Apakah Seorang Muslim Harus Bermadzab?

Setelah para ulama menyatakan bahwa taqlid bagi orang-orang awam disyareatkan, lalu para ulama berbeda pendapat mengenai kewajiban seorang muqollid untuk mengikuti satu madzab tertentu dari beberapa madzhab yang ada. Dalam hal ini ada dua pendapat dalam bermadzab:

1. Wajib mengikuti satu madzhab tertentu. Imam Jalaluddin al-Makhalli mengatakan di dalam syarkh jam’ul jawaami’, “bahwa pendapat yang paling benar adalah wajib bagi orang awam dan selain awam -yang belum sampai pada tingkatan mujtahid- untuk mengikuti satu madzhab tertentu dari beberapa madzhab yang ada yang ia yakini sebagai madzhab yang paling kuat (syarkhul makhalli ‘ala jam’il jawaami’).

2. Tidak wajib mengikuti satu madzhab tertentu dalam semua permasalahan, tetapi ia boleh mengambil pendapat mujtahid siapa saja yang ia sukai. Oleh karena itu sering dikatakan bahwa al-’ami la madzhaba lahu, bal madzhabuhu madzhabu muftihi (seorang awam tidak memiliki madzhab, karena madzhabnya adalah madzhab muftinya).

Dan pendapat yang kedua ini dianggap sebagai pendapat yang benar. Imam an-Nawawi berkata, “pendapat yang benar adalah tidak diharuskan untuk bermadzhab dengan satu madzhab tertentu, akan tetapi ia boleh mengambil pendapat dari mujtahid atau mufti mana saja yang ia sukai”. (roudlotut tholibin).

Ibnu ‘Abidin berkata, as-Syarombilali mengatakan bahwa seorang awam tidak diwajibkan untuk mengikuti satu madzhab tertentu. Ia dibolehkan untuk mengikuti pendapat imam-imam yang lain yang berbeda dengan pendapat imam madzhab yang dianutnya. (khasyiatu Ibnu Abidin).

Tindakan seorang muqollid yang mengikuti mujtahid mana saja yang ia sukai adalah tindakan yang dibenarkan, karena setiap mujtahid memiliki cara dan metode sendiri dalam menetapkan hukum syareat, yang semuanya dibenarkan di dalam agama Islam. Oleh karena itu seorang awam ketika mengambil suatu pendapat  suatu ulama janganlah berpikir bahwa pendapat ulama yang lain itu salah. (ushul fiqh al-islami).

Adapun mengikuti salah satu madzhab 4 (Hanafi, Maliki, Hambli, Syafi’i) bagi para penuntut ilmu sangatlah dianjurkan, karena 4 madzhab fiqih inilah yang berjasa besar dalam pengantaran ajaran agama Islam kepada kita. Dan masing-masing madzhab memiliki keistimewaan tersendiri dalam mengambil dan menetapkan suatu hukum. Oleh karena itu sebaiknya setiap penuntut ilmu memilih satu madzhab yang akan ia pelajari untuk lebih jauh mempelajari cara melakukan itihad secara mendalam.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan Lima Yusyghilul Adzhaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: