Bagaimana Para Ulama Shalafus Shalih Menjelaskan Makna Bid’ah

Bagaimana Para Ulama Shalafus Shalih Menjelaskan Makna Bid’ah. Sebagian besar ulama mengatakan bahwa bid’ah terbagi kedalam beberapa bagian. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam as-Syafi’i dan para pengikutnya, diantaranya Imam ‘Iz bin Abdissalaam, imam Nawawi, dan Abu Syamah. Sedangkan dari ulama madzhab Maliki yang mengatakan hal serupa diantaranya Zarqoni dan al-Qorofi. Dari ulama madzhab Hanafi adalah Ibnu ‘Abidin. Dari ulama madzhab Hambali adalah Ibnu al-Jauzi. Dan dari Dzohiriyyah adalah Ibnu Hazm.

Adapun ‘Iz bin Abdissaalm mengatakan bahwa bid’ah terbagi kedalam bid’ah wajibah, bid’ah muharromah, bid’ah manduubah, bid’ah makruuhah, dan bid’ah mubaahah (qowaa’idul ahkaam fi mashoolihil anaam).

Pembagian bid’ah menurut para ulama adalah sebagai berikut:

1. Bid’ah wajibah (wajib), seperti menyibukkan diri mendalami ilmu nahwu. Karena dengan ilmu ini seseorang bisa memahami firman Allah dan sabda rasul-Nya. Ilmu nahwu termasuk kedalam bid’ah yang wajib karena ilmu ini yang menjaga ilmu syareat. Sesuatu yang dibutuhkan untuk melakukan sesuatu yang wajib hukumnya wajib.

2. Bid’ah muharromah (haram), contohnya adalah pendapat-pendapat madzhab qodariyah, jabariyah, murji’ah, dan khowarij.

3. Bid’ah mandubah  (sunah), contohnya adalah membangun sekolah dan shalat berjama’ah di masjid dengan satu imam.

4. Bid’ah makruhah (makruh), contohnya adalah menghiasi masjid dan memperindah mushaf al-Qur’an secara berlebihan.

5. Bid’ah mubahah (mubah), contohnya adalah bersalaman setelah pelaksanaan shalat, menyantap makanan yang lezat, dan memakai pakaian yang bagus.

Dalil-dalil yang menjadi sandaran para ulama dalam membagi bid’ah menjadi 5 bagian adalah:

1. Perkataan sayyidina Umar bin khottob mengenai shalat tarawih berjama’ah di dalam masjid pada bulan Ramadlan, ni’matul bid’ati haadzihi (inilah nikmatnya bid’ah).

2. Perkataan Abdullah bin Umar rodliyallahu ‘anh yang menyebutkan shalat dzuha secara berjama’ah di masjid dengan istilah bid’ah. Diriwayatkan dari Mujahid, beliau berkata, ‘aku dan Urwah bin Zubair masuk ke dalam masjid. Dan di dalam masjid telah ada Abdullah bin Umar dan orang-orang yang sedang melaksanakan shalat dzuha secara berjama’ah. Lalu kami bertanya kepada Abdullah bin Umar, “mereka sedang melaksanakan shalat apa wahai Ibnu Umar?”, Ibnu Umar menjawab, “bid’ah!”.

3. Hadits-hadits yang menunjukkan pembagian bid’ah yang terdiri dari dua macam yaitu bid’ah yang baik dan yang buruk. Nabi bersabda, man sanna suntan hasanatan falahuu ajruha wa ajru man’amila biha ila yaumil qiyamah. Wa man sanna sunnatan sayyiatan fa’alaihi wizruha wa wizru man ‘amila biha ila yaumil qiyaamah (HR Muslim), artinya: “barang siapa yang menciptakan suatu sunnah (perbuatan baru) yang bagus, maka ia akan mendapatkan pahala dan pahala orang yang melakukannya sampai datang hari kiamat.

Dan barang siapa yang menciptakan suatu sunnah (perbuatan baru) yang buruk, maka ia akan mendapatkan dosa dan dosa orang-orang yang melakukannya sampai hari kiamat tiba”.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa seorang muslim harus berhati-hati ketika berhadapan dengan hukum suatu permasalahan. Jangan sampai kita mengatakan saudara-saudara kita sesama muslim dengan sebutan ahli bid’ah, orang fasiq, dan orang sesat.

Sesungguhnya Ini adalah perilaku yang menunjukkan kedangkalan berfikir pelakunya. Mari kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang diselamatkan oleh Allah SWT. Amiin. Wallahu ta’ala a’la wa a’lam.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: