Apa Hukum Memanjangkan Jenggot ?

Di dalam agama Islam ada beberapa hadits yang memerintahkan untuk memanjangkan jenggot, diantaranya sabda nabi, kholifuul musyrikiina, wa farrul lihya, wa akhfus syawaarib. (HR Bukhori, Muslim), artinya: “berbedalah kalian dengan orang-orang musyrik!, panjangkan jenggotmu dan potonglah kumismu!”.

Berdasarkan hadits di atas, para ulama berbeda pendapat mengenai hukum perintah ini -apakah perintah ini menunjukkan wajib atau sunnah-. Mayoritas ulama mengatakan bahwa perintah itu menunjukkan wajib. Namun para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa perintah itu menunjukkan sunnah.

Banyak ulama-ulama madzhab Syafi’i yang berfatwa mengenai masalah ini, diantaranya Syekh Zakaria al-Anshori. Beliau mengatakan bahwa mencabut dan memotong jenggot pada saat awal tumbuh itu hukumnya makruh .(asnal matholib). Sedangkan Imam ar-Romli mengatakan bahwa tidak dihalalkan bagi seorang laki-laki untuk memotong jenggotnya dan kedua alisnya. (khasyiyatus syekh syihabuddin ahmad ar-Romli).

Imam Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan makruhnya mencabut jenggot dan alis. (tuhfaftul Mukhtaj). Hal ini juga dikuatkan oleh Imam Ibnul Qosi al ‘Ibadi yang mengatakan makruhnya memotong jenggot. (hasyiyatu tuhfatil muhtaj syarhilminhaj). Imam al-’allamah al-Bujairimi juga mengatakan hal yang serupa, bahwa memotong jenggot hukumnya makruh (khasyiyatul bujairimi).

Para ulama yang mengatakan wajibnya memanjangkan jenggot dan haramnya memotong jenggot beralasan bahwa memotong jenggot bagi laki-laki itu bertentangan dengan bentuk wajar laki-laki -karena jenggot adalah kebudayaan yang berlaku pada waktu itu-. Sementara kaidah ilmu usul fiqih menyatakan, ‘apabila suatu perintah syar’i berhubungan dengan adat dan kebiasaan, maka perintah itu akan berubah dari wajib menjadi sunnah’.

Jenggot merupakan bagian dari adat dan kebiasaan. Para ulama ahli fiqih telah menjelaskan mengapa hal ini berhubungan dengan adat dan kebiasan. Nabi Muhammad SAW bersabda, “rubahlah ubanmu dan janganlah kalian menyerupai musuhmu, yaitu orang musyrik. Dan hal yang paling baik untuk merubah uban adalah dengan menggunakan tanaman pacar”. (HR Bukhoridan Muslim).

Mengenai hadits ini, para ulama ahli fiqih mengatakan bahwa hukum merubah uban adalah sunnah, karena ini berhubungan dengan adat. Dan tidak ada seorang ulamapun yang mengatakan bahwa hukumnya wajib.

Hal serupa pernah terjadi, yaitu pada suatu zaman tertentu para ulama melarang orang Islam untuk memakai topi, bahkan mereka mengatakan bahwa orang yang memakai topi adalah kafir. Hukum asal dari memakai topi tidak menyebabkan kekafiran. Namun pada masa itu perbuatan memakai topi adalah tanda yang menunjukkan kekafiran, sebab memakai topi termasuk adat orang-orang kafir.

Akan tetapi ketika zaman telah berubah dan memakai topi telah menjadi kebiasaan masyarakat umum, tidak ada seorang ulamapun yang mengatakan bahwa orang yang memakai topi dihukumi sebagai orang kafir.

Sesungguhnya perintah memanjangkan jenggot hanya berlaku untuk masa lampau. Dan karena pada saat ini semua orang kafir dan orang Islam sama-sama memanjangkan jenggot, maka tidak ada alasan lagi untuk memanjangkan jenggot. Pendapat ini berbeda dengan pendapat mayoritas ulama yang mewajibkannya. Dan kami berpegang pada pendapat ulama yang bermadzhab Syafi’i yang menyatakan kesunahannya.

Sesungguhnya kebudayaan telah berubah. Oleh karena itu hukum memotong jenggot adalah makruh dan memanjangkannya termasuk perbuatan sunnah yang pelakunya akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Dan bagi yang ingin memanjangkan jenggot kami menganjurkan agar tetap memperhatikan kerapian dan kebersihannya agar enak dipandang mata.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: