Apa Itu Tasawuf Dan Tarekat Shufiyah?

Tasawuf adalah metode yang digunakan untuk mendidik ruh dan akhlak manusia yang bertujuan untuk meningkatkan maqom (tingkatan) seorang muslim sampai ke maqom ihsan (memandang Allah). Nabi Muhammad SAW bersabda, an ta’budallaha kaannaka tarohu, fain lam takun tarohu fainnahu  yaroka. (ihsan adalah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Apabila engkau tidak melihat-Nya, maka Allah melihat engkau) (HR Ahmad, Bukhori).

Tasawuf adalah suatu metode yang mendidik manusia, agar ia mensucikan hatinya dari segala penyakit hati yang dapat menghalangi manusia dari memandang Allah SWT. Disamping itu ia juga berfungsi untuk meluruskan jiwa-jiwa yang menyimpang dari jalan lurus, dan menjauhkannya dari akhlak yang buruk dalam hubungannya dengan Allah SWT dan dengan sesama manusia.

Thoriqoh shufiyyah dapat diibaratkan sebagai sebuah sekolah yang mempelajari metode-metode pembersihan noda jiwa dan meluruskan adab manusia. Seorang syekh adalah guru yang akan mendidik para murid di dalam sekolah ini.

Sesungguhnya jiwa dan hati manusia banyak terjangkit dengan penyakit-peyakit hati. Diantaranya sombong, menipu, egois, pelit, marah, riya’, menyukai maksiat, membenci, dengki, dendam, tama’, dan lain-lain.

Allah berfirman,

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan aku tidak menyatakan diri bebas dari kesalahan, karena sesunggunya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. (QS. Yusuf: 53).

Sesungguhnya kaum muslimin pada masa-masa awal sangat memahami pentingnya pendidikan jiwa dan hati, sehingga mereka berusaha untuk menyucikanya dari segala penyakit-penyakit hati, supaya mereka bisa berjalan cepat untuk sampai kepada Allah SWT.

Thoriqoh shufiyyah yang dibenarkan di dalam agama Islam harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut,

1. Berpegang teguh pada al-Qur’an dan al-Hadits. Setiap hal yang bertentangan dengan al-Qur’an dan al-Hadits tidak dinamakan thoriqoh, karena thoriqoh sangat menolak segala sesuatu yang bertentangan dengan al-Kitab dan as-Sunah.

2. Ilmu dan pengajaran thoriqoh tidak terlepas dari ilmu syareat. Justru sebaliknya thoriqoh adalah inti syareat.

Adapun ciri-ciri thoriqoh yang benar adalah:

1. Memperhatikan, mengawasi hati, dan mensucikan jiwa dari segala penyakit-penyakitnya.

Allah berfirman,

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (٧) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (٨) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (٩) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Demi jiwa serta penyempurnaan ciptaannya!,  Dia telah mengilhamkan kepada jiwa jalan kejahatan dan jalan ketaqwaannya. Sungguh  beruntung orang yang mensucikan jiwa itu, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya. (QS. As-Syams: 7-10).

2. Banyak berdzikir mengingat Allah.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Wahai orang-orang yang beriman!, berdzikirlah kalian semua kepada Allah ta’ala dengan dzikir yang banyak. (QS. Al-Ahzab: 41).

Nabi bersabda, laa yazaalu lisaanuka rothban min dzikrillah (hendaknya lisanmu menjadi basah karena berdzikir mengingat Allah).

3. Zuhud dari dunia. Tidak bergantung padanya, dan mencintai akherat. Allah berfirman,

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلا تَعْقِلُونَ

Dunia ini hanyalah permainan dan sandiwara. Dan sesungguhnya kehiduan akherat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Apakah engkau tidak berfikir?!. (QS. Al-An’am: 32).

Di dalam thoriqoh ada seorang syekh (guru) yang akan mengajari para murid dengan berbagai macam dzikir dan menjelaskan kepada mereka bagaimana cara mensucikan jiwa dari segala macam penyakit-penyakitnya, dan mengobati mereka dengan obat-obat hati. Seorang syekh diberi keistimewaan oleh Allah mampu melihat penyakit-penyakit yang menjangkit hati para murid, lalu beliau akan memberikan obat yang sesuai untuk murid-muridnya. Obat hati yang diberikan oleh syekh kepada setiap murid berbeda-beda, menurut kondisi dan keadaan si murid.

Sesungguhnya nabi Muhamad SAW memiliki nasehat yang berbeda-beda untuk orang yang berbeda, karena beliau mengetahui nasehat apa yang sesuai dengan kondisi hati dan jiwa masing-masing orang.

Pada suatu hari datang seorang laki-laki kepada Rasulullah, “wahai nabi!, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang dapat menjauhkanku dari marah Allah”. Nabi menjawab, “jangan marah!”. Kemudian datang orang lain bertanya kepada nabi Muhammad SAW, dan beliau berkata kepada orang itu, “hendaknya lisanmu itu menjadi basah karena selalu mengingat Allah!”.

Karena kondisi jiwa yang berbeda, setiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda untuk melakukan ibadah yang disukainya. Diantara sahabat nabi ada yang gemar bangun malam, ada yang menyukai membaca al-Qur’an, ada yang memilih berjihad di jalan Allah, ada yang senang berdzikir, dan ada pula yang gemar memberikan sodaqoh.

Dan Ini bukan berarti melakukan ibadah yang satu, lalu meninggalkan ibadah yang lain. Akan tetapi ada ibadah tertentu yang ditekuni oleh seorang yang dijadikan jalan olehnya agar sampai kepada Allah SWT. Oleh karena itu jumlah pintu surge banyak dan bermacam-macam.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “orang yang menekuni suatu amal ibadah memiliki satu pintu dari pintu-pintu surga. Mereka akan berdo’a dan memohon dengan amal itu”. Orang yang gemar berpuasa memiliki satu pintu surga yang bernama royyan. (HR Bukhori dan Muslim).

Dari keterangan di atas sekarang kita sudah memahami apa itu thoriqoh yang benar. Di dalam thoriqoh ada seorang syekh dan para murid yang semuanya mentaati aturan syareat dengan berpegang teguh pada al-Kitab dan as-Sunnah. Disamping itu kita telah mengerti mengenai sebab yang mengakibatkan munculnya banyak thoriqoh, yaitu karena perbedaan cara dan metode penyembuhan hati.

Namun meskipun banyak jalan yang berbeda-beda, tetapi semuanya mengantarkan seseorang pada tujuan yang sama yaitu Allah ‘azza wa jalla.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: