Barangsiapa Yang Tidak Bersyukur, Maka Nikmatnya Akan Segera Hilang. Dan Barangsiapa Yang Bersyukur, Maka Ia Telah Mengikat Nikmatnya Dengan Tali (Hikmah Ke-Enampuluh Empat)

Barangsiapa yang tidak bersyukur, maka nikmatnya akan segera hilang. Dan barangsiapa yang bersyukur, maka ia telah mengikat nikmatnya dengan tali

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النِّعَمِ فَقَدْ تَعَرَّضَ لِزَوَالِهَا، وَمَنْ شَكَرَهَا فَقَدْ قَيَّدَهَا بِعِقَالِهَا

Allah berfirman,

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ

Jika kalian bersyukur, maka Aku akan menambah nikmat-Ku kepada kalian. (QS. Ibrahim: 7).

Bersyukur secara bahasa berarti perbuatan yang muncul sebagai akibat dari pengagungan hati kepada Dzat yang maha memberi nikmat, karena Dialah yang maha menganugerahkan segala kenikmatan. Dan bersyukur dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik itu dengan lisan, perbuatan anggota badan, maupun keyakinan di dalam hati.

Adapun bersyukur secara istilah berarti menggunakan segala kenikmatan yang diberikan Allah untuk ketaatan kepada-Nya. ketika Syekh Juneid berumur 7 tahun beliau ditanya, “wahai anak kecil apakah syukur itu?”, beliau menjawab, “syukur adalah engkau tidak bermaksiat dengan nikmat Allah”.

Syekh Abdul majid, Syarhu Kitabil Hikam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: