Apa Itu Shalat Awwabin?

Bismillah, walhamdulillah, wassholatu, wassaalamu ala sayyidina Rasulillah, wa alihi wa shohbih wa man walah, wa ba’d. Al-awwabin adalah kata bahasa Arab yang berbentuk jama’, sedangkan bentuk tunggalnya adalah awwab yang berarti orang yang taat atau orang yang kembali kepada Allah. (syarh shohih muslim, an-Nawawi), atau berarti orang yang banyak kembali kepada Allah dengan bertaubat. (faidlul qodiir).

Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa shalat awwabin itu sama dengan shalat dzuha dan shalat sunnah yang dilakukan pada waktu antara shalat maghrib dan shalat isya’ (asnal matholib). Shalat sunah setelah maghrib dinamakan dengan shalat awwabin karena mereka yang melakukannya adalah orang-orang yang kembali dan bertaubat kepada Allah SWT atas apa yang telah dilakukannya di siang hari. Dan jika dilakukan secara berulang-ulang, maka hal itu menunjukkan tanda kembalinya seseorang kepada Allah SWT.

Shalat awwabin juga dinamakan dengan shalat ghoflah (lupa), karena banyak manusia yang lupa untuk melakukan shalat di waktu ini -karena disibukkan dengan urusan duniawi, makan malam, atau tidur-. (al-iqna’, as-Syarbini). Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa jumlah rekaat terbanyak dalam shalat awwabin adalah 20 rekaat, dan paling sedikit sejumlah 2 rekaat. (tuhfatul akhwadzi).

Adapun ulama yang mengatakan bahwa shalat awwabin sama dengan shalat dzuha didasarkan pada hadits nabi Muhammad SAW, sholatul awwabiin khiina tarmadlul fishool (HR Muslim), artinya: “sholat awwabin dikerjakan ketika perut anak-anak unta merasakan panasnya tanah karena terkena sinar matahari”. Juga berlandaskan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Huroiroh rodliyallhu ‘anh, beliau berkata, “kekasihku (Muhammad) telah berwasiat kepadaku dengan tiga hal yaitu berpuasa tiga hari disetiap bulan, dua rekaat shalat dluha, dan melakukan shalat witir sebelum tidur”. (HR Bukhori, Muslim).

Diriwayat yang lain dikatakan, “aku tidak akan meninggalkan dua rekaat shalat dluha, karena itu adalah sholat awwabiin”. (Musnad Ahmad). Dari Abi Huroiroh rodliyallahu ‘anh, beliau berkata, nabi Muhammad SAW bersabda, “tidak menjaga sholat dluha melainkan orang awwab (yang kembali kepada Allah)”. Lalu beliau berkata, “sholat dluha adalah sholat awabiin”. (HR al-Hakim).

Nabi juga bersabda, “orang yang melaksanakan shalat pada waktu antara maghrib dan isya’ adalah orang awwabiin”. (nailul awthor, as-Syaukani, dan az-zuhd, Ibnul Mubarok). Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash rodliyallahu ‘anhuma, ia berkata, “shalat awwabin dilakukan antara waktu maghrib dan isya”.

Diriwayatkan dari Abi ‘Uqail Zahroh bin Ma’bad, beliau berkata, “aku mendengar Aba Khazim dan Ibnul Munkadari membaca ayat al-Qur’an, tatajaafa junubuhum ‘anil madloji’i (lambung mereka jauh dari tempat tidur). Mereka mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ‘jauhnya lambung dari tempat tidur’ adalah mereka melaksanakan shalat di waktu antara maghrib dan isya’. Dan shalat itu dinamakan dengan shalat awwabiin”. (HR al-Baihaqi).

Diriwayatkan dari Aisyah rodliyallahu ‘anha, Rasulullah SAW bersabda, “barangsiapa yang mengerjakan shalat pada waktu antara maghrib dan isya’ sebanyak 20 rekaat, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga”. (HR Ibnu Majah).

Dari Ibnu Umar rodliyallahu ‘anhuma bahwa nabi Muhammad SAW bersabda, “barangsiapa yang melakukan shalat 6 rekaat setelah maghrib sebelum bercakap-cakap, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya 50 tahun (mukhtashor qiyamullail). Diriwayatkan dari Amar bin Yasir, bahwa ia melihat nabi Muhammad SAW mengerjakan shalat setelah maghrib sebanyak 6 rekaat, dan nabi bersabda, “barangsiapa mengerjakan shalat setelah maghrib sebanyak 6 rekaat maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak busa di lautan”. (HR Thobroni).

Dari Anas bin Malik bahwa beliau melakukan shalat sunnah antara maghrib dan isya’. Beliau menjelaskan tafsir pada ayat al-Qur’an,

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya. (QS. As-Sajdah: 16).

Beliau berkata bahwa yang dimaksud dengan ayat di atas adalah orang-orang yang melakukan shalat antara maghrib dan isya’. Beliau juga menjelaskan tafsir dari ayat,

كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. (QS. Adz-Dzariyat: 17).

Beliau mengatakan, “maksudnya adalah orang yang melaksanakan shalat di waktu antara maghrib dan isya”. (nailul author, as-Syaukani).

Diriwayatkan dari Manshur bin al-Mu’tamir di dalam ayat al-Qur’an,

مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ

Diantara ahli kitab itu ada golongan yang berlaku lurus. Mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). (QS. Ali Imron: 113).

Anas bin Malik mengatakan bahwa telah sampai riwayat kepadaku yang mengatakan bahwa mereka adalah orang yang melakukan shalat sunnah antara maghrib dan isya’. (mukhtashor qiyamullail, Muhammad bin Nashor al-Mirwazi).

Al-Hafidz Zainuddin al-‘Iroqi mengatakan bahwa diantara para sahabat yang melakukan shalat di waktu antara maghrib dan isya’ adalah Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Amr, Salman al-Farisi, Ibnu Umar, dan Anas bin Malik. Sedangkan dari tabi’in diantaranya al-Aswad bin Yazid, Abu Utsman an-Nahdi, Ibnu Abi Malikah, Sa’id bin Jubair, Abu Hatim, Ali bin al-Husein, Abu Abdirrohman al-Habla, Syuraih al-Qodli, Abdullah ibnu Mughoffal, dan lain-lain. Imam as-Syaukani mengatakan bahwa ayat-ayat dan hadits-hadits yang telah disebutkan di atas merupakan dalil-dalil yang menunjukkan disyareatkannya memperbanyak melaksanakan shalat antara maghrib dan isya’. (nailul author, as-Syaukani).

Dari penjelasan di atas, sekarang kita telah mengetahui apa itu shalat awwabin. Bagi yang ingin mangamalkannya maka kerjakanlah!, karena ini termasuk amalan yang disukai oleh Allah SWT dan tentu saja memiliki pahala yang besar. Dan bagi yang tidak ingin melakukannya maka silakan saja, namun kita jangan sampai mengingkari adanya sholat awwabin. Wallahu ta’ala a’la wa a’lam

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: