Apa Yang Dimaksud Dengan Jargon ‘Mengikuti Ulama Salaf’?

Mengikuti ulama salaf yang diperintahkan bukan beralasan karena para ulama itu semata-mata hidup di zaman dahulu, tetapi karena mereka adalah orang yang paling benar dalam memahami firman Allah SWT dan paling mengerti maksud dari sunnah Rasulillah SAW. Mereka adalah orang yang paling fasih dalam melafadzkan bahasa arab dan mengetahui rahasia-rahasianya.

Mereka adalah orang yang paling dekat dengan kehidupan nabi Muhammad SAW karena pernah bertemu dan berkumpul dengan beliau. Mereka adalah orang yang lebih berhak untuk menyampaikan hadits nabi karena ketajaman hafalan dan pemahamannya.

Mereka juga orang-orang yang paling benar dalam memahami keseluruhan ajaran agama Islam dan paling bersih akal dan hatinya, sehingga ketika mengamalkan ajaran Islam, mereka sangat menghindari segala perbuatan menyimpang dan bid’ah yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

As-Salafiyah yang hakiki adalah orang-orang yang mengharuskan dirinya untuk memahami dan menerapkan manhaj dan metode para ulama salaf ketika bergaul dengan al-Qur’an dan al-Hadits. Kehidupan sehari-hari yang selalu berlandaskan  kepada al-Qur’an dan al-Hadits seolah-olah sudah melekat dalam jiwa dan sanubari para ulama salaf rodliyallahu ‘anhum.

Barangsiapa yang masuk ke dalam kumpulan kesatuan para ulama salaf berarti ia telah masuk kedalam golongan ahlussunah wal jama’ah, meskipun ia hidup di akhir zaman. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak mengikuti jalan hidup ulama salaf berarti ia telah keluar dari lingkaran golongan ahussunnh wal jama’ah yang selamat, meskipun ia hidup pada abad awal Islam.

Ulama salaf dan para pengikutnya -yang dinamakan dengan golongan ahlussunnah wal jama’ah- telah berada di bawah payung persatuan Islam meskipun terkadang mereka berbeda dan berselisih pendapat dalam permasalah-permasalahan fiqih. Dan diantara mereka tidak ada istilah salafiyan (orang salafi) dan bid’iyyan (ahli bid’ah), karena perbedaan pendapat dan pemikiran diantara mereka tidak akan berpengaruh pada persatuan dan kesatuan mereka.

Sesungguhnya para ulama salaf (sahabat dan tabi’in) pada zaman dahulu tidak menjadikan istilah salafi sebagai sebuah kelompok Islam tertentu yang berbeda dengan umat muslim lainnya. Mereka juga tidak pernah mengatakan bahwa salaf ini berbeda dengan yang lainnya dalam hal aqidah, pemikiran, fiqih, atau cara mengamalkan ajaran agama Islam. Akan tetapi para ulama ahlussunnah -baik itu salaf (ulama zaman dahulu) dan kholaf (ulama zaman sekaang)- saling bertukar pemikiran dan pendapat, saling memberi dan menerima, dan saling berdiskusi dibawah payung pemersatu Islam ahlussunnah wal jama’ah.

Tidak terlintas di dalam pikiran para ulama salaf pada zaman dahulu untuk membuat kelompok tertentu yang membedakan mereka dengan kelompok Islam yang lain dalam hal pemikiran dan aqidah Islam. Mereka juga tidak pernah bersepakat untuk membuat suatu madzhab tertentu dalam permasalahan cabang fiqih Islam -karena diantara para ulama salaf juga saling berbeda pendapat dalam cabang agama, baik dalam bidang fiqih maupun aqidah-.

Perkataan sebagian orang yang mengatakan adanya madzhab salaf adalah batil (tidak benar) -karena salaf bukanlah madzhab-. Hal ini berdasarkan dua alasan yaitu:

1. Kesepakatan seluruh ulama salaf dalam satu permasalahan fiqih cabang tertentu adalah kebohongan, karena mereka memiliki pendapat yang berbeda-beda dalam permasalahan fiqih cabang.

2. Kelompok madzhab salaf tidak diriwayatkan dengan sanad yang diketahui oleh umat Islam, dan seolah-olah tidak ada yang mengetahuinya kecuali kelompok tertentu yang mengaku-aku sebagai salafi itu.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: