Yaqut An-Nafis) dan puteranya Al-Habib Muhammad bin Ahmad Asy-Syathiri, As-Syekh Salim Said Bukeir Ba Ghaitsan (Ketua Majelis Fatwa), As-Syekh Mahfud bin Salim bin Ustman Al-Habib Muhammad bin Abdullah Al-Haddar (pendiri Rubath Al-Baidha), Al-Habib Muhammad bin Salim Al-Attas (pendiri Masjid Ba’Alawi Singapura), As-Syaikh Muhammad bin Salim Al Baihani (pendiri Ma’had Al Ilmy di Aden), Al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya (Mufti Ta’iz Yaman), Al-Habib Abdullah bin Mahfudz Al-Haddad, Al-Habib Ali bin Muhammad bin Salim bin Thalib Al-Attas, Al-Habib Muhsin, Al-Habib Zain, Al-Habib Hussein, Al-Habib Abu Bakar (Putera-Putera Al- ‘Arif billah Al-Habib Abdullah bin Muhsin Al-Attas Empang Bogor), Al-Habib Abu Bakar Attas Al-Habsyi, Asy-Syekh Umar bin Abdullah Al-Khatib (Mufti Singapura), Al-Habib Muhammad bin Saleh Al Muhdhar, Al-Habib Zein bin Ibrahim bin Smith (pimpinan Ma’had Al-Jufri Madinah Al-Munawarrah), Asy-Syekh Fadhl bin Abdurrahman Ba’ Fadhal (Mufti Tarim), Al-Habib Mahdi bin Abdullah Asy-Syathiri, Al-Habib Abu Bakar bin Abdullah Asy-Syathiri, Al-Habib Hasan bin Abdullah Asy-syathiri, Al-Habib Sulthan Al-‘Ilm Salim bin Abdullah Asy-Syathiri yang sekarang memimpin Rubath Tarim.

Di antara alumnus yang berada di Indonesia: Al-Habib Syekh bin Salim Al-Attas (pendiri ma’had Al-Masyhad Sukabumi), Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri (Pendiri Ma’had Al Khairat Palu), Al-Habib Al Quthb Abdul Qadir bin Ahmad bil Faqih ( Pendiri Ma’had darul hadist Malang), Al-Habib Muhammad bin Ali bin Abdurrahman Al Habsyi Kwitang, Jakarta) Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hud Al Attas (Cipayung Bogor), Al-Habib Ali bin Soleh Al Jufri (Ayahanda Al-Habib Syekh Al Jufri Condet), Al-Habib Al Faqih Abdullah bin Hussein Asy-Syami Al Attas (Jakarta), Al-Habib Abdullah bin Ahmad Al Kaf (Ayahanda Al-Habib Thahir Al Kaf, Tegal), Al-Habib Abdurrahman bin Syeikh bin Salim Alatas (Pengasuh Ma’had Al Masyhadin Nuur, Cijurai, Sukabumi sekaligus menjadi wakil Rubath Tarim di Indonesia).

Sampai kini Rubath Tarim masih berjalan dalam kegiatan belajar dan mengajar serta meluluskan alumnus mutaakhirin, antara lain : Al-Habib Soleh bin Muhammad Baqir Al Attas (pengasuh Majelis Ta’lim Nurus Surur (Cawang), Al-Habib Salim bin Muhksin bin Jindan (pengasuh Majelis Ta’lim Ibnu Jindan, Otista), Al Habib Soleh bin Umar bin Jindan ( Banyuwangi), Ustadz Abbas Arfan Baraja (Cirebon), Ustazd Muhaimin Al-Hamimi (pengasuh Ma’had Bani Hamim, Banten), Al-Habib Umar bin Muhsin Alatas (pengasuh ma’had Babul Khairat Lawang, Malang), dan Insya Allah, Rubath Tarim akan terus melahirkan para cendikiawan muslim sampai akhir zaman.

Pada tahun 1983, penguasa komunis mengusai Yaman Selatan (waktu itu masih terpecah antara Yaman Selatan dan Yaman Utara), maka Rubath Tarim ditutup. Para ustadz yang mengajar di pondok pesantren itu banyak mengungsi ke luar negeri, seperti Habib Hasan dan Habib Salim Asy-Syathari. Namun setelah Yaman bersatu lagi pada tahun 1995, maka dihidupkan lagi Rubath Tarim oleh Habib Hasan dan Almarhum Habib Salim Asy-Syathari hingga sekarang.

Kini, Rubath Tarim berada di bawah asuhan ‘Ayn Tarim Al-‘Alim Al-‘Allamah Shafi As-Sarirah Al-Habib Salim bin Abdullah bin Umar Asy-Syathiri, sebagaimana hal itu diisyaratkan oleh ayahandanya sendiri. Pengelolaan Rubath Tarim dibantu oleh Al-Habib Jailani bin Mahdi bin ‘Abdullah Asy-Syathiri dan dua bersaudara Al-Habib ‘Alwi dan Al-Habib ‘Idrus bin Hasan bin ‘Abdullah Asy-Syathiri. Keduanya tinggal di kota Tarim atas dukungan saudara-saudara mereka yang menetap di Abu Dhabi, yaitu Al-Habib ‘Umar, Al-Habib ‘Abdullah, Al-Habib Muhammad, Al-Habib ‘Abdul Qodir, Al-Habib Ahmad, Al-Habib Husein, Al-Habib ‘Ali dan putra-putra Al-Habib Hasan lainnya.

Di kota Tarim, selain Rubath Tarim sebagai lembaga pendidikan agama Islam yang terbesar, juga berdiri lembaga pendidikan lain, seperti Pondon Pesantren Darul Musthafa yang dipimpin oleh Habib Umar bin Hafidz; dan Fakultas Syari’ah Jami’at Al-Ahqaf. Kedua lembaga yang terakhir ini juga diasuh oleh para alumnus Rubath Tarim.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: