Tentang Makna Basmallah Yang Dihadirkan Oleh Mbah Sholeh Darat Dalam Tiga Kitabnya

Tentang Makna Basmallah Yang Dihadirkan Oleh Mbah Sholeh Darat Dalam Tiga Kitabnya. Banyak orang-orang hebat berada di sekitar kita, namun sayang kita tidak begitu mengenal mereka. Urusan-urusan dunia telah menyibukkan hati dan pikiran kita. Tahukan anda bahwa mereka adalah para ulama yang namanya terkenal di dunia. Karya-karya kitab karangan mereka telah banyak dikaji di kampus-kampus di banyak negara.

Begitu bodohnya diri kita. Kita lebih mengenal para penyanyi dan pemusik di panggung-panggung hiburan dari pada mereka. Apakah kita tidak pernah berfikir, siapa yang kita harapkan untuk menjadi penolong kita di akhirat kelak?. Jadilah orang yang memiliki akal yang cerdas.

Dalam sebuah kesempatan, M. Rikza Chamami -Dosen UIN Walisongo- memaparkan satu pelajaran dari orang hebat yang berasal dari Semarang.

Kebesaran nama KH Muhammad Sholeh bin Umar Assamarani yang dikenal dengan Mbah Sholeh Darat sudah tidak asing. Kyai kelahiran Desa Kedung Jumbleng Mayong Jepara pada tahun 1235 H/1820 M ini banyak melahirkan karya tulis dengan huruf pegon Jawa. Sebagai anak pejuang Pangeran Diponegoro, tentunya semangat perjuanganya sangat tinggi. Termasuk ketekunan dalam bidang agama ia jalani dengan belajar kitab kuning pada para Kyai di Jawa.

Kyai yang menjadi gurunya di Jawa: KH M Syahid Pati, KHR Muhammad Sholih Asnawi Kudus, Kyai Ishak Damaran Semarang, Kyai Abu Abdullah Muhammad bin Hadi Baquni, Sayyid Ahmad Bafaqih Ba’alawi, Syaikh Abdul Ghani Bima Semarang dan Mbah Muhammad Alim Bulus Purworejo.

Ia juga mengaji dengan ulama haramain, dimana ia tinggal di Makkah selama 45 tahun (1835-1880). Diantara gurunya di Arab adalah: Syaikh Muhammad Al Muqri Al Mishri Al Makki, Syaikh Muhammad bin Sulaiman Hasballah, Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan, Syaikh Ahmad An Nahawi Al Makki, Syaikh Muhammad Shalih Zawawi, Syaikh Zahid, Syaikh Umar Al Syami, Syaikh Yusuf Al Sunbukawi dan Syaikh Jamal.

Dalam melahirkan karyanya, KH Sholeh Darat sangat kuat keinginannya dalam memahamkan agama untuk orang awam. Maka semua karyanya yang kurang lebih berjumlah 14 menggunakan bahasa Jawa dengan huruf pegon. Dalam beberapa muqaddimah kitab, ia tegaskan bahwa itu semua untuk memudahkan para awam dalam mempelajari ilmu agama.

Ada hal yang menarik dalam karya-karyanya dimana Mbah Sholeh Darat memaknai kalimat basmalah dengan sangat indah. Sebuah penjabaran makna kalimat sakral yang selalu disebut umat Islam dalam memulai segala aktifitas, yakni: بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam kitab Tarjamah “Sabil Al Abid ‘ala Jauharotu Al Tauhid”, Mbah Sholeh Darat memaknai basmalah: “Artinya sudah saya mulai kitabku dengan menyebut namanya Allah Swt yang sudah memberikan kemudahan bagi hambanya di dunia dan memberikan kasih sayang bagi hambanya yang beriman besok di akhirat. Artinya bahwa Allah selalu memberikan kemurahan rejeki jasmaniyah di dalam dunia. Dan juga melimpahkan rejeki ruhani berupa iman, tauhid dan makrifat pada hambanya yang mukmin”.

Sementara dalam kitab Fashalatan karya Mbah Sholeh disebutkan arti basmalah: “Artinya saya shalat dengan pertolongan Allah Swt yang bersifat murah pada semua hambanya. Dan Allah yang bersifat belas kasih terhadap umatnya yang mukmin dengan memberikan taufiq rajin menjalankan shalat”.

Keberadaan kalimat basmalah kemudian diperjelas oleh Mbah Sholeh Darat dalam Tafsir “Faidl Al Rahman jilid I”. Dimana basmalah disebutnya menjadi bagian surat Al Fatihah menurut Imam Syafi’i dan menurut Imam selain Syafi’i masih khilaf. Bismillah itu terbagi menjadi empat martabat (tingkatan): martabat asma’, martabat dzat, martabat sifat jalal dan martabat sifat jamal. Dan kesemuanya itu menjadi pertanda tingkatan: uluhiyyah (ketuhanan), ruhaniyah (spiritual), jismaniyah (fisik) dan hayawaniyah (kebinatangan).

Jadi para hakikatnya, makna basmalah itu menurut Mbah Sholeh: “Sesungguhnya wujud Allah itu sesuai dzatnya sendiri dan semua sifat Allah dari sisi kemuliaan Allah (murba masisa) dan keagungan Allah yang sempurna. Maka arti Allah Subhanahu wata’ala, maka dengan Dzat Allah berdiri semuanya dan selain Allah tidak mampu berdiri di atas wujud Allah. Sebab kekuasaan Allah berada pada Allah. Fasubhanallazi biyadihi malakutu kulli syai’in wa ilaihi turja’un.”

Inilah sepintas tentang makna basmallah yang dihadirkan oleh Mbah Sholeh Darat dalam tiga kitabnya.

Wallahu A’lam

Silahkan beri penilaian artikel diatas : [ratings]

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: