Tanda Bodohnya Seseorang Adalah Ketika Ia Berlaku Dengan Adab Yang Tidak Baik (Hikmah Ke-Enampuluh Enam)

Tanda bodohnya seseorang adalah ketika ia berlaku dengan adab yang tidak baik kemudian diakhirkan hukumannya, ia berkata, “apabila ini termasuk adab yang tidak baik, maka nikmat-nikmatku akan berkurang”. Pada hakekatnya kenikmatan telah terputus darinya, sementara ia tidak merasakannya.

مِنْ جَهْلِ الْمُرِيْدِ أَنْ يُسِيْءَ الْأَدَبَ فَتُؤَخَّرُ الْعُقُوْبَةُ عَنْهُ فَيَقُوْلُ: لَوْ كَانَ هَذَا سُوْءُ أَدَبٍ لَقَطَعَ الْإِمْدَادَ وَأَوْجَبَ الْإِبْعَادَ، فَقَدْ يُقْطَعُ الْمَدَدُ عنهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَشْعُرُ وَلَوْ لَمْ يَكُنْ إِلاَّ مَنْعُ الْمَزِيْدِ وقدْ يُقَامُ مَقَامَ الْبُعْدِ وَهُوَ لاَ يَدْرِى وَلَوْ لَمْ يَكُنْ إِلاَّ أَنْ يُخَلِّيَكَ وَمَا تُرِيْدُ

Salah satu akibat dari adabnya yang buruk kepada allah adalah nikmatnya tidak bertambah dan ia akan jauh dari allah meskipun ia tidak tahu. Dan allah telah membiarkanmu bersama dengan apa-apa yang engkau inginkan

Adalah ketidak tahuan seorang murid akan hakekat sesuatu, ia tidak bersopan santun yang baik kepada Allah. Ketika ia sedang bermaksiat kepada-Nya, ia malah mengatakan bahwa jika yang aku lakukan ini termasuk su’ul adab (adab yang buruk), maka Allah pasti akan memutuskan nikmat-Nya dariku.

Atau ia tidak bersopan santun dengan gurunya dengan tidak menjalankan apa yang dinasehatkannya, atau tidak bersopan santun kepada manusia dengan berlaku sombong dan merendahkan mereka, lalu Allah mengakhirkan hukuman kepadanya misalnya dengan tidak menurunkan penyakit, kemiskinan, atau musibah kepadanya. Akan tetapi ia berkata, ‘jika ini termasuk perbuatan yang tidak baik, maka nikmat Allah akan terputus dan aku akan jauh dari Allah’, adalah tanda bodohnya murid.

Pada hakekatnya Allah telah memutuskan kenikmatan darinya sementara ia tidak merasakannya. Dan tidak bertambahnya nikmat Allah kepadamu itu sudah menjadi tanda bahwa Allah telah memutuskan nikmat-Nya.

Allah juga telah menjauhkannya dari-Nya dengan membiarkannya bersama dengan nafsunya. Nafsunya terus tumbuh dan Allah tidak akan menolongnya dari cengkramannya. Itulah tanda jauhnya dari Allah.

Syekh Abdul Majid, Syarhu Kitabl Hikam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: