Jangan Melihat Amal Ibadah, Tapi Lihatlah Allah (Hikmah Ke-Limapuluh Satu)

Tidak ada suatu amal ibadah yang lebih berpotensi untuk diterima oleh allah dari pada amal ibadah yang tidak engkau lihat dan tidak engkau pedulikan

لاَ عَمَلَ أَرْجَى لِلْقَبُوْلِ مِنْ عَمَلٍ يَغِيْبُ عَنْكَ شُهُوْدُهُ ويُحْتَقَرُ عِنْدَكَ وُجُوْدُهُ

Tidak ada suatu amal kebaikan yang lebih besar kemungkinan diterima oleh Allah dari pada amal yang tidak engkau perdulikan. Karena jika engkau tidak melihat amalmu, sesungguhnya engkau telah melihat Allah dan telah bersama dengan-Nya.

Engkau merasa bahwa Amal ibadah itu tidak terlalu bernilai bagimu, karena engkau masih merasa kurang dan belum sempurna dalam memenuhi hak-hak Allah. Oleh karena itu, sebagian orang ‘arif mengatakan, “Jika engkau melakukan suatu amalan tetapi hatimu masih terpaut pada amalan itu, maka itu adalah tanda tidak diterimanya amal. Sebaliknya, barangsiapa yang beramal dan hatinya tidak terpaut dengannya, maka itu adalah tanda diterimanya amal.

Allah berfirman,

إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ

Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. (QS. Fathir: 10).

Abdul majid As-Syarnubi, Syarkhu Kitabil Hikam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: