Apakah Memperbanyak Berdzikir Dengan Bilangan Yang Melebihi Bilangan Yang Dianjurkan Di Dalam Hadits Termasuk Bid’ah?

Memperbanyak berdzikir dengan jumlah bilangan yang melebihi jumlah yang disebutkan di dalam hadits adalah sunnah, bahkan diperintahkan. Allah berfirman, yaa ayyuhalladziina aamanuudzkurullaha dzikron katsiiron (wahai orang-orang yang beriman! berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak). Allah berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesunggunya pada diri rasul itu terdapat suri tauladan yang baik bagi orang-orang yang mengharapakan ridlo Allah dan hari akhir dan bagi orang yang banyak berdzikir kepada Allah. (al-Ahzab: 21).

Firman Allah, wadzzakiriinallaha katsiiraa, wadzzakirooti, a’addalllahu lahum maghfirotaw wa’ajron ‘adziima (Allah telah menyiapkan pahala yang besar bagi orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, laki-laki maupun perempuan). Sebaliknya, orang yang sedikit mengingat Allah adalah tanda orang munafiq. Firman Allah, wa laa yadzkuruunallaha illa qolilla (mereka tidak mengingat Allah kecuali hanya sedikit).

Nabi bersabda, sabaqol mufarridun (mufarridun itu akan menjadi yang terdepan). Para sahabat bertanya, “siapakah mufarridun itu wahai nabi?”, nabi menjawab, “mufarridun adalah orang yang banyak mengingat Allah”. Nabi bersabda, laa yazaalu lisaanuka rothban min dzikrillah. (HR Ahmad, Turmudzi, dan Ibnu Majah), artinya: “hendaknya lisanmu menjadi basah karena mengingat Allah”.

Nabi bersabda, “barang siapa yang mengatakan laa ilaa ha illallah wahdahuu laa syariikalah lahul mulku wa lahul khamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir sebanyak 100 kali setiap hari, maka pahalannya sama dengan memerdekakan 10 budak, mendapatkan 100 kebaikan dan dihapus sebanyak 100 keburukan. Lalu nabi bersabda, “sesungguhnya tidak akan ada orang yang datang di hari kiamat yang lebih utama dari pada orang ini (banyak berdzikir) kecuali orang yang membacanya lebih dari 100 kali”.

Sesunguhnya ayat-ayat dan hadits-hadits di atas mengabarkan kepada kita bahwa berdzikir tidak dibatasi dengan jumlah tertentu. Syareat Islam memberikan kebebasan bagi pemeluknya untuk berdzikir sebanyak-banyaknya. Sesungguhnya berdzikir kepada Allah itu dapat menghidupkan hati. Dan sebaliknya meninggalkan dzikir akan mematikan hati. Mari kita memohon kepada Allah SWT agar Ia senatiasa menghidupkan hati-hati kita. Amiin ya robbal ‘alamiin.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: