Hukum Ziarah Kubur, Menurut Jumhur Ulama

Praktek ziarah kubur disyareatkan dengan kesepakatan semua ulama. Hukumnya sunnah -baik untuk laki-laki maupun perempuan- menurut ulama madzhab Hanafi. Adapun menurut sebagian besar ulama, hukumnya mubah (boleh). Namun hukumnya akan berubah menjadi makruh jika si perempuan tidak mampu bersabar -karena perasaannya yang halus-.

Dalil yang menunjukan hukum ziarah kubur ?

Adapun dalil yang menunjukkan disunahkannya ziarah kubur adalah sabda nabi Muhammad SAW, inni kuntu nahaitukum ‘an ziyaarotul qubuur fazuuruha, fainnaha tudzakkirukumul aakhiroh (sesungguhnya aku melarang kalian untuk beziarah kubur, namun sekarang berziarahlah!, karena ia bisa mengingatkan seseorang tentang akherat) (HR Ahmad, Muslim, abu Dawud, dan Turmudzi).

Adapun ziarah ke makam nabi Muhammad SAW dan makam para nabi lainnya bagi perempuan hukumnya sunnah menurut para ulama. Kesunahannya didasarkan pada keumuman dalil yang memerintahkan untuk ziarah kubur kepada semua orang tanpa membedakan antara laki-laki dan perempuan.

Berziarah ke makam nabi Muhammad SAW tentu memiliki faedah dan nilai keutamaan yang sangat besar. Apabila nabi Muhammad SAW masih hidup tentu kita akan banyak mengunjunginya. Dan mengunjungi nabi pada saat ini dilakukan dengan cara berziarah ke makamnya.

Para ulama zaman dahulu dan sekarang telah bersepakat mengenai disyareatkannya praktek ziarah kubur. Jumhur (mayoritas) ulama dari kalangan ahli fatwa telah berpendapat bahwa ziarah ke makam nabi termasuk sunnah. Bahkan ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa hukumnya sunah muakkad (sunnah yang dikuatkan).-Pendapat ini adalah pendapat sebagian ulama yang bermadzhab Hanafi-.

Sementara ahli fiqih yang bermadzhab Maliki seperti Abu Imron Musa bin Isa al-Faasi mengatakan hukumnya wajib. Dalil yang mereka jadikan sebagai sandaran adalah adalah firman Allah,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا

Apabila mereka mendzolimi diri mereka sendiri kemudian mereka datang kepadamu (Muhammad) dan memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul memohonkan ampunan untuk mereka, maka mereka akan mendapati bahwa Allah itu maha menerima taubat dan maha penyayang. (QS. An-Nisa’:64).

Ayat di atas bersifat mutlak. Tidak ada ayat atau dalil lain yang mengkhususkannya. Tidak ada pula keterangan yang mengatakan bahwa ayat ini hanya berlaku pada saat nabi Muhammad SAW masih hidup. Oleh karenanya ayat ini akan tetap berlaku sampai hari kiamat.

Sesungguhnya yang dipahami dari kandungan al-Qur’an adalah keumuman lafadznya, bukan khususnya sebab yang melatar belakangi munculnya ayat. Dalil lainnya adalah nabi bersabda, man zaaroni ba’ad mauti fa kaannamaa zarooni fii hayaati (barang siapa yang berziarah kepadaku setelah aku mati, maka ia seperti mengunjungiku ketika aku masih hidup) (HR al-Baihaqi).

Hadits nabi, man zaaro qobri wajabat lahu syafaa’ati (barang siapa yang menziarahi makamku, maka ia wajib mendapatkan syafa’atku) (HR. Al-Baihaqi, Thabrani).

Ziarah kubur memiliki adab dan cara-cara yang harus dilakukan oleh seorang muslim. Yaitu dengan meringankan suara, duduk dengan tenang dan khusu’, menghadirkan wajah dan wibawa nabi, dan dibolehkan untuk mengusap mimbar nabi Muhammad SAW. Ibnu Qudamah di dalam kitabnya al mughni mengatakan, “tidak disunahkan untuk mengusap dinding kubur nabi dan menciumnya”. ‘Atsrom mengatakan, “aku melihat para ulama dari penduduk Madinah -dimana mereka semua tidak mencium kubur nabi Muhammad SAW-. Mereka berdiri di pojok makam dan mengucakan salam kepada nabi”. Abu ‘Abdillah mengatakan, “beginilah yang dilakukan oleh Ibnu Umar”.

Mengenai hukum mengusap mimbar nabi, telah diriwayatkan oleh Ibrahim bin Abdirrohman bin ‘Abdil Qori’, ia berkata, “aku melihat Ibnu Umar meletakkan tangannya di atas mimbar nabi lalu meletakkan tangannya di wajahnya. (al-mughni).

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: