Wali-Wali Allah

Wali-Wali Allah

Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang kepadanya. Tidak ada sesuatu -antara Aku dan hamba-Ku- yang lebih Aku cintai dari pada yang Aku fardhukan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah yang sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya maka Aku akan menjadi telinganya ketika ia mendengar, menjadi matanya ketika ia melihat, menjadi tangannya ketika ia memukul, dan menjadi kakinya ketika ia berjalan. Jika ia meminta-Ku maka Aku akan memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan maka Aku akan melindunginya”. (HR Bukhari, Ahmad).

Berikut petikan hadits qudsinya,

مَنْ عَادَى لِى وَلِيًا فَقَدْ أَذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِىْ بِشَيْءٍ أَحَبّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِىْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنّوَافِلِ حَتَّى أُحِبُّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يَبْصُرُ بِهِ، وَيَدَهُ الّذِى يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِى لَأُعْطِينّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِى لَأُعِيْذنَّهُ

Allah berfirman,

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ (٦٢)

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Yuunus [10]: 62)

Ayat di atas disebutkan setelah firman Allah yang menjelaskan mengenai diri-Nya bahwa Ia adalah Zat yang mengetahui segala hal yang gaib, dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dari pandangan-Nya,

Allah berfirman,

وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِنْ قُرْآنٍ وَلا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَبِّكَ مِنْ مِثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَلا أَصْغَرَ مِنْ ذَلِكَ وَلا أَكْبَرَ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ (٦١)

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuuzh)”. (QS. Yuunus [10]: 61).

Syekh Mutawali As-Sya’rawi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: