Kedudukan Shalat Di Dalam Agama Islam

Bismillah, walhamdulillah, wassholatu, wasalamu ‘ala sayyidina Rasulillah wa alihi washohbihi wa man walah, wa ba’d. Shalat adalah salah satu rukun dari rukun Islam yang lima. Jika dikaitkan dengan Islam, kedudukan shalat bagaikan kepala dan Islam itu badan. Agama Islam sangat menekankan perintah shalat. Firman Allah,

إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Sesungguhnya shalat adalah fardlu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An-Nisa’: 103).

Islam mengancam orang yang meninggalkan shalat dengan ancaman yang keras. Dikatakan di dalam hadits bahwa shalat adalah tiang agama, maka apakah sebuah rumah bisa berdiri tanpa adanya tiang. Begitu pula agama tidak akan bisa berdiri kokoh tanpa adanya shalat. Diriwayatkan dari Ibnu Umar rodliyallahu ‘anh, nabi Muhammad SAW bersabda, buniyal islaamu ’ala khomsin, syahadati an laa ila ha illalllah, wa anna muhammadan rasulallah, wa iqoomissholah, wa iitaa’izzakaah, wal hajji, wa shoumi romadloon (HR Bukhori, Muslim), artinya: “Islam dibangun di atas 5 hal, yaitu bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa romadlon”.

Shalat adalah amal yang terbaik dan merupakan wasiat terakhir Rasulullah SAW kepada umatnya di akhir hayatnya. Beliau mengatakan, assholatu wa maa malakat aimaanukum (jagalah shalat 5 waktu, laksanakan dan jangan kalian tinggalkan!).

Shalat adalah amalan yang akan dihisab pertama kali oleh Allah di hari kiamat kelak. Diriwayatkan dari Abi Huroiroh rodliyallahu ‘anh, beliau berkata, nabi Muhammad SAW bersaba, awwalu maa yuhaasabu bihil ‘abdu sholatuhu. (HR An-Nasa’i), artinya: “amalan yang pertama kali dihisab oleh Allah dari hambanya adalah shalatnya”.

Agama Islam sangat membantu pelaksanaan shalat bagi umatnya karena pentingnya ibadah ini. Umat Islam senantiasa dituntut untuk tetap melaksanakannya baik di rumah maupun sedang bepergian, dalam keadaan aman maupun ketakutan, dalam keadaan damai maupun perang, bahkan ketika umat Islam sedang berada di depan musuh sekalipun. Firman Allah,

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ (٢٣٨) فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالا أَوْ رُكْبَانًا فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’. Jika engkau dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Lalu jika engkau telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah)!, sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. (QS. Al-Baqoroh: 238-239).

Begitu pentingnya shalat, ibadah ini harus dilaksanakan dalam kondisi apapun sesuai dengan kemampuan kita. Ketika dalam kondisi peperangan, naik kendaraan atau sakit, shalat wajib dikerjakan oleh seluruh umat muslim. Bahkan jika sedang berada dalam kondisi darurat dan tidak memungkinkan untuk menghadap kiblat, maka umat muslim harus melaksanakan shalat tanpa harus menghadap ke arah kiblat. Firman Allah,

وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Dan kepunyaan Allahlah timur dan barat. Maka kemanapun engkau menghadap, di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqoroh: 115).

Sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan shalat sebanyak 5 kali sehari semalam untuk membersihkan manusia dari kelalaian dan kotoran hatinya. Diriwayatkan dari Abi Huroiroh dari nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “coba pikirkanlah apabila ada sungai di depan pintu rumahmu, kemudian engkau mandi di sana 5 kali sehari semalam, apakah masih ada sisa kotoran di badanmu. Para sahabat berkata, “tentu tidak ada sisa kotoran wahai nabi!”, nabi berkata, “begitu pula dengan shalat 5 waktu. Shalat 5 waktu akan menghapus kotoran-kotoran yang ada di dalam jiwamu”. (HR Bukhori, Muslim).

Barangsiapa yang shalatnya tertinggal maka ia wajib mengqodlo’. Nabi Muhammad SAW bersabda, man nasiya sholaatan fal yusholli idza dzakaroha. (HR Bukhori, Muslim), artinya: “barangsiapa yang lupa belum mengerjakan shalat maka ia wajib untuk mengqodlo’nya ketika ingat”. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, idza roqoda ahadukum ‘anis sholati aw ghofala ‘anha falyusholliha idza dzakaroha (HR Muslim), artinya: “jika engkau tertidur atau lupa belum mengerjakan shalat, maka segera laksanakan ketika teringat”.

Shalat yang diperintahkan oleh agama Islam bukanlah sekedar bacaan lisan dan gerakan anggota badan tanpa penghayatan dan kekhusu’an hati. Shalat yang diterima adalah shalat yang dikerjakan dengan senantiasa menghadirkan kebesaran dan keagungan Allah SWT. Allah telah menjelaskan kepada kita mengenai shalat yang berbuah pada keberuntungan. Firman Allah,

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. (QS. Al-Mukminun: 1-2).

Imam an-Nawawi mengatakan, “disunahkan untuk melakukan shalat dengan khusu’ dan menghayati setiap bacaan dan dzikirnya, dan menjauhkan pikiran dari segala sesuatu selain Allah. Memikirkan sesuatu selain Allah tidak membatalkan shalat tetapi dimakruhkan -baik itu berfikir tentang perkara yang mubah atau haram-”. (al-majmu’, an-Nawawi).

Islam telah memerintahkan seorang ayah untuk memerintahkan anak-anaknya mengerjakan shalat ketika mereka masih berumur 7 tahun dan memukulnya pada umur 10 tahun, sebagaimana riwayat dari nabi Muhammad SAW, muruu awlaadakum bis sholati wa hum abnaa’ sab’i siniin, wadlribuuhum ‘alaiha wa hum abnaa’ ‘asyro siniin. (HR Abu Dawud), artinya: “perintahkanlah anak-anakmu untuk melaksanakan shalat ketika mereka masih berumur 7 tahun. Dan pukullah mereka karena tidak mengerjakan shalat ketika mereka berumur 10 tahun”.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: