Hukum Menghadiahkan Pahala Al-Qur’an Untuk Si Mayit

Para ulama telah bersepakat bahwa membaca al-Qur’an di atas kuburan tidak haram dan pelakunya tidak mendapatkan dosa. Sebagian besar ulama dari madzhab Hanafi, Syafi’i dan Hambali bahkan menyatakan kesunahannya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Anas, ia berkata, nabi bersabda, “barang siapa yang memasuki kuburan kemudian ia membaca surat yasin, maka si mayit akan mendapatkan keringanan di dalam kuburnya dan ia akan mendapatkan kebaikan karenanya”. (al-mughni).

Diriwayatkan bahwa sahabat Ibnu Umar rodliyallahu ‘anhuma pernah berwasiat agar ketika ia dikuburkan dibacakan untuknya awal dan akhir dari surat al-Baqoroh. (al-mughni, tuhfatul ahwadz).

Adapun ulama yang bermadzhab Maliki mengatakan makruhnya membaca al-Qur’an di atas kuburan. Namun syekh Dardiri mengatakan, “sebagian ulama madzhab Maliki berpendapat bahwa boleh hukumnya membaca al-Qur’an di atas kuburan, berdzikir, dan mengirimkan pahalannya untuk si mayit. Dan orang yang membacanya juga akan mendapatkan pahala insyaAllah”. (as-syarkhul kabiir).

Dan madzhab yang berpendapat untuk mensunahkan membaca al-Qur’an adalah yang paling kuat. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa masalah ini seakan-akan telah menjadi ijma’. Dan diantara ulama yang mengatakan bahwa masalah ini telah menjadi ijma’ adalah Ibnu Qudamah al-Muqodasi al-Hambali.

Beliau mengatakan bahwa jika ada suatu negeri yang penduduknya melakukan hal ini dan mengirimkan pahalanya untuk si mayit muslim, maka pahala itu akan sampai insya Allah.

Banyak ulama mengatakan bahwa apabila seorang mayit dibacakan al-Qur’an dan pahalanya dihadiahkan untuknya, maka yang membaca al-Qur’an juga akan mendapatkan pahalanya. Hal ini karena seolah-olah si mayit itu hadir di hadapannya, lalu si mayit mendo’akan bagi si pembaca al-Qur’an agar ia mendapatkan rahmat.

Dan ini telah menjadi ijma’ seluruh kaum muslimin. Semua muslim dimanapun dan kapan pun telah melakukan amalan ini. Mereka menghadiahkan pahala bacaan al-Qur’an untuk si mayit dan tidak ada seorang ulamapun yang mengingkarinya. (al-mughni).

Ulama lain yang mengatakan bahwa masalah ini telah menjadi ijma’ adalah Syekh al-Utsmani. Beliau mengatakan bahwa kaum muslimin telah bersepakat untuk membolehkan istghfar, berdo’a, bersodaqoh, berhaji, dan memberikakan pahala dan manfaatnya untuk si mayit. Dan membaca al-Qur’an di kuburan itu termasuk perbuatan sunnah.

Para ulama berpendapat akan sampainya pahala bacaan al-Qur’an untuk si mayit. Mereka juga menyatakan sampainya pahala haji untuk si mayit, karena haji itu mencakup shalat, dan di dalam shalat ada bacaan fatehah dan lainnya. Jika semuanya bisa sampai, maka yang sebagian juga akan sampai. Pahala bacaan al-Qur’an akan sampai kepada si mayit dengan izin Allah jika pembaca berniat untuk memberikan pahala bacaan itu kepada si mayit.

Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ulama telah menyatakan bahwa pahala bacaan al-Qur’an itu akan sampai, dan sedikit ulama yang berbeda pendapat dengan mayoritas ulama. Oleh karena itu hendaknya kita tidak berselisih di dalam masalah ini. Wallahu ta’ala a’la wa a’lam.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: