Bagaimana Hukum Mentalqin Mayit Setelah Di Kubur ?

Mentalqin mayit setelah dikuburkan hukumnya sunnah manurut pendapat mayoritas ulama, dengan berlandaskan pada riwayat at-Thobroni, dari Abi Umamah al-Bahili rodliyallahu ‘anh, beliau berkata, “jika aku mati nanti kuburlah aku sebagaimana yang diperintahkan oleh nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “jika diantara kalian ada yang meninggal dunia dan kalian sudah menguburkannya, maka berdirilah salah satu dari kalian di atas kuburannya lalu katakanlah, “wahai fulan bin fulanah..”, karena sesungguhnya orang yang berada di dalam kubur dapat mendengar. Ketika dia memanggilnya maka si mayit akan bangun lalu duduk. Dan orang yang berdiri di atas kubur itu hendaknya mengatakan, “wahai mayit! katakanlah (kepada malaikat penanya kubur) bahwa engkau telah keluar dari dunia dengan bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah. Dan katakanah bahwa engkau telah ridlo bahwa Allah itu tuhanmu, dan engkau ridlo Islam sebagai agamamu, Muhammad sebagai nabimu, dan al-Qur’an sebagai imammu”.

Dan Malaikat Munkar dan Nakirpun akan berkata satu sama lain, “mari kita pergi saja, untuk apa kita bertanya kepada orang yang sudah ditalqin -tentu ia akan menjawab dengan benar semua pertanyaan kita-”. (al-mu’jam al-kabiir, at-Thobroni).

Imam an-Nawawi mengatakan bahwa sebagian besar dari teman-teman kami berpendapat bahwa talqin mayit setelah ia dikubur hukumnya sunnah. Dan diantara ulama yang menyatakan kesunahannya adalah al-Qodli Husein, al-Mutawalli, as-Syekh Nashor al-Muqoddasi, ar-Rofi’i dan lain-lain. Syekh Abu Amr bin Sholah rohimahulllah berkata, talqin adalah amalan yang kita pilih dan kita lakukan. (al-majmu’ syarkhul muhazzab).

Ibnu Taimiyyah pernah ditanya mengenai talqin mayit setelah ia kubur, ‘apakah benar ada hadits mengenai hal ini’, beliau menjawab bahwa talqin telah diriwayatkan oleh banyak sahabat, dan mereka semua memerintahkan hal ini, diantaranya Abi Umamah al-Ahili dan lain-lain. Namun ada hadits -yang tidak dihukumi sebagai hadits shohih– mengatakan bahwa banyak dari sahabat yang tidak melakukannya. Oleh karena itu imam Ahmad dan ulama lainnya mengatakan hukumnya tidak apa-apa dan mereka membolehkan, tetapi tidak menganjurkan untuk melakukannya. Sedangkan para ulama madzhab Syafi’i menyatakan kesunahannya, sementara para ulama madzhab Maliki memakruhkannya.

Nabi telah bersabda, laqqinu mautaakum laa ila ha illallah (talqinlah mayit-mayit kalian dengan laa ila ha illallah). Oleh karena itu mentalqin orang yang mau meninggal hukumnya sunnah dan diperintahkan. Dan dikatakan di dalam sebuah hadits bahwa orang yang baru dikubur akan ditanya dan diuji. Oleh karena itu kita diminta untuk membantu mendo’akannya.

Dan talqin tentu sangat bermanfaat baginya karena si-mayit akan mendengar panggilan dan suara orang yang masih hidup sebagaimana dikatakan di dalam hadits, innahu layasma’u qor’a ni’alihim (sesungguhnya orang yang berada dalam kubur itu mendengar suara sandal kalian). Di hadits yang lain dikatakan, “barangsiapa yang melewati kuburan saudaranya kemudian ia mengucapkan salam kepadanya, maka Allah akan mengembalikan ruhnya, sehingga ia dapat menjawab salamnya”. (al-fatawa al-kubro, IbnuTaimiyah).

Dari penjelasan di atas maka kita telah memahami bahwa mentalqin orang yang akan meninggal dan mentalqin mayit setelah dikuburkan telah ditetapkan di dalam hadits nabi. Dan bagi setiap muslim hukumnya sunnah untuk mentalqin saudaranya sesama muslim, karena ini akan sangat bermanfaat insyaallah. Wallahu ta’ala a’la wa a’lam.

Syekh Ali Jum’ah, Al-bayan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: