Kemuliaan Berziarah Ke Makam Keluarga Nabi Muhammad SAW

Berziarah dan mengunjungi ahli bait (keluarga nabi Muhammad SAW) termasuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, dimana ini termasuk ketaatan yang mudah diterima oleh Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW telah berwasiat kepada umatnya dengan ahli bait. Nabi bersabda, udzakkrukumullaha fii ahli baiti, udzakkirukumullaha fii ahli baytii, udakkirukumullaha fii ahli baytii (aku mengingatkan kalian kepada Allah dengan keluargaku, aku mengingatkan kalian kepada Allah dengan keluargaku, aku mengingatkan kalian kepada Allah dengan keluargaku) (HR Ahmad dan Muslim).

Nabi Muhammad SAW telah memerintahkan kepada kita untuk berziarah kubur. Beliau bersabda, zuurul quubuur, fainnah tudzakkirul maut (berziarahlah kubur! sesunggunya ziarah kubur itu dapat mengingatkan pada kematian) (HR Ahmad dan Muslim). Dan tempat berziarah yang paling mulia setelah makam nabi adalah makam-makam keluarga nabi Muhammad SAW. Dengan berziarah kepada keluarga nabi sama saja kita sedang menciptakan hubungan dengan nabi Muhammad SAW.

Allah berfirman,

قُلْ لا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى

Katakanlah wahai Muhammad, sesungguhnya aku tidak meminta balasan kepada kalian kecuali rasa cintamu kepada keluargaku. (QS. As-Syura: 23).

Mengunjungi keluarga dan kerabat nabi Muhammad SAW lebih utama dari pada mengunjungi keluarga sendiri. Sebagaimana dikatakan oleh sayyidina Abu Bakar as-Siddiq rodliyallahu ‘anh. Walladzi nafsii biyadihi, laqorobatu rasuulillahi ahabbu ilayya an ashila min qorobatii (Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya!, sesunggunya kerabat Rasulullah itu lebih senang aku sambung dari pada kerabatku sendiri) (Ahmad, Bukhori, dan Muslim). Beliau juga berkata, urqubuu Muhammadan fii ahli baytihii (carilah nabi Muhammad melalui keluarganya) (HR. Bukhari).

Dari paparan diatas dapat disimpulan bahwa berziarah ke makam keluarga nabi Muhammad SAW yang mulia hukumnya sunnah, dan bahkan lebih utama dari pada berziarah ke makam kerabat-kerabat kita sendiri. Dan kerabat dan keluarga nabi Muhammad SAW yang masih hidup seharusnya lebih kita cintai dari pada kerabat kita sendiri. Wallahu ta’ala a’la wa a’lam.

Prof. Dr. Ali Jum’ah, Al-bayan

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: