Ketika Shalat Membaca Al-Qur’an Dengan Membawa Mushaf, Apakah Boleh?

Pada suatu hari sayyidah Aisyah melakukan shalat yang di-imami oleh pembantu laki-lakinya yang bernama Dzakwan. Ketika sedang shalat, Dzakwan membaca al-Qur’an dengan menggunakan mushaf al-Qur’an. (HR Bukhori dan al-Baihaqi). Berdasakan hadits ini, para ulama madzhab Syafi’i dan madzhab Hambali menyatakan kebolehannya.

Imam Nawawi mengatakan bahwa apabila seseorang membaca al-Qur’an dengan menggunakan muskhaf di dalam shalat, maka shalatnya tidak batal, baik ia seorang yang hafal al-Qur’an atau tidak. Bahkan ia mengatakan wajib untuk menggunakan mushaf jika ia tidak hafal surat al-Fatehah.

Dan apabila tangannya bergerak-gerak untuk membolak-balik halaman, hal ini tidak membatalkan shalat. Inilah yang dikatakan oleh Imam Syafi’i di dalam kitab Imla’ dan diikuti oleh murid-muridnya. (al-majmu’).

Imam ar-Rohibani telah menukil pendapat Imam Ahmad, beliau mengatakan bahwa seseorang yang sedang shalat boleh hukumnya membaca al-Qur’an dengan menggunakan mushaf. Beliau juga mengatakan bahwa tidak apa-apa hukumnya shalat berjama’ah dengan banyak orang dan ia membaca al-Qur’an dengan menggunakan mushaf.

Az-Zuhri pernah ditanya mengenai hukum orang yang membaca al-Qur’an dengan mushaf di bulan Ramadlan, lalu ia menjawab, “orang-orang pilihan diantara kami membaca al-Qur’an menggunakan mushaf di dalam shalat mereka. (matholib ulin nuha).

Adapun para ulama yang bermadzhab Maliki memakruhkan membaca al-Qur’an dengan menggunakan mushaf ketika sedang shalat -baik itu dalam shalat fardlu maupun shalat sunah-. Sementara para ulama yang madzhab Hanafi saling berbeda pendapat.

Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa shalatnya menjadi batal karena sebab menggunakan mushaf. Sementara Imam Abu Yusuf dan Syekh Muhammad mengatakan bahwa hal itu hukumnya makruh.

Setelah memaparkan uraian di atas, maka kami memilih pendapat yang dikatakan oleh sebagian besar ulama yang mengatakan bahwa membaca al-Qur’an dengan menggunakan mushaf ketika shalat hukumnya boleh, dan tidak ada dosa bagi pelakunya. Wallahu ta’ala a’la wa a’lam.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: