Cahaya Memiliki Kasyf, Mata Hati Memiliki Hikmah, Dan Hati Dapat Menerima Dan Menolak (Hikmah Ke-Limapuluh Tujuh)

Cahaya memiliki kasyf, mata hati memiliki hikmah, dan hati dapat menerima dan menolak

النُّوْرُ لَهُ الْكَشْفُ، وَالْبَصِيْرَةُ لَهَا الْحُكْمُ، وَاْلقَلْبُ لَهُ الْإِقْبَالُ وَالْإِدْبَارُ

Sesungguhnya cahaya yang dimasukkan Allah ke dalam hati seorang murid adalah ilmu al-laduni yang memiliki fungsi kasyf (menyingkap makna sesuatu). Dengannya, seorang hamba dapat mengetahui kebaikan dalam amal ibadah dan dapat melihat keburukan dalam maksiat.

Sedangkan mata hati memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal yang ada di depannya, yang makna dan hakekatnya akan dibuka oleh nur (cahaya). Sebagaimana mata kepala tidak dapat melihat sesuatu yang ada di depannya kecuali dengan bantuan cahaya dzohir (baca: matahari atau lampu), begitupula dengan mata hati, ia juga tidak bisa melihat sesuatu, kecuali dengan bantuan cahaya batin.

Dan setelah semua makna tersingkap dengan jelas, maka hati akan menerima dan memilih kebaikan dan menolak keburukan. Oleh kerena itu, ia akan memilih menjalankan ketaatan dan menjauhi perbuatan maksiat.

Di dalam hadits dikatakan, “sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu ada segumpal darah. Apabila ia baik, maka seluruh tubuhnya akan baik. Tetapi apabila ia buruk, maka seluruh tubuhnya juga akan buruk. Dan segumpal darah itu adalah hati”.

Syekh Abdul Majid As-Syarnubi, Syarhu Kitabil Hikam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: